ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Generation 2 : Part 2


__ADS_3

Rafael dan Alina berjalan mencari kontrakkan. Mereka mencari kontrakkan yang sesuai dengan uang yang mereka miliki saat ini. Rafael terus memperhatikan adik kecilnya Alina saat sedang berjalan. Dia tahu adiknya pasti lelah dari tadi terus berjalan.


"Adik kecil apa kau lelah?"tanya Rafael.


"Tidak Kak, kita harus mendapatkan kontrakkan sebelum larut malam"ucap Alina.


"Apa kau haus?"tanya Rafael.


"Sedikit"ucap Alina.


"Diam disini, Kakak akan membelikanmu air minum"ucap Rafael.


"Iya Kak"ucap Alina.


Rafael meninggalkan Alina duduk di tepi jalan. Dia membeli air mineral ke sebuah toko di seberang jalan raya.


Alina duduk sambil memperhatikan jalanan, tiba-tiba dari belakang ada yang menutup matanya.


"Astagfirullah"ucap Alina terkejut.


"Mainanku sedang apa kau disini?"tanya Alvan.


"Lepaskan tanganmu"ucap Alina.


Alina hendak melepas tangan Alvan yang menutup matanya, tapi Alvan malah mengigit tangan Alina.


"Aw.........sakit"ucap Alina.


Alina menarik tangannya dari mulut Alvan. Seketika Alvan juga melepas tangannya dari mata Alina.


"Sakit, kau mengigit tanganku"ucap Alina sambil mengelus tangannya yang terluka karena gigitan Alvan.


"Aku dengar kau haus, nih"ucap Alvan.


Alvan menuang air dari botol mineral ke kepala Alina.


Cuuuur.............


"Sekarang kau tidak akan haus lagi"ucap Alvan.


Hijab Alina basah kuyup terkena air dari botol mineral itu.


"Kenapa kau menggangguku?"tanya Alina.


"Kau lupa? kau itu mainanku"ucap Alvan.


"Aku bukan mainanmu"ucap Alina.


"Benarkah?"ucap Alvan.


Alvan menarik lengan Alina lalu mendorongnya ke selokan besar di tepi jalan.


Bluuuug...............


"Aw................"ucap Alina.


Alina terjatuh didalam selokan besar itu. Bajunya kotor dan basah semua.


"Cantik sekali warna mainanku, sepertinya harus ku abadikan momen ini"ucap Alvan.


Alvan mengeluarkan handphonenya lalu memfoto Alina yang sedang jatuh di selokan besar itu.


Cekrek.....cekrek.....cekrek.........


"Foto yang cantik, sepertinya besok aku punya hadiah untukmu mainanku"ucap Alvan.


Alvan berjalan meninggalkan Alina dari tempat itu.


"Kau gila......"teriak Alina.


Alvan hanya melambaikan tangannya sambil berjalan meninggalkan tempat itu.


"Astagfirullah, kenapa ada manusia seperti dia" ucap Alina.


Alina langsung bangun dan keluar dari selokan itu.

__ADS_1


"Sepertinya aku ganti baju dulu ke toilet umum" ucap Alina.


Alina membawa tas miliknya lalu mencari toilet umum di tepi jalan.


Di tempat lain Rafael sedang membantu nenek-nenek menyeberang jalan.


"Cu makasih ya, nenek suka sempoyongan kalau lagi nyeberang dijalan raya"ucap Nenek Wiwin.


"Iya Nek sama-sama"ucap Rafael.


Setelah membantu nenek itu Rafael berjalan menuju ke tempat Alina berada. Dia tidak melihat Alina ada ditempat itu.


"Alina dimana? Alina....Alina....."ucap Rafael memanggil Alina.


Karena dia tidak juga menemukan Alina, Rafael mencarinya kesana sini. Bahkan dia menanyakan pada setiap orang yang dia jumpai. Rafael terus mencari hingga kelelahan. Di ujung jalan dia melihat Alina berjalan ke arahnya.


"Kak Rafa"teriak Alina.


Rafael meneteskan air matanya karena dapat melihat Alina lagi, dia berlari ke arah Alina.


"Adik kecil....."teriak Rafael.


"Kak Rafa......"teriak Alina.


Rafael berlari menghampiri Alina lalu memeluk Alina dalam dekapannya.


"Kau kemana adik kecil? aku sangat mencemaskanmu, aku takut terjadi sesuatu padamu"ucap Rafael.


"Maafkan aku Kak, tadi aku ke toilet dulu bajuku...."ucap Alina.


Alina tidak jadi meneruskan kata-katanya kalau bajunya kotor, dia tidak mau membuat kakaknya khawatir.


"Bajumu kenapa?"tanya Rafael.


"Tadi aku mandi ditoilet Kak, seger deh jadi gak haus lagi"ucap Alina.


"Yaudah, kakak sudah membeli air, minum ya"ucap Rafael.


"Iya Kak"ucap Alina.


"Alhamdulillah, seger Kak"ucap Alina.


Rafael mengelus kepala Alina sambil tersenyum padanya.


"Kakak gak minum?"tanya Alina.


"Kau saja, kakak gak haus"ucap Rafael.


"Masa? tuh bibir kakak pecah-pecah"ucap Alina menunjuk bibir Rafael.


"Baiklah adik kecil, aku haus"ucap Rafael.


"Nih Kak"ucap Alina memberikan botol air mineral itu pada Rafael.


Rafael meminum air dari botol air mineral itu.


"Ayo, kakak sudah dapat kontrakkannya, tadi tanya sama tukang ojeg"ucap Rafael.


"Alhamdulillah"ucap Alina.


Rafael dan Alina berjalan menuju ke kontrakkan yang akan disewa mereka. Kontrakkan itu sederhana, hanya terdiri dari dua ruangan. Satu ruangan untuk tidur dan satu ruangan toilet. Rafael dan Alina masuk ke kontrakkan itu.


"Adik kecil kakak hanya bisa menyewa kontrakkan ini, maaf ya. Kakak akan bekerja lebih keras lagi agar bulan depan kita bisa mengontrak tempat yang lebih besar lagi"ucap Rafael.


"Segini juga sudah alhamdulillah kak, yang penting kita bisa berteduh dari panas dan hujan"ucap Alina.


"Kau benar, nah sekarang kau duduk biar kakak yang membersihkan dan membereskan tempat ini"ucap Rafael.


"Tidak, aku mau bantu kakak bersih-bersih dan beres-beres"ucap Alina.


"Oke, semangat"ucap Rafael.


"Semangat"ucap Alina.


Rafael dan Alina membersihkan kontrakkan mereka, setelah selesai mereka duduk di lantai.

__ADS_1


"Adik kecil sudah adzan, sholatlah dulu"ucap Rafael.


"Siap Bos"ucap Alina.


Alina masuk ke toilet untuk berwudhu lalu sholat.


Selesai sholat Alina kembali duduk disamping Rafael.


"Kau lapar?"tanya Rafael.


"Iya Kak, tapi apa kakak punya uang?"tanya Alina.


"Ada, kau tunggu disini, kakak beli makan dulu"ucap Rafael.


"Oke Bos"ucap Alina.


Rafael keluar dari kontrakkan untuk membeli makan. Sementara Alina mencuci baju kotor yang tadi.


"Aku harus cuci sampai bersih, Kak Rafa gak boleh tahu, bebannya sudah banyak. Aku tidak ingin menambah beban lagi"ucap Alina.


Alina mencuci baju kotor itu sampai benar-benar bersih, lalu tak lama Rafael kembali ke kontrakkan.


"Adik kecil coba lihat aku bawa apa?"tanya Rafael menghampiri Alina.


"Wah baunya enak Kak"ucap Alina.


"Coba tebak apa?"tanya Rafael sambil mengacungkan plastik ditangannya ke arah Alina.


"Sate kambing"ucap Alina setelah mencium bau plastik yang diacungkan padanya.


"Pinter, ayo makan"ucap Rafael.


Alina mengangguk, mereka berdua duduk dilantai lalu makan bersama.


"Makan dagingnya yang banyak, kau masih dalam masa pertumbuhan"ucap Rafael menyuapi Alina dengan tangannya.


Alina membuka mulutnya lalu memakan makanan yang disuapkan Rafael padanya.


"Kakak juga harus makan yang banyak, usia kakakkan baru 20 tahun. Laki-laki mengalami masa pertumbuhan sampai usia 25 tahun"ucap Alina bergantian menyuapi Rafael.


"Oke Bu Dokter"ucap Rafael.


Rafael memakan makanan yang disuapkan Alina padanya. Selesai makan Alina dan Rafael duduk berdua dilantai.


"Alina kita belum bisa beli kasur, tidur di atas karpet gak papakan?"tanya Rafael.


"Gak papa Kak, nanti atasnya kita beri selimut biar tebelan"ucap Alina.


"Yaudah, sholat dulu baru tidur"ucap Rafael.


"Oke Bos"ucap Alina.


Alina wudhu di toilet dan sholat isya kemudian dia membantu Rafael memasang karpet dan selimut di lantai.


"Nah selesai, tinggal gorden untuk membatasi tempat tidur kita"ucap Rafael.


"Oke"ucap Alina.


Rafael memasang kain memanjang memotong dua bagian. Satu bagian untuk tidur Alina disebelah kanan dan satu bagian lain untuk tidur Rafael di sebelah kiri.


"Alina, ayo tidur"ucap Rafael.


"Iya Kak"ucap Alina.


Mereka berdua tidur di karpet yang sudah dibatasi kain ditengah mereka berdua.


"Adik kecil jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur"ucap Rafael.


"Siap Bos"ucap Alina.


Alina berdoa sebelum tidur, tak lama dia tertidur. Setelah Alina tidur, Rafael menyelimutinya.


"Adik kecil aku kerja dulu ya, tidur yang nyenyak, mimpi indah, kakak sayang padamu"ucap Rafael.


Rafael keluar dari kontrakkan itu, dia berangkat bekerja.

__ADS_1


__ADS_2