ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 121


__ADS_3

"Aku penasaran ingin tahu tempat ini"ucap Cinta.


"Manisku, aku sudah melarangmu kesini"ucap Black Hunter.


"Tapi kasihan mereka Tuanku"ucap Cinta.


"Kau tak berhak memberi mereka rasa kasihan" ucap Black Hunter.


Black Hunter menarik lengan Cinta keluar dari sel bawah tanah itu. Dia membawa Cinta masuk ke rumah. Black Hunter membawa Cinta ke dalam kamar.


"Dengar, mereka semua itu tahananku yang akan ku adili, jadi jangan berinteraksi dengan mereka"ucap Black Hunter.


"Tapi mereka hanya menginginkan keadilan dan kedamaian, apa salahnya"ucap Cinta.


"Salah, karena mereka akan membuat kaum mayoritas terganggu baik bisnis dan pekerjaannya"ucap Black Hunter.


"Bisnis? pekerjaan? itu hanya sebuah kejahatan dan kemaksiatan"ucap Cinta.


"Hidup itu perlu uang, apapun dilakukan untuk mendapatkan uang, wajarkan"ucap Black Hunter.


"Tidak, itu cara pandang yang salah. Jika segala sesuatu hanya diukur dengan uang. Lalu dimana letak sebuah cinta dan ketulusan"ucap Cinta.


"Ha...ha...cinta, ketulusan"ucap Black Hunter.


Cinta mendekati Black Hunter dan menciumnya lalu meketakkan tangannya didada lelaki itu.


"Apa ini bukan cinta? didalam sini ada cinta dan ketulusan. Uang takkan bisa membeli cinta dan ketulusan itu"ucap Cinta.


".........."Black Hunter terdiam.


"Jika semua orang hanya peduli dengan uang lalu bagaimana dengan dunia ini. Apakah masih ada kedamaian. Atau hanya keserakahan dan saling membunuh hanya untuk harta dan kekuasaan" ucap Cinta.


"............"Black Hunter mendengarkan Cinta bicara.


"Jika semua itu terjadi mungkin dunia ini akan hancur tak tersisa. Manusia akan punah dan bumi menjadi tempat yang dipenuhi kerusakan dimana-mana"ucap Cinta.


"Seandainya Pulau Hitam ini bukan tempat kejahatan dan kemaksiatan pasti jadi tempat yang aman dan penuh dengan kedamaian untuk dihuni oleh semua penduduknya"ucap Cinta.


Black Hunter hanya terdiam dengan ucapan Cinta. Dia memikirkan semua ucapan Cinta. Entah kenapa hatinya tersentuh dengan ucapan itu.


"Kak Rehan suamiku, aku yakin dilubuk hatimu masih sama seperti Kak Rehan yang dulu"ucap Cinta lalu memeluk Black Hunter.


Black Hunter awalnya ragu memeluk Cinta tapi hatinya tak mampu berbohong ada perasaan yang tidak bisa dibendungnya.


"Manisku, bimbinglah aku biar sepertimu, baik hati dan penuh cinta dan kasih sayang"ucap Black Hunter.


"Iya Kak Rehan aku akan membimbingmu kembali seperti dulu"ucap Cinta.


"Manisku kau tidak marah padakukan?"tanya Black Hunter.


"Tidak, mana mungkin aku marah padamu Kak Rehan"ucap Cinta.


"Rehan?"tanya Black Hunter.


"Namamu Rehan Darien, lelaki yang baik hati, penyayang dan tampan"ucap Cinta.


"Pantas kau begitu mencintaiku"ucap Black Hunter.


"Kak Rehan....."ucap Cinta.


"Manisku, kalau aku ini Rehan Darien lalu kenapa kita bisa terpisah?"tanya Black Hunter.


"Ceritanya panjang, tepatnya lima tahun yang lalu"ucap Cinta.


Cinta menceritakan semuanya pada Black Hunter dari kejadian saat kecelakaan sampai akhirnya bertemu kembali.

__ADS_1


"Manisku jadi selama ini kau sangat menderita tanpaku. Bahkan saat kau mengandung Aksa, aku tak ada disisimu, maafkan aku"ucap Black Hunter.


"Kak Rehan tidak bersalah, semua ini takdir. Aku yakin semuanya akan indah pada waktunya"ucap Cinta.


"Aku memang tidak ingat siapa aku sebelumnya tapi aku yakin kau dan Aksa bagian dari hidupku. Aku merasa tak bisa jauh dari kalian. Ingin rasanya selalu bersama kalian"ucap Black Hunter.


"Kak Rehan tidak perlu memaksakan diri. Aku yakin suatu saat nanti Kak Rehan akan ingat semuanya"ucap Cinta.


"Iya manisku"ucap Black Hunter.


Cinta berharap suatu saat nanti Rehan bisa mengingat semuanya. Dan kembali hidup bahagia seperti dulu. Apalagi sekarang diantara mereka ada Aksa.


*************


Gedung Rose Golden


Raka dan Azkia menjadi raja dan ratu sehari. Mereka berdua berdiri di pelaminan setelah selesai akad nikah. Seluruh anggota keluarga, sanak saudara, sahabat, teman, kenalan dan rekan bisnis hadir diacara resepsi pernikahan itu.


Nuansa dekorasi pernikahan itu berwarna biru laut. Tamu undangan mengenakan pakaian putih dan biru.  Acara resepsi itu cukup meriah dan dipadati tamu undangan. Kirana dan Dokter Daniel naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat pada Raka dan Azkia.


"Kak Raka, Azkia, selamat ya atas pernikahan kalian"ucap Kirana.


"Terimakasih Kirana"ucap Raka dan Azkia.


"Raka, Azkia selamat ya, semoga selalu bahagia


dan segera diberi momongan"ucap Dokter Daniel.


"Amin, terimakasih Dok"ucap Raka dan Azkia.


"Katanya bulan depan kalian juga akan menikah ya?"tanya Raka.


"Iya, doain aja ya Kak Raka"ucap Kirana.


Setelah Kirana dan Dokter Daniel turun, Pak Theo dan Ibu Kartika naik ke pelaminan. Mereka berdua sudah menikah tiga tahun lalu. Kini Pak Theo dan Ibu Kartikan jadi pasangan orangtua yang bahagia.


"Raka, Azkia selamat ya nak. Semoga kalian selalu diberkahi oleh Allah SWT"ucap Pak Theo.


"Amin"ucap Raka dan Azkia.


Pak Theo langsung memeluk Azkia yang selama ini sudah dibesarkannya dan dianggap sebagai anaknya sendiri.


"Azkia, Om selalu menyayangimu. Sekarang ada suamimu yang akan menjaga dan menyayangimu. Semoga kau selalu mendapatkan kebahagiaan nak"ucap Pak Theo.


"Amin, terimakasih atas semua yang telah Om berikan pada Azkia. Kalau tidak ada Om, Azkia mungkin tak akan berdiri dipelaminan ini"ucap Azkia.


"Iya nak"ucap Pak Theo.


"Pak Theo melepas pelukannya pada Azkia.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua, Tante doakan semoga rumah tangga kalian sakinah, mawadah dan warohmah"ucap Ibu Kartika.


"Amin, terimakasih Tante"ucap Raka dan Azkia.


Pak Theo dan Ibu Kartika turun dari atas pelaminan. Kemudian Zhafira naik ke atas pelaminan untuk memberikan selamat pada Raka dan Azkia.


"Raka, Azkia, selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian bahagia dan selalu bersama sampai ajal memisahkan kalian"ucap Zhafira.


"Amin, terimakasih Zhafira"ucap Raka dan Azkia.


Zhafira turun dari panggung dengan senyuman. Dia tahu jodoh ditangan Allah. Dia sudah mengikhlaskan Raka bersama Zhafira.


Andra naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat pada Raka dan Azkia.


"Raka, Azkia, selamat ya atas pernikahan kalian"ucap Andra.

__ADS_1


"Terimakasih"ucap Raka dan Azkia.


Andra turun dari atas pelaminan. Kemudian Raja dan ketiga istrinya mau naik ke pelaminan.


"Aku duluan"ucap Sasa.


"Aku istri pertama akad dong"ucap Meisya.


"Aku istri kedua akad juga gak mau kalah"ucap Sima.


"Aku istri ketiga akad, paling manja dong"ucap Sasa.


"Udah sayangku three ladies SMS jangan berantem.  kita naik sama-sama ya. Tar gak dapet jatah ronda malem mau?"tanya Raja.


"Enggak"ucap Three ladies SMS.


"Yaudah ayo naik bersama"ucap Raja.


"Oke"ucap Three ladies SMS.


Raja membawa three ladies SMS naik ke atas pelaminan.


"Raka selamat ya atas pernikahanmu, semoga Azkia yang terakhir, jangan trippel up sepertiku, tiap hari penuh bawang bikin baper"ucap Raja.


"Amin, kalau nambah bisa dipenggal pedang samurai"ucap Raka.


"Wah....ketat juga. Lihat aku sekali nikah tiga kali akad. Malam pertama sampai tiga kali dalam semalam. Besoknya masuk UGD, aku pikir mau mati, mana harga nisan mahal"ucap Raja bercanda.


"Ha....ha.....dasar somplak lo bro"ucap Raka tertawa sambil berbicara.


"Mau gue kasih kisi-kisi malam pertama. Gue aja minta kisi-kisi malam pertama ke Mak Endang dulu"ucap Raja.


"Mak Endang siapa?"tanya Raka.


"Tukang jamu keliling"ucap Raja.


"Kok nanya sama Mak Endang?"tanya Raka.


"Dia dah nikah sepuluh kali sama perjaka ting-ting"bisik Raja.


"Ha...ha...."Raka tertawa.


"Gue turun dulu, bini gue mesti diempanin dulu biar gak pada rewel"ucap Raja.


"Selamat ya"ucap Three ladies SMS.


Raja turun dari atas pelaminan membawa three ladies SMS menuju tempat hidangan makanan.


"Ladies jangan berebut, malak, dan berantem" ucap Raja.


"Baik yang"ucap Three ladies SMS.


Mereka bertiga bingung mau makan apa.


"Sayang, ayo makan sop iga"ucap Sasa menggandeng lengan Raja.


"Sayang, kita makan salad buah yuk"ucap Meisya menggandeng lengan Raja.


"Sayang, kita makan bakso urat"ucap Sima sambil menarik lengan Raja.


Ketiga istri itu tarik menarik Raja. Hingga Raja pusing bagai naik bus.


"Cukup, kita damai saja"ucap Raja pada Three ladies SMS.


"Oke"ucap Three ladies SMS.

__ADS_1


__ADS_2