
Mobil Leo menuju sebuah komplek perumahan. Leo bersiap untuk turun dari mobilnya. Saat dia mau turun dari mobil tiba-tiba kakinya kram.
Leo menjerit kesakitan karena kakinya kram.
"Aw.........."ucap Leo.
"Tuan kenapa?"tanya Mas Risman.
"Kakiku kram Ris"ucap Leo.
Risman turun dari mobil menghampiri Leo yang berada dijok belakang mobil.
"Mau saya pijat Tuan?"tanya Mas Risman.
"Gak usah Ris, bentar lagi enakkan kayanya"ucap Leo.
"Sudah sampai ditempat yang dishare loc Tuan"ucap Mas Risman.
"Ris tolong kamu masuk duluan, lihat kondisi Marwa didalam tar saya nyusul"ucap Leo.
"Baik Tuan"ucap Mas Risman.
Karena Leo masih kesakitan dengan kakinya yang kram, jadi Risman yang menuju ke rumah yang dishare loc itu.
"Apa ini benar rumahnya? kok kaya sepi walau samping kanan dan kirinya ramai"ucap Mas Risman.
Risman masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi dari luar itu. Dia berjalan menuju pintu rumah itu.
Tok...tok....tok.......
Risman mengetuk pintu berkali-kali.
"Assalamu'alaikum"ucap Mas Risman.
Karena tak ada jawaban, dia coba memegang handle pintu rumah itu. Saat handle pintu rumah itu diputar, ternyata pintunya tidak terkunci. Risman langsung masuk ke dalam rumah itu.
Dia melangkah beberapa langkah dia tidak melihat ada siapapun didalam ruangan itu. Dia coba masuk ke ruangan kamar dirumah itu saat memutar handle pintu kamar itu, baru mau mau masuk kamar tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang gadis.
"Tolong....tolong....saya mau diperkosa"ucap Yuni.
"Tolong....tolong......."ucap Yuni.
"Lah siapa yang mau merkosa"ucap Risman.
"Tolong....tolong....saya mau diperkosa hik...hik....."ucap Yuni.
"Neng saya mau banget merkosa tapi gak ada yang mau"ucap Mas Risman.
"Loh kok bukan Om Leo"ucap Yuni.
Yuni duduk diranjang tanpa mengenakan sehelaipun benang. Dia kaget saat yang masuk bukan Leo melainkan Risman. Tiba-tiba tetangga kanan kiri rumah itu langsung datang dan masuk ke dalam rumah itu. Mereka langsung mengeroyok Risman.
"Rasain loh, dasar mesum"ucap Pak Dodi sambil menonjok pipi Risman.
Dug..........
"Aw............"ucap Mas Risman kesakitan.
"Jangan bikin ulah disini"ucap Pak Anto sambil memegang tangan Risman.
"Udah bawa ke balai warga aja biar tanggungjawab sama si eneng ini"ucap Pak Andi.
"Apa? tapi...."ucap Yuni.
"Tenang neng kita akan paksa dia supaya mau tanggungjawab"ucap Pak Arjun.
"Mau banget kalau saya tanggungjawab, kebetulan saya jomblo"ucap Mas Risman.
"Bagus kalau kamu mau tanggungjawab"ucap Pak Dodi.
"Asyik semangat....kalau bisa nikahin sekarang biar tar malam bisa belah duren"ucap Mas Risman.
"Gak....gak mau"ucap Yuni.
__ADS_1
"Udah neng tenang aja, dia pasti bisa bertanggungjawab, neng gak akan hamil tanpa suami"ucap Andi.
"Ooo....pasti, kalau dah nanem benih ya bakal dijagain sampai lahir"ucap Mas Risman.
"Kalau gitu sepakat nikahin aja dibalai warga"ucap Pak Arjun.
"Siap, asyik tar malem gak kedinginan lagi ada yang ngangetin"ucap Mas Risman.
"Gak mau....gak mau sama dia"ucap Yuni.
"Neng sabar, kalau diperkosa ya gini nasibnya gak bisa request yang bagusan dikit, yang penting dia mau nikahin neng"ucap Pak Andi.
"Tenang neng nanti saya pakai topeng artis yang ganteng biar neng gak berasa ehm...ehm... sama saya"ucap Mas Risman.
"Gak.....gak mau hik...hik....."ucap Yuni sambil menangis.
"Jangan nangis saya paham kesedihan neng, makanya kita akan paksa laki-laki ini bertanggungjawab"ucap Pak Dodi.
"Udah Pak jangan ceramah terus bawa saya ke balai warga, kebelet kawin nih"ucap Mas Risman.
Bapak-bapak itu membawa Risman dan Yuni ke balai warga. Mereka dipaksa nikah dadakan dengan penonton warga yang penasaran.
Tak lama Leo datang menghampiri Risman ke balai warga itu.
"Ada apa ya Risman kok ramai begini?"tanya Leo.
"Ini Tuan, saya dapat jodoh dadakan, jadi mau nikah kilat"ucap Mas Risman.
Leo memperhatikan gadis yang duduk disamping Risman.
"Yuni"ucap Leo.
Yuni langsung menghampiri Leo dan memeluknya.
"Sayang aku mau dinikahkan paksa sama lelaki itu"ucap Yuni kecentilan.
Leo langsung melepas pelukan Yuni.
"Yuni jaga sikapmu"ucap Leo marah.
"Ih....ogah sama kamu miskin, aku maunya sama Om Leo yang kaya"ucap Yuni.
"Huh....matre"ucap Warga.
"Calon istriku meskipun aku miskin tapi cintaku sejati, nanti aku kaya kok, tapi kaya supir"ucap Mas Risman.
"Apalagi supir gak level"ucap Yuni.
"Gak taunya matre"ucap Pak Andi.
"Iya nyesel nolongin"ucap Pak Arjun.
"Bukannya tadi diperkosa kok happy aja tuh"ucap Pak Dodi.
"Tapi booong nih pasti"ucap Pak Arjun.
"Lagian siapa juga yang mau diperkosa orang miskin kaya kamu, maunya ya ma Om Leo"ucap Yuni.
"Huh....."ucap Warga.
"Yuni ternyata kamu sengaja menjebak Om supaya nikahin kamu, benar-benar tidak punya harga diri"ucap Leo.
"Om aku mau jadi istri Om, gak papa meski jadi yang kedua"ucap Yuni.
"Huh.....pelakor"ucap Warga.
"Jambak aja pelakor"ucap Bu Tutik.
"Cakar aja jangan kasih kendor"ucap Bu Rini.
"Cemplungin ke got aja biar kawin ma tikus"ucap Bu Lusi.
"Nikahin sama aki-aki aja biar tobat"ucap Bu Ayu.
__ADS_1
"Lempar ke planet pluto biar gak balik lagi"ucap Bu Dina.
Tak lama handphone Leo berdering, ada panggilan dari Marwa. Leo langsung menepi dari keramaian yang membuli Yuni.
"Hallo"ucap Leo.
"Hallo Pa"ucap Marwa.
"Marwa kamu ada dimana nak?"tanya Leo.
"Ada dikomplek Melati Pa"ucap Marwa.
"Papa juga ada dikomplek Melati"ucap Leo.
"Disebelah mana Pa?"tanya Marwa.
"Dibalai warga"ucap Leo.
"Aku kesitu Pa"ucap Marwa.
"Iya nak"ucap Leo.
Leo menutup telponnya kemudian kembali ke balai warga. Disana Yuni dibuli warga karena ulahnya.
"Huh....pelakor...pelakor....demo...demo...."ucap Barisan Ibu-Ibu anti pelakor.
"Pelakor matre...pelakor matre....."ucap Bapak-bapak anti pelakor matre.
"Kalau gak matre boleh juga sih buat cadangan" ucap Pak Tono.
"Apa Pak?"ucap Ibu Nuning istri Pak Tono melotot pada Pak Tono.
"Ampun Bu, cuma ngehalu doang, didunia nyata setia kok"ucap Pak Tono.
"Udah calon istriku, aku gak masalah kamu berlebel pelakor, yang penting masih endos gandos"ucap Mas Risman.
"Ogah"ucap Yuni.
"Assalamu'alaikum, Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian"ucap Leo.
"Wa'alaikum salam"ucap Warga.
"Saya rasa permasalahan ini harus diluruskan. Kedatangan saya dan Risman supir saya ke komplek ini untuk menjemput putri saya Marwa, yang kata Yuni saat ditelpon mengatakan Marwa pingsan. Saya dan Risman datang kesini, tapi karena kaki saya kram, saya meminta Risman menemui putri saya duluan dirumah yang sudah dishare loc oleh Yuni. Jadi ini pasti kesalahfahaman, Risman tidak mungkin memperkosa Yuni dan soal Yuni mengaku diperkosa itu diluar sepengetahuan saya"ucap Leo.
"Huh....dasar pelakor"ucap Warga.
"Gak tahu malu"ucap Bu Tuti.
"Ngehalunya kebangetan"ucap Bu Lusi.
Tak lama Marwa menghampiri Leo. Dia menanyakan pada Leo apa yang terjadi dibalai warga itu. Kemudian Leo menjelaskan semuanya pada Marwa. Dari penjelasan itu Marwa kesal banget sama Yuni. Dia langsung menghampiri Yuni.
"Yuni kamu ya gak tahu malu, mau ngejebak Papaku cuma buat obsesimu itu"ucap Marwa.
"Biarin, aku memang pengen dinikahin sama Papamu"ucap Yuni.
"Astaghfirullah, sadar apa Yuni, kamu tuh gak ngerti dosa?"ucap Marwa.
"Gak peduli, yang penting aku bisa kaya"ucap Yunu.
"Huh........"ucap Warga.
"Capek ngomong sama kamu gak tobat-tobat dan semakin menjadi"ucap Marwa.
"Biarin, liat aja Papamu bakal jadi milikku"ucap Yuni.
Marwa mengangkat tangannya mau menampar Yuni tapi ditahan Leo.
"Marwa, jangan mengotori tanganmu untuk orang yang tak punya harga diri, lebih baik kita pulang nak"ucap Leo.
"Iya Pa"ucap Marwa.
"Yuni semoga kau segera mendapat hidayah, jika kau ingin kaya maka bekerja keraslah"ucap Leo.
__ADS_1
Leo membawa Marwa dan Risman pergi dari balai warga itu. Sementara Yuni masih dibalai warga dibuli semua warga yang berada disitu.
"