ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 102


__ADS_3

Malam itu semua anggota keluarga berkumpul diruang makan kecuali Rehan dan Cinta. Mereka menikmati hidangan makanan yang disajikan dimeja makan itu. Selesai makan hanphone Leo berdering.


Kriiiiing......kriiiing......kriiing.........


Leo mengangkat panggilan dihandphonenya yang berasal dari Cinta.


"Hallo nak"ucap Leo.


"Hallo Pa hik....hik....hik...."ucap Cinta sambil menangis.


"Kamu kenapa nak?"tanya Leo.


"Pa, hik....hik...hik...."ucap Cinta.


"Nak kenapa?"tanya Leo mencemaskan Cinta yang berbicara sambil menangis.


"Kak Rehan.....hik....hik...hik...."ucap Cinta.


"Rehan kenapa?"tanya Leo semakin cemas.


"Rehan kecelakaan Pa hik....hik...hik...."ucap Cinta.


"Apa? Rehan kecelakaan?"ucap Leo kaget mendengar kabar dari Cinta.


Semua orang diruang makan menjadi panik mendengar Rehan kecelakaan.


"Iya Pa hik.....hik....hik...."ucap Cinta.


"Kamu ada dimana sekarang nak?"tanya Leo.


"Dirumah sakit hik....hik...."ucap Cinta.


"Secepatnya Papa akan kesana nak"ucap Leo.


"Iya Pa hik....hik...hik..."ucap Cinta.


Leo menutup telponnya, wajahnya seketika berubah dingin.


"Besan ada apa?  tadi aku mendengar Rehan kecelakaan?"tanya Pak Theo.


"Rehan kecelakaan"ucap Leo.


"Rehan kecelakaan?"ucap semua orang diruangan itu.


"Sebaiknya kita segera ke rumah sakit"ucap Leo.


"Ya"ucap Semua orang diruangan itu.


Semua orang bergegas pergi ke rumah sakit untuk mengetahui kabar Rehan.


***********


Rumah Sakit Healthy Life


Leo, Zara, Pak Theo, Ibu Kartika, Raka, Kirana dan Marwa sampai dirumah sakit. Mereka segera menghampiri Cinta yang sedang duduk diluar ruang jenazah sambil menangis tersedu-sedu.


"Cinta"ucap Leo.


"Pa"ucap Cinta.


Cinta langsung memeluk Leo sambil menangis.


"Pa, Kak Rehan hik...hik...hik...."ucap Cinta.

__ADS_1


"Iya Papa tahu, menangislah dibahu Papa kalau itu bisa meringankan kesedihanmu"ucap Leo.


Zara mendekati Cinta dan memeluknya.


"Sabar ya sayang, ikhlaskan semuanya, Allah Maha Mengetahui segalanya"ucap Zara.


"Ma hik...hik....."ucap Cinta.


Pak Theo memukul tembok disampingnya dengan tangan kanannya.


Dug....dug....dug............


"Aku terlambat.....aku belum sempat meminta maaf pada Rehan....aku ayah yang tak berguna" ucap Pak Theo.


Ibu Kartika mendekati Pak Theo dan memegang bahu kirinya dari belakang.


"Mas Theo, aku tahu kau sedih tapi semua yang terjadi sudah menjadi takdir dari Allah SWT"ucap Ibu Kartika.


"Aku ayah yang gagal, bahkan disaat terakhir anakku saja aku belum sempat minta maaf atas semua kesalahanku padanya"ucap Pak Theo.


"Mas aku yakin Rehan pasti sudah memaafkanmu, sekarang kita harus bisa membantu Cinta menghadapi semua ini"ucap Ibu Kartika.


"Kau benar, orang yang paling kehilangan pasti Cinta"ucap Pak Theo.


Pak Theo menghampiri Cinta yang sedang duduk dikursi bersama Leo dan Zara. Dia berlutut didepan Cinta yang menangis.


"Maafkan Papa nak, jangan menangis, ini pasti berat untukmu"ucap Pak Theo.


"Iya Pa hik..hik...."ucap Cinta.


"Rehan sudah tenang disana nak, kau harus bisa menjalani hidup barumu tanpa Rehan"ucap Pak Theo.


"Maafkan Papa"ucap Pak Theo.


"Iya Pa....,bangunlah ku mohon"ucap Cinta.


"Kau harus kuat ya nak, Rehan pasti sedih jika kau terus bersedih"ucap Pak Theo.


"Iya Pa"ucap Cinta.


Kirana menangis disudut ruangan itu, Raka menghampiri Kirana yang menangis.


"Kirana aku tahu kau sedihkan"ucap Raka.


"Iya, aku bahkan belum sempat bertemu Kak Rehan sebagai adiknya"ucap Kirana.


"Kirana yang sabar ya, semua ini sudah takdir dari Alkah SWT"ucap Raka.


"Hik...hik...hik...."Kirana menangis.


Semua orang diruangan itu turut berduka atas kematian Rehan. Mereka tak percaya Rehan akan pergi secepat itu. Semua kenangan saat bersama Rehan seakan muncul dibenak mereka.


**************


Pemakaman Mawar Hitam


Cinta terus meneteskan air matanya didepan batu nisan itu. Leo dan Zara berada dibelakang tubuh Cinta memberinya dukungan moril. Mereka tahu Cinta sangat terpukul dengan kepergian Rehan.


Azkia, Kirana, Marwa, Pak Theo dan Ibu Kartika juga hadir dipemakaman itu. Semua orang berduka dan bersedih melihat Cinta yang begitu terluka atas kepergian Rehan.


"Kak Rehan semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu, meringankan siksa kuburmu dan menempatkanmu ditempat terbaik, amin"ucap Cinta sambil memegang nisan itu.


"Nak ayo pulang"ucap Leo.

__ADS_1


"Iya nak, besok kita kesini lagi"ucap Zara.


"Papa dan Mama pulanglah dulu nanti Cinta menyusul"ucap Cinta.


"Tidak nak, kami akan terus disini bersamamu" Leo.


"Terima kasih Ma"ucap Cinta.


Tak lama Pak Theo menghampiri Cinta yang sedang duduk disamping nisan Rehan. Dia berbicara pada Cinta.


"Nak ikhlaskan semuanya. Semoga Allah memberimu ketabahan dan kesabaran. Ini pasti berat untukmu tapi percayalah, Allah lebih tahu yang terbaik untuk hambanya"ucap Pak Theo.


"Iya Pa"ucap Cinta sambil menundukkan kepalanya.


Pak Theo memegang batu nisan Rehan.


"Rehan maafkan Papa ya, Papa akan berubah lebih baik lagi dan keluargamu akan jadi tanggungjawabku"ucap Pak Theo.


Raka menghampiri Cinta dan memeluknya.


"Kak Raka hik...hik....hik...."ucap Cinta.


"Menangislah adikku, agar bebanmu berkurang" ucap Raka.


"Kak Raka, Kak Rehan sudah pergi jauh, kini aku sendirian"ucap Cinta.


"Iya adikku, kau harus kuat, tabah dan sabar dalam menghadapi semua cobaan ini" ucap Raka.


Cinta hanya mengangguk dengan ucapnya Raka.  Pak Theo dan yang lainnya meninggalkan tanah pemakaman itu. Kemudian tak lama Cinta, Leo dan Zara juga meninggalkan  tanah pemakaman itu.


*************


Semenjak kematian Rehan, Cinta hanya berdiam diri dikamar. Dia jarang keluar dari kamarnya. Bahkan satu minggu ini Cinta tidak masuk sekolah. Cinta hanya melamun dan berdiam diri. Zara masuk ke kamar Cinta, dia menghampiri Cinta dan duduk disampingnya.


"Nak kau mau makan?"tanya Zara.


Cinta hanya menggelengkan kepalanya. Zara merangkul Cinta dari samping.


"Kau tidak boleh terus-terusan seperti ini nak, Rehan pasti sedih melihatmu seperti ini nak"ucap Zara.


"........"Cinta hanya terdiam.


"Mama tahu berat rasanya ditinggal orang yang kita cintai, tapi berlarut dalam kesedihan itu tidak baik. Ikhlaskan semuanya nak biar Rehan tenang disana dan mulailah melangkah untuk hidup yang baru demi kebahagiaanmu nak. Mama yakin Rehan ingin melihat kau bahagia nak"ucap Zara.


"Ma rasanya hidupku seperti sepi dan sunyi saat Kak Rehan pergi jauh, ada sesuatu yang berharga dalam hidupku menghilang begitu saja"ucap Cinta.


"Mama tahu sayang, tapi kau harus memulai hidupmu, jangan seperti ini"ucap Zara.


"........."Cinta hanya diam.


"Kita semua menyayangimu nak. Ingin melihatmu bahagia"ucap Zara.


".........."Cinta terdiam.


Tiba-tiba Cinta berlari toilet, dia muntah-muntah diwastafel toilet itu.


Hoooeeekkk........hooooeeekkkk......


Cinta muntah terus menerus. Zara menghampiri Cinta dan memijat leher belakangnya. Setelah selesai Zara menuntun Cinta kembali ke ranjang.


"Nak kapan terakhir kau haid?"tanya Zara.


"40 hari yang lalu Ma"ucap Cinta.

__ADS_1


"Apa? jangan-jangan kamu......"ucap Zara.


"


__ADS_2