ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 59


__ADS_3

Rehan mengemasi barang-barang yang akan dimasukkan ke dalam koper. Disampingnya Cinta membantunya mengemasi barang-barang itu. Rehan tersenyum melihat gadis kecilnya sibuk mengemasi barang-barangnya. Dia mengambil tangan Cinta dan meletakkan didadanya.


"Gadis kecil, aku pasti akan merindukanmu"ucap Rehan.


"Aku juga akan merindukanmu Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Apa kita bulan madu setelah kau sembuh"ucap Rehan.


"Tapi aku sudah masuk sekolah"ucap Cinta.


"Kalau gitu kita bulan madunya diasrama aja"ucap Rehan.


"Asrama?"ucap Cinta.


"Keceplosan, hampir gue ketahuan jadi Reni"batin Rehan.


"Maksudnya kita bulan madunya ditempat yang asri gitu"ucap Rehan.


"Ke daerah pegunungan kayanya seru"ucap Cinta.


"Iya, biar hawa dingin diluar, anget didalam ya kan"ucap Rehan.


"Kak Rehan kau nakal"ucap Cinta.


Rehan menarik Cinta dalam dekapannya.


"Gadis kecil, aku nakal karena ingin selalu berdekatan denganmu"ucap Rehan.


"Om satu ini hot banget sih"ucap Cinta.


"Apa Om?"ucap Rehan.


"Sayangkan udah Om-om"ucap Cinta.


"Kalau begitu Om akan memakanmu pagi ini"ucap Rehan menggelitik pinggang Cinta.


"Geli Om....geli....."ucap Cinta.


"Kau sudah puas manggil Omnya"ucap Rehan.


"Belum, habis seksi kalau dipanggil Om"ucap Cinta.


"Gadis kecil aku akan menjadi Om-om beneran nih"ucap Rehan menggelitik semakin kencang dipinggang hingga perut Cinta.


"Kak Rehan ampun"ucap Cinta.


"Bibirmu manis gadis kecil"ucap Rehan.


Cinta meraba pipi Rehan dengan tangan kanannya.


"Jaga dirimu Kak Rehan, aku ingin bertemu denganmu lagi"ucap Cinta.


"Pasti gadis kecil"ucap Rehan.


Cinta langsung memeluk Rehan, seakan tak ingin berpisah darinya. Walaupun itu hanya untuk beberapa hari, tapi bagi Cinta kebersamaannya bersama Rehan begitu berharga. Rehan telah mengisi hati Cinta yang dulu kesepian sekarang dipenuhi cinta dan kasih sayang.


"Gadis kecil, aku akan sering menelponmu, kau juga harus jaga kesehatanmu"ucap Rehan.


"Cepatlah kembali"ucap Cinta.


"Iya sayang"ucap Rehan.


"Jangan genit disana"ucap Cinta.


"Hatiku sudah kau gembok gadis kecil, tak mungkin tergoda yang lain"ucap Rehan.


Cinta tersenyum dengan ucapan Rehan dan memeluknya semakin erat.


***********


Rehan sampai di Pulau Labuan. Meski perjalanannya berliku karena sulitnya akses jalan menuju pulau itu setelah naik kapal dan menepi dipelabuhan kecil ditepi pulau itu. Rehan menuju ke penginapan tempatnya berada. Dia membereskan barangnya lalu keluar dari penginapan, dia berjalan-jalan ditepi pantai.


Rehan melihat banyak pedagang ditepi pantai berjualan ikan asap dan ikan asin tapi sepi. Rehan teringat ucapan Cinta padanya seusai sholat.


"Ada tiga amalan yang harus kita jalankan sebagai seorang muslim, pertama hablum minallah artinya hubungan kita dengan Allah ( bagaimana kita menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya), kedua hablum minannas (bagaimana hubungan kita dengan manusia lainnya, termasuk berbuat baik pada sesama), ketiga hablum minal 'alam ( bagaimana kita menjaga kelestarian alam ini, dengan tidak membuat kerusakan lingkungan sekitar)"ucap Cinta.


Ucapan itu terngiang dipikiran Rehan, dia langsung menghampiri para pedagang itu dan membeli barang dagangan mereka.


"Ikan asap ini bisa buat oleh-oleh untuk karyawan kantorku"ucap Rehan sambil membawa banyak ikan asap.


Rehan membawa ikan asap itu ke penginapan setelah itu dia kembali keluar penginapan lalu menuju tepi pantai. Tak sengaja Rehan bertubrukan dengan seorang wanita muda.


Dug..........


"Maaf mas"ucap Nimas.


"Tidak apa-apa saya yang salah"ucap Rehan.


"Kenalkan nama saya Nimas"ucap Nimas.


"Rehan"ucap Rehan.

__ADS_1


"Tampan sekali lelaki ini, pasti bukan orang pulau"batin Nimas.


"Apa mas bukan asli orang pulau sini?"tanya Nimas.


"Bukan"ucap Rehan.


"Pantas saya tidak pernah melihat Anda"ucap Nimas.


"Baiklah saya pergi dulu"ucap Rehan.


"Iya"ucap Nimas.


Rehan meninggalkan gadis bernama Nimas itu.


Dia menuju ke sebuah restoran ditepi pantai. Disana dia menemui Nona Maria Elizabeth.


"Good afternoon"ucap Rehan.


"Good afternoon"ucap Nona Maria Elizabeth.


"I can sit here?"tanya Rehan.


"Yes, your can sit here"ucap Nona Elizabeth.


Rehan duduk didepan Nona Maria Elizabeth.


"What you can speak Indonesian?"tanya Rehan.


"I can speak Indonesian"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Baiklah, Nona Maria perkenalkan saya Rehan Darien CEO dari Perusahaan Bright Light Group"ucap Rehan.


"Saya Maria Elizabeth CEO dari Perusahaan Big Stars Group"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Saya sudah mendengar rencana Anda untuk membangun bisnis properti dinegara ini, saya menawarkan sebuah kerjasama yang akan saling menguntungkan diantara kita"ucap Rehan.


"Maaf Presdir Rehan, saya sudah tertarik dengan perusahaan lain"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Ini proposal kerjasama dari perusahaan saya, mohon dipelajari dulu, saya berharap Anda akan tertarik"ucap Rehan sambil menyodorkan proposal kerjasama itu dimeja.


"Saya membutuhkan teman bermalam untuk minum bersama, jika Anda bisa membuat saya terkesan, saya mau bekerjasama dengan perusahaan Anda"ucap Nona Maria Elizabeth.


"............"Rehan terdiam.


"Saya akan menunggu Anda di Penginapan Rose Garden no 9 besok malam"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Saya rasa pembicaraan ini cukup, terimakasih" ucap Rehan.


Rehan berdiri dan meninggalkan meja Nona Maria Elizabeth. Dia berada dalam sebuah dilema dan pergulatan didalam hatinya. Mendapatkan kerjasama dan Cinta akan baik-baik saja.


***********


Dina hendak membawakan obat untuk Cinta. Dia berpikir untuk menukar obat itu dengan obat abal-abal yang sudah disediakannya. Dia membuang obat yang asli ke tempat sampah dan mengganti obatnya dengan obat abal-abal itu.


"Cinta, secepatnya kau memang harus mati"ucap Dina.


"Sebentar lagi aku akan jadi nyonya dirumah ini" ucap Dina.


Dina membawa obat abal-abalnya itu menuju ke kamar Cinta. Didalam kamar, Cinta sedang duduk dikarpet membaca buku sekolahnya. Dina berjalan menghampirinya dan duduk didekatnya.


"Cinta minum obat dulu"ucap Dina memberikan obat yang dibawanya pada Cinta.


"Makasih Kak Dina"ucap Cinta menerima obat yang diberikan Dina padanya.


Cinta baru mau meminum obat itu, handphonenya berdering.


Kriiiing.....kriiiing.......kriiiing...........


Cinta melihat ke layar handphonenya, panggilan itu dari Rehan. Kemudian dia meminta izin pada Dina untuk mengangkat telpon dari Rehan.


"Kak Dina aku angkat telpon dari Kak Rehan dulu ya"ucap Cinta.


"Iya"ucap Dina.


"Sialan rencanaku jadi tertunda, ini lagi Rehan ngapain sih nelpon Cinta, kenapa gak nelpon aku aja sih"batin Dina.


Cinta berjalan menuju balkon kamarnya, dia berdiri ditepi kanan balkon kamarnya dan


langsung mengangkat telpon dari Rehan.


"Hallo Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Hallo gadis kecilku sayang"ucap Rehan.


"Kangen"ucap Rehan.


"Belum sehari udah kangen ya"ucap Cinta.


"Di penginapan sepi, harusnya aku mengajakmu gadis kecil, paling tidak bisa bermesraan denganmu saat senggang"ucap Rehan.


"Nanti Kak Rehan gak fokus kerjanya, malah bermesraan terus"ucap Cinta.

__ADS_1


"Rasanya ingin cepat pulang"ucap Rehan.


"Aku juga pengen Kak Rehan cepet pulang, kangen nyium Kak Rehan"ucap Cinta.


"Awas ya, nanti aku kali lipatin setiap hari ciumannya biar pas pulang aku nagih yang banyak"ucap Rehan.


"Jadi takut Kak Rehan buas"ucap Cinta.


"Gadis kecil jangan lupa minum obat ya, makan dan tidur yang teratur"ucap Rehan.


"Oke Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Ranjang disini terasa sepi tanpamu gadis kecil, malam ini meluk guling dulu deh"ucap Rehan.


"Aku juga malam ini tidur sendiri, gak ada yang meluk"ucap Cinta.


"Aku akan segera pulang sayang"ucap Rehan.


"Aku menunggumu Kak Rehan"ucap Cinta.


"I Love You"ucap Rehan.


"I Love You Too"ucap Cinta.


Cinta menutup telponnya kemudian kembali ke dalam ruangan kamarnya. Dina kembali membujuknya minum obat.


"Cinta obatnya diminum dulu, biar kau cepat sembuh"ucap Dina.


"Iya Kak Dina"ucap Cinta mengambil obatnya.


"Bismillahirrahmannirrahim"ucap Cinta sebelum mau meminum obat itu.


Bau mau meminum obat itu tiba-tiba suara ketukan pintu kamarnya terdengar kencang.


Tuk.....tuk....tuk..........


"Non Cinta....Non Cinta yang cantik jelita"ucap Mba Tin-Tin.


Cinta kembali meletakkan obat itu diwadah.


"Masuk mba Tin-Tin gak dikunci"ucap Cinta.


"Sialan ada-ada aja sih penghalangnya, gimana Cinta bisa cepet mati kalau kaya gini"batin Dina.


Mba Tin-Tin masuk ke dalam kamar Cinta.


"Non Cinta, Mba menemukan barang penting yang bersejarah"ucap Mba Tin-Tin.


"Barang apa Mba?"tanya Cinta.


"Nih obat Non Cinta, ada ditempat sampah yang kesepian tiada teman"ucap Mba Tin-Tin sambil memberikan obat itu pada Cinta.


"Eh iya, ini obat milikku, makasih ya Mba"ucap Cinta.


"Iya Non, Mba senang bisa membantu bidadari cantik dari langit kaya Non"ucap Mba Tin-Tin.


"Aduh....kenapa obatnya ditemuin mba lebay ini sih"batin Dina.


"Cinta ayo diminum obatnya nanti lupa loh"ucap Dina.


"Iya Kak Dina"ucap Cinta kembali mengambil obatnya.


Cinta membuka mulut dan mau memasukkan obat itu ke mulutnya tiba-tiba Mba Tin-Tin berteriak.


"Ulet..........."ucap Mba Tin-Tin mengibaskan ulat dibajunya hingga ulat itu jatuh ke dalam dada Dina.


Pluk................


"Ih..............."ucap Dina berteriak ulat yang dikibaskan Mba Tin-Tin masuk ke dalam dada Dina.


Cinta tidak jadi minum obat dan meletakkan kembali obat itu diwadah.


"Kak Dina ulatnya didalam baju kakak"ucap Cinta.


"Ih....geli......."ucap Dina.


Dina berlari kesana sini karena kegelian hingga menginjak wadah obat abal-abal itu.


"Uletnya cowok kayanya Non Dina, suka ngumpet didalam bra syantik soalnya"ucap Mba Tin-Tin.


"Mba Tin-Tin tolongin buangin"ucap Dina.


"Minta tolong Pak Securiti aja Non, Mba juga takut"ucap Mba Tin-Tin.


"Hah....minta tolong Pak Securiti tar diraba-raba lagi"ucap Dina.


"Anggap saja promo diawal sebelum buka paket Non"ucap Mba Tin-Tin pada Dina.


"Gila...."ucap Dina.


Dina langsung keluar dari kamar Cinta sambil kegelian karena ulatnya.

__ADS_1


__ADS_2