ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA
Part 64


__ADS_3

Cinta mulai sadar saat diperjalanan menuju ke luar kota. Dia melihat Dokter Daniel memangkunya. Cinta langsung bangun dan berbicara pada Dokter Daniel.


"Kak Daniel"ucap Cinta.


"Cinta"ucap Dokter Daniel.


"Kok aku ada disini?"tanya Cinta.


"Kita mau ke luar kota Cinta"ucap Dokter Daniel.


"Tidak, Kak Rehan pasti mencemaskanku"ucap Cinta.


"Rehan?"tanya Dokter Daniel.


"Iya Kak Rehan yang waktu itu menemaniku saat ibuku meninggal"ucap Cinta.


"Rehan Darien?"tanya Dokter Daniel.


"Iya Kak"ucap Cinta.


"Cinta apa hubunganmu dengannya?"tanya Dokter Daniel.


"Dia suamiku"ucap Cinta.


"Suamimu? kapan kau menikah dengannya?" tanya Dokter Daniel.


"Beberapa minggu yang lalu"ucap Cinta.


"Cinta kau masih muda sudah menikah dengannya?"tanya Dokter Daniel.


"Aku menderita Leukimia itu sebabnya Kak Rehan menikahiku untuk merawat dan menjagaku"ucap Cinta.


"Apa kau mencintainya?"tanya Dokter Daniel.


"Iya, aku mencintai Kak Rehan"ucap Cinta.


"Apa kau bahagia bersamanya?"tanya Dokter Daniel.


"Aku sangat bahagia bersamanya"ucap Cinta.


"Begitu ya"ucap Dokter Daniel.


"Cinta, aku ingin mengatakan sesuatu, tapi anggaplah ini hanya sebuah pernyataan tanpa harus memberi jawaban, aku tak ingin memendamnya"ucap Dokter Daniel.


"Apa kak?"tanya Cinta.


"Sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak lama, sejak aku menjadi Dokter yang menangani ibumu. Tapi aku tidak bermaksud untuk membuatmu bingung. Ini hanya ungkapan perasaanku saja, ini sudah membuatku lega"ucap Dokter Daniel.


"Kak Daniel, aku berharap suatu saat nanti kakak akan bertemu orang yang baik dan mencintai kakak"ucap Cinta.


"Makasih Cinta"ucap Dokter Daniel.


"Kak, antarkan saya pulang, Kak Rehan pasti mencariku"ucap Cinta.


"Baiklah"ucap Dokter Daniel.


Meskipun Dokter Daniel sempat kecewa tapi dia tidak ingin membuat Cinta bersedih. Dokter Daniel meminta supirnya untuk balik arah menuju kota A.


***********


Rehan keluar dari rumahnya untuk mencari Cinta. Dia mengendarai mobilnya. Sepanjang perjalanan Rehan terus memikirkan Cinta. Dia sangat mengkhawatirkannya. Rehan terus mengendarai mobilnya melaju dijalan raya. Kemacetan terjadi dijalan raya begitu panjang. Rehan tak sabar, dia keluar dari mobilnya dan berjalan ditepi jalan.


Rehan melihat anak kecil berjualan tisu ditepi jalan. Dia menghampiri anak itu.


"Dek kamu masih kecil kenapa jualan dijalan raya seperti ini, bahaya"ucap Rehan.


"Saya ingin tetap sekolah Om, ibuku hanya seorang penjual gorengan. Dari mana biaya untuk sekolah kalau saya tidak jualan tisu ini"ucap Andi.


"Memang kamu kelas berapa?"tanya Rehan.


"Kelas tiga Om"ucap Andi.


"Aku beli semua tisumu"ucap Rehan.


"Yang benar Om?"tanya Andi.


"Iya"ucap Rehan.

__ADS_1


"Terimakasih Om"ucap Andi.


"Nih"ucap Rehan memberikan uang untuk Andi.


"Ini banyak sekali Om"ucap Andi.


"Untuk membantu biaya sekolahmu dan harus selalu kau ingat bekerja keras kunci kesuksesanmu"ucap Rehan.


"Siap Om"ucap Andi.


Rehan meninggalkan Andi dan membagikan tisu itu pada setiap orang yang melewati jalan sampai habis. Setelah itu dia masih berjalan hingga tiba disebuah masjid ditepi jalan. Rehan menyempatkan sholat dimasjid itu dan meminta nasihat dari imam masjid itu.


"Setiap ujian yang Allah berikan pasti ada hikmahnya. Allah tidak mungkin menguji umatnya melebihi batas kemampuannya"ucap Ustad Sanusi.


"Iya Pak Ustad"ucap Rehan.


"Percayalah setiap masalah akan bermuara pada sebuah penyelesaian itu sudah diatur oleh Allah SWT"ucap Ustad Sanusi.


"Terimakasih Pak Ustad atas nasihatnya"ucap Rehan.


Rehan berdiri dan berjalan keluar dari masjid saat dia hendak memakai sandal seorang perempuan yang familiar berdiri didepannya.


"Gadis kecil"ucap Rehan.


"Kak Rehan"ucap Cinta.


Rehan langsung memeluk Cinta, dia begitu merindukannya.


"Kenapa kau bisa disini?"tanya Rehan.


"Tadi aku diantar Dokter Daniel mau pulang ke rumah tapi jalanan macet parah, aku berpikir untuk berjalan kaki hingga aku melihat sebuah masjid. Aku menyempatkan sholat dhuhur disini tapi justru aku bertemu denganmu disini"ucap Cinta.


"Gadis kecil, Allah kembali mempertemukan kita dijalannya yang baik seperti Allah mempertemukanku denganmu"ucap Rehan.


"Iya Kak Rehan"ucap Cinta.


"Kangen......"ucap Rehan.


"Aku juga kangen sama Kak Rehan"ucap Cinta.


"Stop! Kak Rehan ciumannya dirumah aja ya"ucap Cinta.


"Aku lupa kita sedang didepan masjid, gadis kecil"ucap Rehan.


"Ayo pulang Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Baik gadis kecilku"ucap Rehan.


"Gendong...."ucap Cinta manja.


"Ayo naik"ucap Rehan duduk didepan Cinta.


"Asyik....."ucap Cinta naik ke punggung Rehan.


Rehan menggendong Cinta sambil berjalan ditepi jalan.


"Gadis kecil upahnya jangan lupa"ucap Rehan.


"Kak Rehan mau upah apa?"tanya Cinta.


"Yang itu, kangen"ucap Rehan.


"Kak Rehan...."ucap Cinta.


"Cium"ucap Rehan.


"Malu lagi dijalan"ucap Cinta.


"Cium pipi"ucap Rehan.


Cup


"Senengnya dicium istri"ucap Rehan.


"Memangnya dipulau gak ada yang nyium?"tanya Cinta.


"Ada, tapi lumba-lumba"ucap Rehan.

__ADS_1


"Masa, biasanya gadis pulau cantik-cantik"ucap Cinta.


"Kau cemburu?"tanya Rehan.


"Iya, aku cemburu kalau Kak Rehan genit disana"ucap Cinta.


"Gadis kecil kau mau dengar ceritaku gak?"tanya Rehan.


"Cerita apa?"tanya Cinta.


"Ada nelayan yang memintaku menikahi kelima anak gadisnya"ucap Rehan.


"Lalu Kak Rehan menerimanya?"tanya Cinta.


"Terima gak ya?"ucap Rehan menggoda Cinta.


"Ah......Kak Rehan"ucap Cinta.


"Tentu gak dong sayang, akukan udah mentok sama kamu"ucap Rehan.


"Beneran?"tanya Cinta.


"Suer"ucap Rehan.


"I Love You"ucap Cinta berbisik ditelinga Rehan.


"I Love You Too gadis kecil"ucap Rehan.


Rehan terus berjalan mengendong Cinta.


"Kak Rehan naik kereta cepat yuk, sepertinya seru"ucap Cinta.


"Boleh brangkaaaat"ucap Rehan menggendong Cinta sambil berlari.


"Kak Rehan pelan-pelan"ucap Cinta.


"Kamu takut ya sayang"ucap Rehan.


"Iya"ucap Cinta.


Rehan dan Cinta naik kereta cepat itu.


"Kak Rehan lihat, kota terlihat dari sini"ucap Cinta.


"Iya gadis kecil"ucap Rehan.


"Itu Apartemen Gloriakan?"tanya Cinta.


"Iya sayang, tempat kita pertama memadu kasih" ucap Rehan.


"Kak Rehan...."ucap Cinta malu.


Cinta melihat-lihat pemandangan dari jendela kaca kereta api cepat itu.


"Tidurlah, aku akan menjagamu"ucap Rehan.


Cinta duduk kemudian menyandarkan kepalanya dibahu Rehan.


"Kak Rehan kau akan selalu disisikukan?"tanya Cinta.


"Iya gadis kecil"ucap Rehan.


"Aku bahagia menjadi istrimu"ucap Cinta.


"Kau memang harus bahagia bersama Rehan Darien ini"ucap Rehan.


"Baik Tuan Rehan Darien"ucap Cinta.


Cinta terus mengoceh hingga akhirnya tertidur dibahu Rehan.


"Gadis kecil kau sudah tidur"ucap Rehan.


Rehan mencium kepala Cinta yang sedang tidur.


"I Love You"ucap Rehan.


Kereta cepat itu terus melaju bersama Rehan dan Cinta yang terus saling mencintai wakau seberapa sulit ujian yang akan datang pada mereka, tapi cinta tetap akan menyatukannya.

__ADS_1


__ADS_2