
Ini hari kedua aku mencari pekerjaan,aku akan lebih giat setelah aku membersihkan kamar ini, datang ke tokoh kue bekerja sebentar dan
Raut wajah fisya yang ceria menjadi kusam
Tidak akan ada waktu untuk mencari pekerjaan,TIDAK aku harus semangat dan percaya akan keajaiban.tapi hanya tertinggal satu hari lagi untuk ku mengumpulkan uang sebelas juta dollar
Fisya keluar dari kamarnya membawa tas sandang miliknya dan berjalan ke luar rumah, ia bahkan tidak menghiraukan anggota keluarganya yang sedang sarapan di meja makan
"Lihat dia bu,begitu percaya diri" ucap saudari fisya
"Dia tidak akan pernah bisa mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu sesingkat ini" ibu fisya tertawa bersama dengan anak kesayangannya
Jangan khawatir,aku hanya perlu berharap semesta akan adil kepadaku hari ini
Fisya keluar dari rumah itu berjalan ke kota menuju tokoh kue di seberang jalan kota.
Agh... sudah dua hari aku mencari wanita ini, apakah dia benar benar tinggal di kota ini
Reza mengambil handphonya dan akan menelpon andre,aksi nya kali ini tidak akan mengundang banyak wanita karena ia mengenakan topi dan masker
"Hallo andre.." nada bicara reza sangat lantang
"Ada apa tuan"
"Apakah hanya ini informasi yang bisa kau dapatkan?" Tanya nya melihat secarik kertas
"Maaf kan saya tuan tapi.hanya itu yang saya dapatkan dari tkp" jawabnya
Agh...lelaki ini benar benar ingin membunuh ku, dia sangat tidak bisa diandalkan
"Andre?..." kali ini nada bicara nya menjadi lembut
__ADS_1
"Iya tuan?"
"Apa kau yakin wanita ini benar benar tinggal di kota ini" tanya nya putus asa
"Saya...tidak tau tuan"
Dengan cepat reza menutup telpon itu dengan emosi yang meluap luap dan kembali berjalan tak tentu arah sembari memandang selembar kertas ditangannya.
Menyebalkan.
Sampailah fisya di depan tokoh kue,fisya masuk dan melihat lisa yang lagi lagi sedang tidur pulas.
Yah baiklah sepertinya aku bekerja sendiri hari ini
Fisya meletakkan tasnya di meja dan berjalan ke dapur,dilihatnya dapur yang sangat berantakkan. Dengan sigap fisya membersihkannya, menyapu,mengepel dan menghelap setiap sudut yang kotor.kini dapur yang sangat kusam dan berantakan itu menjadi rapi dan sedikit bercahaya.
Selanjutnya membersihkan luar dapur dan tokoh
"Fisya? Sejak kapan kau disini" ucap lisa melihat fisya yang sedang menghelap lemari kaca
"Sudah cukup lama" fisya melanjutkan pekerjaanya
Dilihatnya semua ruangan sudah bersih dan rapi,dapur yang kotor kini sudah bersih,lantai yang kotor sudah mengkilat
Anak ini benar benar
"Maaf aku terlambat" masuklah lelaki yang berpakaiyan rapi ke dalam tokoh kue itu
Siapa dia? Apakah dia karyawan baru di tokoh ini
Sejenak lelaki itu berhenti dan memandang fisya yang sedang membersihkan kaca
__ADS_1
Dia cantik sekali.
"Oh hai alex,ngomong ngomong ini fisya karyawan baru kita" ucap lisa
"Hai aku fisya" fisya berdiri dan memberi sapaan kepada lelaki ini
"Fisya ini alex koki yang membuat semua kue di sini sekaligus dia adalah pemilik tokoh kue ini" ucap lisa.
Fisya sudah selesai membersihkan ruangan tokoh ini,bahkan alex pemilik tokoh kue ini tidak pernah melihat tokohnya sebersih dan serapi ini
"Lisa?" Fisya datang ke hadapan lisa
"Ya?"
"Jadi apa tugas fisya?" Fisya menanyakan tugasnya
Dia sudah membersihkan ruangan ini dan masih ingin mendapatkan tugas?
Alex tersenyum kecil mendengar perkataan fisya
"Yah kau bisa duduk di sampingku dan menunggu pelanggan datang" ucap lisa
Hanya ini, wajar saja gajinya hanya tiga puluh dollar
Fisya duduk di sebelas lisa yang sibuk membuat bungkus kue.
Sedangkan reza masih berkeluyuran di kota besar ini mencari fisya
Kemana lagi aku harus mencari wanita bod*h yang sangat sulit ditemuka sudah dua hari aku berjalan tak tentu arah di kota ini. Yah sebaiknya aku makan siang terlebih dahulu dan melanjutkan pencarian narapidana ini.
Reza masuk ke dalam restoran besar tepat di sebelah tokoh kue kecil tempat fisya bekerja.
__ADS_1
Bersambung-