KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Panggil aku sayang!


__ADS_3

"Aku tidak suka bekerja! Tapi aku terjebak bersama aron dan lisa, aku sangat ingin menangis" ucap reza usai mengangkat telpon entah dari siapa


"Ayo berangkat!" Aron menarik tangan reza dan mengikuti arah lisa berjalan


Sebelumnya mereka sudah bilang akan pergi bekerja beberapa jam lalu, tapi reza selalu saja mengundur waktu nya, banyak sekali alasan yang reza lontarkan mulai dari cuaca hingga arah mata angin juga ikut menjadi alasan reza untuk tidak pergi ke kantor.


Sedangkan diandra, pergi untuk meneraktir beberapa temannya atas kemenangan yang ia dapatkan dengan cara yang cukup licik itu, seperti biasa di ruangan ini hanyak ada fisya dan hans,


Fisya yang tengah menyapu lantai, sedangkan hans membaca sebuah buku sembari duduk diam


"Apa kau tidak akan ke kampus?" Tanya hans menutup buku nya dan memandang punggung fisya Yang tengah menyapu didepan kasur hans


"Tidak" jawab fisya singkat


"Aku ingin makan apel" ucap hans melihat ke luar jendela


Fisya meletakkan sapunya di belakang pintu dan berjalan mengambil buah apel di kantung belanjaannya semalam, kemudian membuka apel itu lalu memotong nya kecil kecil ke atas piring.


"Apa hanya apel?" Tanya fisya


"Ya, tapi aku tidak akan makan siang nanti" ketus hans


"Kenapa?" Tanya fisya berhenti memotong buah apel itu

__ADS_1


Embun tidak ada jawaban dari hans, dia hanya diam dan terus memandang ke luar jendela.


Fisya berjalan ke samping kasur hans dan duduk di kursi tepat di sebelah hans memandang.


Fisya menjulurkan piring itu ke arah hans, namun balas hans hanya memandang piring itu kaku


"Kenapa? Apa tuan hans ingin di tambahkan keju atau mayones di atas nya?" Tanya fisya


"Tidak" jawab hans singkat, membuat fisya semakin kebingungan


Padahal tadi tuan hans ingin memakan apel, tapi sekarang dia tidak....


"Aku ingin kau menyuapi ku" ucap hans menatap fisya


Fisya mengambil sendok garpu dan mulai menyuapi hans, benak fisya hanya ingin membahagiakan hans yang sudah terluka karna dirinya dan tidak lebih dari itu


"Hei-" panggil hans


Fisya mengangkat kepalanya, namun tidak berhenti menyuapi hans,


Di saat menyuapi hans fisya sempat berpikir sekarang ini hans adalah anak kecil yang sangat manja, sebaliknya ketika hans marah maka dia akan menjadi iblis yang selalu siap mengantarmu ke neraka


"Aku tidak suka kau memanggil ku seperti itu" lagi lagi perkataan hans membingungkan fisya

__ADS_1


"Fisya gak ngerti" fisya mengerutkan alisnya dan melihat wajah hans seperti acuh tak acuh


"Maksud taun hans apa?" Tanya fisya sekali lagi


"Itu maksud ku! Aku tidak suka kau memanggilku tuan hans! Seperti aku adalah atasan mu dan kau adalah bawahan ku, aku tidak suka itu" ucap hans


Sejenak fisya terdiam, berpikir keras apa yang sedang hans inginkan,bukankah posisi presiden direktur memang sepantasnya di panggil dengan sebutan tuan, atau direktur?


"Jadi kau ingin fisya panggil apa?" Tanya fisya


"Terserah tapi jangan dengan panggilan itu"


"Jika begitu fisya akan panggil direktur" polos fisya meletakkan piring kosong ke atas meja


Kenapa dia masih tidak mengerti!?


"Bukan seperti itu" ketus hans kesal


"Lantas seperti apa?" Tanya fisya heran sembari menuangkan air putih ke gelas kosong


"Panggil aku dengan namaku atau kau bisa memanggil ku sayang!...


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2