
Fisya pulang diantar oleh salah satu supir pribadi kantor hans, ia hanya meninggalkan email untuk nenek agar tidak khawatir, di dalam mobil ia hanya tersandar bertupang dagu memandang luar jendela, sembari memikirkan apa yang dikatakan oleh hans di ruangannya tadi
Aku harus bagaimana?
Aku tidak ingin hans pergi, yang pasti aku tidak ingin hans seperti johan ataupun jorgi
Mengingat johan meninggalkan fisya bersetubuh dengan sahabatnya sendiri dan jorgi begitu egois akan diri fisya, tenggorokkan fisya terasa sakit setiap kali ia meneguk air liur nya, mata fisya terus menjatuhkan air mata.
Ia sudah sampai di kediaman hans, fisya langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar, berbaring di atas kasur sembari menangis, tidak jelas apa yang dia tangisi tapi yang penting itu ada kaitannya dengan apa yang hans katakan
Aku harus bagaimana? Atau haruskah aku.....
Sejenak fisya menghentikan tangisnya, dan duduk di atas kasur berpikir keras atas keputusan yang akan ia ambil malam ini. Tak lama handphone nya berdering menandakan satu panggilan masuk, tak lain itu adalah hans.
Fisya membenarri suara nya
"Ekhem!... ya! IYA, IYAAA" sedikit latihan agar suara fisya tidak serak untuk menyakinkan hans bahwa dirinya tidak menangis
__ADS_1
Fisya mengambil handphone itu dan mengangkatnya
"Ya?" Ucap fisya menggemaskan
"Aku akan pulang terlambat! Kau jangan menunggu ku" ketus hans dengan nada yang sedikit lantang
"Kau ingin ke mana?" Tanya fisya
"Tidak ke mana mana, kenapa?"
"Tidak apa apa, jam berapa kau akan pulang?" Tanya fisya memancing hans untuk berbicara
Fisya menarik nafas dalam dalam dan membulatkan tekat untuk keputusan yang akan dia ambil malam ini
"Bi-,,,bisakah kau pulang jam delapan malam? Sebentar saja hanya untuk sepuluh menit" fisya menelan air liur nya meski tenggorokkan nya terasa sangat sakit
"Kenapa?" Tanya hans dingin
__ADS_1
"sebentar saja" jawab fisya
"Baiklah!" Setelah beberapa detik barulah hans menjawab dan langsung mematikan telponnya
Ada dua hal yang fisya rasakan saat sudah mengatakan hal itu kepada hans, pertama ; ia merasa menyesal karna sudah membuat keputusan sendiri dan ke dua ; ia marasa gugup dan takut akan malam ini
Baiklah! Berikan saja apa yang hans inginkan, tidak apa! Semua akan baik baik saja selama aku masih bersama dengan hans
Sekali lagi fisya meyakinkan dirinya, dilihat sudah pukul 17:44, fisya bersiap, ia mandi dan menganti baju, fisya memakai baju piama hitam yang amat pendek dan terbuka, mengenakan pakaian dalam berwarna hitam pula, ia menyisir rambutnya dan kembali berpikir untuk kedua kali
Apakah ini benar?
Apa tidak apa jika aku melakukan ini?
Banyak waktu fisya habiskan berdiam diri di kamar dengan seribu rasa ragu dan takut akan pilihannya, bahkan fisya melewatkan makan siang nya, ia hanya duduk, berbaring dan berjalan jalan kecil di dalam kamar memikirkan setiap dampak buruk dan baik jika ia melakukan hal itu...
Bersambung-
__ADS_1
Hallo reader's jadi untuk beberapa episode kedepan tokoh fisya akan menyebut diri (aku) dan akan bercerita tentang apa yang dia rasakan selama dengan hans, dan khusus untuk episode selanjutnya author peringatkan ini sepenuhnya adalah adegan DEWASA harap untuk mematuhi peraturan yaitu episode tidak layak di baca untuk anak di bawah umur ya^.^