
"Siapa yang membuat ini!" Hans menghamburkan semua kertas yang ada di mejanya dan menatap sinis semua keyawan yang duduk di hadappan meja
"Tap...tapi presiden...saham di kota A ..." belum selesai wanita berkaca mata itu menjawab hans sudah berdiri dan menepuk meja nya
"Karyawan macam apa kalian!? Membuat sketsa tidak bisa! Menaikkan saham tidak mampu! Mendapatkan informasi tentang perusahaan lain tidak kalian kerjakan" tunjuk hans yang diiringi oleh mimik dan tatapan mengerikan semakin membuat para karyawan gemetarran
"Saya sebagai pimpinan karyawan...meminta maaf atas hal itu presiden" lagi lagi wanita berkaca mata berusaha menyelamatkan dirinya
"Minta maaf!? Aku tidak butuh maaf! Aku butuh hasil" hans melemparkan semua tumpukkan dokumen ke hadapan pimpinan itu
"Sekarang keluar dari ruangan ku atau kupecat kalian" murka hans menunjuk ke arah lift
Dengan cepat para karyawan berlari berebut untuk masuk ke dalam lift menghindari kemurkaan hans yang selanjutnya
Namun mereka cukup bersyukur karna kali ini hans masih memberikan mereka kesempatan untuk mengerjakan tugas dengan baik
Aku bisa gila dengan semua karyawan bodoh ini
Hans mengambil handphone nya dan menelpon fisya
Satu panggilan tak terjawab membuat hans semakin murka
Dipanggilan kedua juga tidak diangkat
Satu panggilan lagi! Jika kali ini kau tidak
Mengangkat telpon ku! Maka akan ku jerumuskan kau keneraka
__ADS_1
Hans menekan nekan handphone nya dengan sekuat tenaga untuk menelpon fisya
Meski tak berarti apa apa tapi hans terus menekan hanphone itu
"Iya..." jawab fisya terdengar imut dan menggemaskan
"Kemana saja kau!! Apa kau tidak lihat aku sudah lapar! Kau seharusnya mengingat ini jam
Makan siang ku,apa kau ingin menguji ku!?" teriak hans didalam handphone
Kau bisa makan di kantin dasar bodoh
"Buat kan aku makan siang! Aku tidak ingin makan siang dari mana pun,aku hanya ingin buattan mu" hans mematikan telpon itu tampa ada sahut suara dari fisya
Iblis ini benar benar merepotkan
Disisi lain elena (wanita sex* senior hans) masuk ke dalam ruang kerja hans dengan pakaiyan super mini seolah olah ingin menggoda lelaki yang tengah dilanda emosi Ini
"Hans..." ucap nya lembut sembari mengingit ujung bibirnya
"Kau mau apa!?" Dingin jawab hans
"Akhir akhir ini...kita jarang bertemu " elena duduk di hadappan hans dengan pakaiyan yang sangat menonjolkan payu-dara nya
"Aku sibuk" hans memainkan handphone nya
"Bagaimana jika malam ini...kita..." elena mengingit bibir nya dan menurunkan resleting bajunya guna menampakkan bela-han
__ADS_1
"Aku sibuk!" Jawab hans terus memainkan handphone nya
Baiklah jika ini tidak berhasil maka rencana B
Elena berjalan ke arah hans dan duduk di pangkuannya berusaha menggoda dengan bela-han miliknya dan membuka dasi hans
"Ayolah hans...aku sudah rindu dengan dirimu" elena mengibaskan rambutnya kebelakang
"Aku sibuk!" Sudah tiga kali hans mengatakan hal itu sebaiknya elena berhenti sebelum kalimat keempat hans keluar
"Apa kau tidak rindu pada ku!?" Elena men-cium bibir hans
Wanita ini tidak punya harga diri
Untung saja fisya tidak berprilaku seperti
"Kau mau apa!?" Tanya hans meletakkan handphone nya dan memandang elena
"Aku hanya ingin...malam...ini" elena membelai pundak hans terus berusaha meng-goda hingga hans ingin melakukan hal itu dengannya
Setelah itu barulah elena akan meminta imbalan
"Akan ku jadwalkan waktu untuk mu! Aku sangat sibuk" hans masih memikirkan fisya
"Jika begitu sekarang saja" elena benar benar membuka bajunya hingga hanya tersisa B-h yang menutupi bela-han itu...
Bersambung-
__ADS_1