
Jadi itu alasan iblis tidak pulang ke rumah?
Wajar saja!,diakan orang terpandang tidak heran banyak wanita yang mengantri untuk dirinya
Raut wajah fisya berubah seketika
Tidak tau apalah arti dari perubahan ini tapi nampaknya fisya tengah bersedih
Alisnya yang mengerut serta mata sayunya yang ditundukkan
"Ada apa?" Tanya lisa mengetahui ke adaan fisya
"Apa kau cemburu?" Tolak kata kata yang tidak lagi menggunakan basa basi lisa langsung pada inti pembicaraan
"Apa!? Cemburu? Apa lisa sedang sakit!? Fisya gak cemburu, fisya hanya...em...hanya sedang ingin membaca makalah!"dengan cepat Fesya membuka buku besar di atas Pangkuan nya
Yang benar saja!
"Yah baiklah! Terserah dirimu" lisa kembali terfokus pada jalanan sedangkan fisya sibuk membolak balikkan makalah tampa membacanya
Rasa apa ini?
Rasanya tidak nyaman!
Bukan! Bukan tidak nyaman tapi menyesak di jantungku?
Apa aku jantungan!? Tapi selama ini aku baik baik saja
__ADS_1
ATAU JANGAN JANGAN! APA AKU CEMBURU?
Sorot mata fisya membesar melihat makalah ini
Jantung kembali berdetak kencang
Berusaha menyakinkan dirinya bahwa ini bukan lah tentang hans
Tidak! Tidak! Tidak! Kenapa aku harus cemburu?
Dengar fisya! Kau dan hans hanya memiliki hubungan kontrak jadi kau tidak berhak menyukai dirinya apa lagi sampai sejauh ini
Fisya mengusap ke dua matanya dan berusaha tenang untuk melupakan masalah hans sejenak
Sedangkan yang tau ada apa dengan fisya tersenyum senyum kecil tidak atau apa yang lucu
"Karna hans itu memiliki banyak wanita! Bukan satu! Tapi puluhan bahkan ratussan! Maka kuat kan hati mu teman!" Lisa menepuk nepuk pelan kepala fisya yang nampak begitu kebingungan
Entahn ini kebingungan atau memang wanita ini tengah bersusah hati memikirkan hans
"Fisya gak suka sama tuan hans!" Sekali lagi fisya menyakinkan lisa bahwa ia benar benar tidak tertarik dengan iblis itu
"Dengar lisa! Fisya sama tuan hans itu hanya memiliki hubungan kontrak dan tidak lebih dari itu" fisya mencubit pipi lembut lisa sebari tersenyum leluasa
Sepertinya senyumannya ini untuk menutup rasa gelisa di hatinya
Hanya fisya yang tau bagaimana keadaan hati sekarang
__ADS_1
Entah esok ia akan melupakannya atau tidak sama sekali
"Hati hati! Aku harap hans akan pulang nanti" ujar lisa menghentikan mobil tepat di depan gerbang kampus
"Fisya berharap tuan hans tidak pulang untuk selama lamanya!" Seketika kedua mahluk yang mulai menjalin tali pertemanan ini tertawa terbahak bahak
Membuat orang melihat mereka menjadi iri karna di pagi hari mereka sudah bahagia sejenak
"Lisa hati hati! Dahh!!!" Fisya berjalan meninggalkan lisa di dalam mobilnya dan menuju ke dalam kampus
Apa aku benar benar menyukai tuan hans?
Maka jika iya aku harus melupakannya dengan sesegerah mungkin
Jalan fisya terpaku pada satu lorong yaitu menuju kelas smart XI ruang 2 di seberang sana
Katanya di perkumpulan kali ini akan ada beberapa senior yang akan membimbing pemelajaran atau belajar besama
Lalu di lorong yang berlawanan fisya melihat jorgi tengah berjalan dengan wanita yang begitu cantik dan sexy
Nampaknya itu adalah mahasiswi baru atau semacamnya
Tapi sepertinya kedatangan mahasiswi cantik ini mengundang banyak sekali perhatian
Wajahnya memang cantik, katanya dia adalah salah satu anak dari keluarga terpandang....
Bersambung-
__ADS_1