KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
sunyi


__ADS_3

Hans mengambil handphone dari saku celana memainkannya sebentar dan meletakkan handphone itu lagi di atas meja lalu dengan sikap yang dingin kembali memandang fisya


"Bagaimana dengan harimu?" Tanya hans


"Hari ini fisya cukup bahagia"ucap fisya yang kembal memusatkan pandangan


"Fisya diundang ke acara pernikahan sahabat fisya, fisya jadi tamu kehormatan disana sepertinya hari fisya cukup menyenangkan bukan?"senyum fisya seakan akan merendahkan perasaannya sendiri


"Benarkah! Lalu kenapa kau menolak saat aku mengajakmu untuk pergi kepernikahan mereka?" Pertanyaan hans menyadarkan fisya akan wajah murungnya


Dengan segera fisya mengubah mimik wajahnya dan langsung kembali tersenyum,setidaknya dengan semua kesedihan ini masih menyempatkan dirinya untuk tersenyum,entah itu senyum bahagia atau sebaliknya hanya fisya yang mengerti


"Maaf! Tadi tuan hans bilang apa"senyum fisya tetap terlihat indah dimata hans walau senyum itu tidak melambangkan apa pun


"Apakah tuan hans mencari saya?" Tanya andre memusat kearah hans


"Ya aku mencari mu! Aku ingin berkeliling siapkan mobil pribadiku! Aku tunggu sepuluh menit lagi"perintah hans


Apa! Sepuluh menit?


Tuan hans benar benar ingin membunuhku


Andre membungkuk dan pergi meninggalkan fisya dan hans,tak terkecuali semua kesedihan fisya yang membuat malam ini semakin suram

__ADS_1


"Aku ingin kau menemaniku ke suatu tempat"ucap hans memalingkan pandangan


Benarkah!?


Aku sangat terkesan


Begitu banyak waktu yang mereka habiskan dimeja makan bundar terbuang sia sia tampa ada sahut suara ataupun timbalan dari suara itu sendiri


"Tuan hans! Mobil anda sudah siap"seorang supir yang mengenakan topi hitam menghampiri mereka


"Ayo!"lagi lagi hans meninggalkan fisya tampa kejelasan


Fisya berdiri berjalan mengikuti hans keluar dari ruang makan restoran dan tiba di luar restoran ada enam bodyguard yang entah datang dari mana berlagak menakutkan berjalan dibelakang mereka


"Izinkan saya nona fisya"ucap salah satu bodyguard itu membuka-kan pintu mobil untuk fisya


Duduk fisya sangat kaku dan suasana di dalam mobil terasa sangat canggung bagi fisya,karna ini pertama kalinya hans mengajak fisya berjalan jalan dimalam hari dan hanya berdua


"Apa ada yang ingin kau tanyakan?"kali ini nada bicara hans sudah membaik


Sesontak pertanyaan itu membuat fisya terkejut dengan segera fisya memandang hans dan mempertimbangkan masalah undangan johan


"Boleh tidak kalau fisya...."namun pertanyaan itu terhenti saat fisya memandang hans yang tengah menyetir

__ADS_1


Terlihat menyeramkan walau berwajah tampan lelaki ini benar benar bisa menghantui hidupmu jika kau salah dalam bertindak


"Apa!?"tanya hans dingin


"Eee...boleh tidak fisya....gak...ikut ke pesta pernikahan tuan johan?"tanya fisya menunduk dan memejamkan matanya,berharap suasana hati hans tengah membaik


"Ya!"singkat jawab hans


Fisya membuka matanya terkejut akan jawaban yang ia dengar fisya merasa sangat beruntung dan bahagia sesaat disingkirkannya rambut yang menutupi wajah itu dan tersenyum lebar memandang hans


"Benarkah?" Satu kata ini membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi bahagia,karna keluar langsung dari bibir wanita cantik yang tengah girang


"Ya benar!" Hans memandang fisya dengan tatapan yang meyakinkan


"Jika kau ingin mati di kandang harimau!"jawab hans menghentikan mobilnya


Sesaat alis yang anggun itu mengerutkan segala harapannya dan membuat wajah fisya tampa kembali sangat kesal dan kecewa


Terdapat banyak kobaran emosi didalam dadanya


Agh!...lelaki ini benar benar membuatku gila


Dia ingin aku mati dengan semua sikap konyolnya!

__ADS_1


"Aku suka wajahmu saat kau marah!" Ucap hans turun dari mobil...


Bersambung-


__ADS_2