
"Itulah kenapa aku mencari pekerjaan sampingan untuk menenangkan diriku! aku menemukan pekerjaan yang cocok kemudian bertemu dengan dirimu di tokoh kue lalu hans menyarankan diriku untuk berteman dengan mu" lisa mengangkat pundak nya
"Aku terus berusaha menjauh Dan melupakan tentang Reza karena aku tahu Reza tidak akan pernah mencintaiku" lisa memalingkan pandangan
"Lisa tahu dari mana kalau reza gak suka sama Lisa" fisya melihat kearah lisa yang berusaha menyembunyikan wajahnya
"Aku tidak tau!" Kembali lagi lisa menjadi loyo
"Apa lisa udah bilang ke reza tentang perasaan lisa?" Fisya melihat lisa yang menggelengkan kepala bertanda bahwa itu artinya tidak
"Lisa coba aja bilang dulu! Biar lisa tau perasaan reza yang sebenarnya,lisa kan belum tau pasti tentang perasaan reza ke lisa" perkataan fisya kali ini menyadarkan lisa
Dengan tatapan yang diiringi oleh senyuman lisa memandang fisya
"Fisya!..." kata tak usai itu dihentikan oleh kedatangan bodyguard yang bertubuh kekar
"Nona diharapkan masuk! Pidato pengantin sudah dimulai dan akan memasuki upacara pernikahan" bodyguard itu mengingatkan
Fisya berdiri dan menjulurkan tangan kearah lisa
Bersama sama mereka berjalan masuk kedalam ruang pesta
Saat melewati pintu masuk fisya melihat johan dan mika tengah berpidato sejenak fisya termenung memperhatiakan mereka yang tengah dihiasi senda tawa
__ADS_1
"Fisya ayo! Hans akan marah jika tidak melihat dirimu"lisa menarik tangan fisya berjalan menuju kearah hans yang duduk kekar dengan mimik wajah yang menyeramkan
"Dari mana saja kau" tanya hans enggan melihat fisya
"Fisya minta maaf tuan hans...tadi fisya..."
"Menemaniku ke toilet" sambung kalimat lisa yang duduk disebelah reza
Tak ambil hirau hans terus memperhatikan mika dan johan yang tengah berpidato
"Aku sangat berterimakasih kepada sahabatku fisya! Dia Tamu kehormattan ku dan sekali gus mantan dari calon suamiku" ucap mika tersenyum licik melihat kearah fisya dan mempererat genggaman tangannya di lengan johan
Fisya yang hendak duduk itu berdiri kaku
Rasa malu dan rasa sakit berpadu menjadi satu menyisakan sebuah goressan besar dihatinya
"Yang tertangkap basah tengah melakukan hubungan terlarang dengan lelaki lain" sambung kalimat mika yang memutar balikkan fakta guna membuat fisya menjadi semakin malu
Tubuh fisya bergemettaran jantungnya sulit untuk di kontrol
olehnya hanya Terdengar gumamman para tamu yang mulai membicarakan gosip tidak benar itu
Sedangkan mika tersenyum puas atas apa yang ia lakukan
__ADS_1
Hans yang duduk itu pun hanya memandang fisya sejenak seakan akan tidak peduli lalu kembali lagi memusatkan pandangannya kearah mika
Kesalahan apa yang pernah aku lakukan? Hingga kau sebenci ini kepadaku!
Gumamman itu kini menghilang
Tergantikan oleh sorakkan para tamu yang tertuju langsung kearah fisya
Sorakkan yang menjatuhkan hargadirinya
Bahkan disituasi seperti ini reza dan lisa tak banyak bertindak
Dengan cepat Fisya menghelap air matanya dan berlari kearah toilet Meninggalkan kerusuhan itu guna menenangkan dirinya sejenak
"Apa kau sudah menyimpan rekaman cctv nya?" Tanya hans melihat kearah reza
Barulah reza tersadar bahwa beberapa hari lalu hans meminta dirinya mengumpulkan bukti rekaman cctv yang merekam kejadian sesunggunya yang sama sekali belum ia kerjakan
Bingung melanda wajah reza tak tau harus melontarkan alasan apa disituasi seperti ini
"Aku menyimpannya" ucap lisa mengeluarkan handphone nya...
Bersambung-
__ADS_1