KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Pulang!


__ADS_3

Seharian penuh tidak ada telpon dari hans


Apakah dia benar benar tidak peduli lagi dengan fisya.


Biasanya baru lima menit fisya keluar dari kediamannya ia langsung menelpon tapi kali ini satu panggilan pun tidak


Mungkin hans masih marah soal kedatangan ibunya


"Aku akan pulang untuk berbelanja, aku harap kau mampir ke rumah ku untuk makan malam!" Kata diandra sembari mengelus kepala fisya


"Iya! Fisya bentar lagi pulang!" Harapan fisya -salah satu dari mobil hans akan menjemputnya.


Diandra pergi meninggalkan fisya dengan mobil merah nya


Sedangkan fisya berdiri sendiri di depan gerbang kampus yang telah sepi


Sudah pukul 17:23 dan fisya masih belum di jemput


Aku harus bagaimana?


Aku bahkan tidak membawa uang sepeser pun,


Yah mungkin aku harus menunggu sebentar lagi


Ia melihat jam di handphone sudah pukul

__ADS_1


17:30 tepat hari sudah makin gelap


Fisya sangat berharap mobil hitam milik hans terparkir di depan gerbang ini untuk menjemputnya


"Fisya!?" Jorgi datang dari samping fisya dan terkejut melihat wanita ini belum pulang juga


"Kenapa belum pulang?" Tanya jorgi dengan kedua tangan di saku celana nya


"Tuan hans belum menjemput fisya!" Senyum fisya tertunduk malu


"Oh ya! Aku baru ingat kau dan hans...." kalimat yang hendak ia katakan teramat berat setelah mengingat bahwa fisya adalah kekasih hans sekarang.


Tapi menurut jorgi, fisya benar benar tidak menyukai lelaki itu dan hubungan mereka hanya sebatas kontrak jadi ia tidak terlalu menganggap hans dalam kehiduppan fisya


Fisya melihat handphone nya menunggu kabar dari hans dan sesekali melihat angka jam


Sudah terlalu lama fisya menunggu jemputan namun tak kunjung datang.


Matahari pun sudah terbenam, kini langit berubah warna menjadi keemasan


"Kau adalah wanita! Tidak baik menunggu di sini sendirian! Dan hari sudah mulai malam" kata jorgi membuat fisya mempertimbangkan tawarannya


Mungkin tuan hans terlalu marah dengan ku hingga ia memberikan hukuman yang cukup pantas ini


"Em....jika kak jorgi gak keberatan?" Basa basi fisya menerima tawaran itu

__ADS_1


Mereka berjalan berdua bak nya seperti pasangan yang serasi


Berjalan ke rumah jorgi yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampus.


Jorgi merasa sangat senang bisa menghabiskan sisa sore ini bersama fisya


"Sudah lama sekali kau tidak berkunjung ke rumah ku! Apa kau sudah makan ?" Tanya jorgi melihat tubuh kecil fisya di sebelah nya


"Em...belum" wanita cantik ini menggeleng sembari mengenggam beberapa buku dengan kedua tangannya


"Kita bisa makan malam di rumah ku, aku akan mengantar mu nanti" jorgi meletakkan kedua tangannya di saku celana dan tidak berhenti melihat fisya yang berjalan di sebelah


Mungkin hari ini adalah waktu yang tepat


"Tuan hans! Sudah pukul 18:00 apa anda yakin tidak ingin menjemput nona fisya? Hari sudah mulai gelap tuan!" Tanya andre menghampiri hans yang duduk santai di depan perapian sembari ditemani oleh kopi panas


" tidak perlu! Ini adalah pelajaran untuk dirinya karna telah membantah perintah ku kemarin!" Jawab hans terdengar menakutkan


Seolah tidak percaya dengan apa yang hans katakan andre kembali menyakinkan dan berusaha membujuk hans untuk segera mengizinkannya menjemput fisya, karna diumur fisya yang masih sangat muda akan ada banyak bahaya di luar sana


" apa anda yakin tuan? Sudah tiga hari anda menghukum nona! Saya mohon izinkan saya untuk.....


"Biarkan dia berjalan kaki untuk pulang" bantah hans...


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2