KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Tujuan


__ADS_3

"Apa yang membawa kalian kemari!?" Tanya hans yang terdengar mengarah ke lisa dan reza namun pertanyaan ini khusu untuk reza


"Aku hanya ingin menemani fisya" ucap lisa yang tau bahwa hari ini hans dan reza akan bekerja lembur sampai larut malam


"Aku tidak curiga akan itu! Tapi yang kucurigai adalah alasan bandit ini kemari?" hans melihat reza yang tengah melihat lelangit sembari bersiul


"Aku kesini untuk mengajak mu bermain! Akhir akhir ini kau terlihat setres! Jadi aku menyaranakan untuk pergi memancing atau sebaginya" reza memutar bola mata nya


Fisya dan lisa hanya teridam melihat pembicaraan yang sedikit membingungkan khususnya saat reza berbicara


"Yah itu tujuan yang mulia!" Hans memandang reza penuh keyakinan


Begini lah jika pemikiran orang orang intelektual disatukan


"Kalian ada pekerjaan lembur malam ini! Mengurus perluasan kekuasaan kota dan saham!" Lisa mengingatkan mereka


Baru lah timbul di benak mereka untuk menyelsaikan pekerjaan yang sering mereka tunda karna menghindari rapat panjang


" aku lupa!" reza menurunkan tangannya dari kepala dan berlagak serius


"Kau selalu lupa!" Lisa memandang reza


" kenapa sekertarisku tidak mengingatkan aku? Baikalah aku akan bersiap" hans berdiri dan berjalan menyelusuri tangga menuju kamar


Saat hans sudah cukup jauh reza menepuk meja dengan kedua tangannya dan melotot kearah fisya

__ADS_1


"Apa kau baik baik saja!?" Tanya-nya melihat fisya yang kebingungan


"Eee....yah! Fisya baik baik saja" fisya tersenyum bingung


"Syukurlah! Aku pikir kau akan mendapat masalah" reza kembali meletakkan tangannya di kepala


"Pergilah bersiap! Kau akan membuat hans semakin kesal jika kau terus bersikap seperti ini" lisa kembali mengingatkan


"Apa aku!? Aku sudah siap" reza kembali meletakkan kedua tangannya diatas kepala


"Ayo berangkat!" Hans berjalan cepat menuruni anak tangga sembari mengancing kancing lengannya


"Selamat tinggal ketenangan dan selamat datang kepusingan!" Reza berdiri dan berjalan di belakang hans


"Mereka selalu begitu tapi ini belum apa apa! Kau akan melihat sikap mereka yang sebenarnya saat aron bersama mereka" lisa tersenyum memandang jalan hans dan reza


"Lisa suka reza karna reza lucu?" Tanya fisya


"Bukan hanya itu ia sama seperti hans yang sering berubah sikap terkadang ia romantis, terkadang ia serius dan kita akan lebih sering melihatnya seperti ini di hari biasa" lisa tersenyum memikirkan reza


"Omong omong! Masakkan mu sangat lezat! Maukah kau mangajari ku memasak?" Tanya lisa


Fisya mengangguk dengan senyuman kebahagiaan kini ia mendapatkan teman lagi namun ia berharap pertemana kali ini tidak hancur karna lelaki


"Kau duluan saja! Aku akan memarkirkan mobil" reza tidak ingin hans terlambat namun ia akan terlambat

__ADS_1


Tampa aba aba hans turun dari mobil membernakan posisi dasinya dan berjalan dengan cepat menuju lift


Terdengar langkah kaki sekertaris teladan perusahaan ini tengah mengikuti dirinya masuk ke dalam lift


"Kenapa kau tidak mengingatkan ku bahwa hari ini aku harus menghadiri empat rapat penting!" Tanya hans melihat jam tangannya


"Maafkan saya direktur! Tapi anda memblokir email saya" sekertaris itu membeberkan sebuah fakta


"Kenapa tidak menelpon?" Tanya hans memandang sekertarisnya


"Tapi direktur! anda sudah tiga kali menganti nomor telpon" satu fakta lagi terkuak


"Jika begitu kau bisa mengirim surat kepadaku!" Hans melotot


Berharap kali ini sekertarinya kalah dalam debat singkat didalam lift


Dengan materi pembahasan keterlambatan hans dan kekurangan informasi dari sekertarisnya


Namun bagaimana lagi hans selalu marah saat sekertarisnya mengingatkan akan beberapa hal penting


Hingga ia memutus tali informasi antara dirinya dan sekertaris tak bersalah ini


"Saya sudah kirim tiga surat direktur" ucap nya membuat hans kehabisan kata kata setelah mengingat ia meminta andre membakar tiga surat dari wanita ini beberapa hari lalu...


Berasambung-

__ADS_1


__ADS_2