KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Pergi


__ADS_3

"Aku akan ke kamar dan sebaiknya kau cepat menyusul!" Ucap hans meninggalkan meja makan


Hari ini kau membuatku sangat kesal!


Tapi ini hanya dalam waktu tiga bulan


Ya tiga bulan yang sangat panjang


Fisya memotong motong puding di hadapan dirinya tampa sedikitpun memakan potongan puding itu


Andre datang menemui fisya dari belakang dan duduk disebelah kursinya


"Ada apa nona fisya? Apakah anda tidak menyukai makanan penutupnya" tanya andre melihat fisya sedang memainkan makannya dengan wajah kesal


"Gak...bukan begitu! Fisya sangat suka!... hanya saja" ucap fisya memalingkan kepala memikirkan bagaimana sikap hans kepadanya malam ini


"Nona fisya! Saya tau kendala anda, anda harus memaklumi sifat tuan hans.sejak kecil setelah kepergian kakak lelakinya tuan hans mengalami Intermittent Explosive Disorder (IED)" ucap andre membersihkan makanan penutup di depan fisya sebelum puding itu hancur menjadi bubur


"Penyakit apa itu" tanya fisya mengangkat kedua tangannya mempersilahkan andre mengambil piring didepannya


"Itu adalah penyakit emosional yang sulit dikendalikan,namun disaat saat tertentu penyakit emosional itu bisa berhenti untuk beberapa saat" andre berdiri hendak memanggil pelayan untuk membersihkan meja makan


Jadi itulah sebabnya tuan hans bertingkah aneh seperti itu


Fisya jatuh dalam lamunan memikirkan keadaan hans yang memprihatinkan namun disisi lain ia cukup jengkel karena hans selalu saja marah dan sangat suka memerintah nya


"Permisi nona fisya! Tuan hans menunggu anda di kamar,beliau menyampaikan pesan jika anda tidak kekamarnya dalam waktu lima menit maka tuan hans akan..."


Fisya terkejut mendengar kalimat yang belum diselesaikan oleh pelayan itu dia tau apa imbasnya jika terlambat.


Fisya berdiri dengan cepat dan menepuk

__ADS_1


meja makan membuat pelayan itu ikut terkejut lalu fisya berlari meninggalkan pelayan itu dengan pesan yang belum sepenuhnya tersampaikan


Yang benar saja,memakan waktu sepuluh menit untuk sampai kekamarnya


Fisya berlari melewati anak tangga, berlari sekencang tenaga dan hampir saja menginjak ekor milo yang tengah tidur disalah satu anak tangga


"Milo awas!" Teriak fisya memerintahkan milo yang ikut berlari di sampingnya


Milo mengira fisya tengah mengajaknya bermain hingga milo berlari mendahului fisya, tak banyak pikir fisya terus berlari dan menuju pintu hitam licin di depan pandangannya


"Fis..."nafas fisya menjadi sulit di atur


"Fisya udah sampai..." ucap fisya didepan pintu


Dilihatnya hans yang tengah santai duduk di sofa menonton televisi,sedangkan milo berlari berputar putar di tepi kasur


"Kenapa kau berlari?" Tanya hans tampa melihat fisya


Kesal fisya semakin bertambah,namun ia teringat perkataan andre yang membuat fisya harus selalu mengalah dengan hans


"Tuan hans manggil fisya kenapa?" Tanya fisya masuk ke kamar


"Tidak ada" jawab hans berdiri


Agh!.... lelaki ini benar benar


ingin membunuhku!


Fisya mengenggam kedua tangannya dan menghentam hentam kan kaki ke lantai


"Kau ini kenapa?" Tanya hans bingung melihat fisya

__ADS_1


Sabar...sabar fisya


"Oh fisya lagi melakukan peregangan pada otot otot dan tulang fisya" jawab fisya tersenyum


Seakan akan tak acuh hans berjalan melintas didepan fisya dan membuka lemari,tampaknya hans sedang mencari sesuatu


Fisya melihat milo yang sibuk mengejar ekornya di atas kasur berputar putar tak tentu arah


Lucu sekali


Fisya menghampiri milo dan duduk diatas kasur mengelus ngelus kepala anjing hitam itu yang tengah duduk bermanja di paha fisya


"Malam ini aku akan pergi sebentar!" Ucap hans menemukan jaketnya didalam lemari


Yess! Inilah kalimat yang


sangat ingin ku dengar!...


"Kau di rumah saja jangan kemana mana! Dan angkat telponku saat aku menelpon" sorot mata hans melihat fisya


Fisya mengangguk ketakutan,takut akan melewatkan telpon dari hans lagi dan membuat dirinya murka kembali


"Berjanjilah kepadaku!" Ucap hans memakai jaketnya menghadap ke arah fisya


"Iya fisya janji" fisya berdiri didepan hans


Hans membungkuk dan mencium kening fisya lalu mengelus kepalanya dan mengacak acak rambutnya


"Jangan nakal!" Lelaki tinggi itu pergi meninggalkan fisya...


Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2