KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Terkejut


__ADS_3

Cahaya matahari pagi menyorot ke mata fisya,hingga membangunkan fisya dari tidur lelapnya


Aku dimana? Tempat ini sangat mewah dan kasur ini sangat nyaman, tunggu ini tangan siapa


Tangan yang melintang di pundak fisya membuat jantung fisya berdebar dengan kencang perlahan fisya melihat ke belakang dan dilihatnya sosok lelaki tampan tidak berpakaiyan sedang memeluknya


"AAggghh!.." fisya melepaskan pelukkannya dan menjauh dari lelaki itu sembari menutup tubuhnya dengan selimut putih


"Diam lah ini masih pagi" ucap lelaki itu mengerutkan wajah tampa membuka matanya


Fisya melihat lelaki tampan bertubuh kekar itu tidak mengenakan pakaiyan ia hanya mengenakan celana panjang hitam,lalu fisya perlahan membuka selimut yang menutupi tubuhnya ia melihat ditubuhnya yang telanjang itu terdapat banyak bekas cupa-ng yang ditinggalkan lelaki itu.


"Kamu siapa? Apa yang kamu lakuin sama fisya?" Tanya Fisya ketakutan.


Jadi namanya fisya!, nama yang canting sesuai dengan parasnya.


"Apa yang aku lakuin sama kamu?" Sejenak hans bangun dari tidurnya dan mendekatti fisya lalu berbisik di telinga nya "yang aku ingat kau mendesah cukup keras semalam" ucapnya tersenyum kecil sembari meninggalkan kasur


Apa? Apa mungkin aku melakukan itu, atau jangan jangan aku...

__ADS_1


"Fisya gak mungkin lakuin itu" fisya meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak menangis lagi


"Yah bagaimana lagi,semua itu sudah terjadi"lelaki tampan itu mengambil handuk didekat kamar mandi


Ini tidak mungkin terjadi,lelaki itu hanya berbohong,aku tidak boleh menangis didepannya


Fisya melihat sekelilingnya berserak pakaiyan dilantai yang mengingatkannya pada kejadian kemarin hari,tergenang air mata fisya perlahan jatuh membasahi selimut putih itu


Semesta memang tidak pernah adil kepadaku, tak ada satupun keadilan yang aku rasakan semasa hidupku,kini aku benar benar hancur ditambah lagi keluarga ku yang menjualkan diri ku kepada lelaki asing.


Fisya menutup mulutnya rapat rapat ia tidak ingin lelaki di hadappannya tau jika ia menangis.


Menangis lagi? Apa perkataan ku tadi menyakitinya?


Hans seakan akan tidak peduli terhadap fisya yang sedang menangis.tampa basa basi hans langsung memasukki kamar mandi dan menutup pintunya


Aku harus keluar dari sini


Fisya beranjak dari tempat tidur dan mengambil pakaiyannya yang tergeletak di lantai lalu memakainya.

__ADS_1


Perlahan fisya berjalan menuju ke pintu keluar dan membukanya.fisya keluar dari kamar mewah itu dan berjalan menyelusuri lorong sepi menuju jalan keluar.


Kepalaku sangat pusing, sekarang aku harus kemana? Apakah aku harus pulang.pulang pun aku hanya akan mendapat perlakuan buruk dari keluargaku.


Lagi lagi fisya berjalan tak tentu arah ditengah kesibukan dan keramaiyan kota


Aku akan pulang! Apapun yang terjadi nanti ,tapi yang pasti aku harus beristirahat di kamarku


Fisya berjalan pulang sembari mengingat kejadian kejadian kemarin hari yang membuat kepalanya semakin pusing


Dan saat Hans keluar dari kamar mandi ia melihat kamar yang kosong wanita itu tidak berada di kamar ini lagi


Kau ingin kabur dariku?cepat atau lambat kau akan menjadi milikku.


Hans mengambil handphon yng tergeletak di meja dan menelpon sekertarisnya


"Hallo andre... aku butuh bantuanmu dan reza di kantor pagi ini" hans menutup telpon dan memakai baju kantornya.


Hans pergi meninggalkan kamar itu mengambil kunci mobil dan berjalan ke parkiran bar ini, ia mengemudikan mobilnya menuju kantor

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2