
Fisya berjalan ke luar kantor
Matanya mencari letak caffe yang paling dekat dengan kantor ini,seketika ditemui nya mobil jorgi yang terparkir leluasa di depan semua caffe, dengan sigap fisya berjalan ke sana.
Ia berjalan hingga sampai di depan caffe, fisya membuka pintu masuk dan menemui jorgi yang mulai memesan beberapa makanan
"Maaf kak! Fisya telat" ujar fisya duduk di depan jorgi
"Gapapa, aku udah pesan beberapa makanan" jorgi menatap manis fisya
Jorgi menatap sayu fisya,melihat kekasihnya ini tengah berjuang untuk bertemu dengan dirinya,jika bukan karna hubungan kontrak fisya dan hans mungkin sudah jorgi sudah melamar fisya atau menikahinya secepat mungkin
"Kenapa kak?" Tanya fisya menyadari jorgi tengah melihat dirinya dengan tatapan yang tidak biasa
"Eh...enggak papa, cuma rindu" jawab jorgi tersenyum
Membuat fisya ikut tersenyum tersipu malu mendengar nya,
Seorang pelayan datang meletakkan beberapa potong cake dan minuman dingin di meja mereka.
Tampa ragu ragu fisya menyantap cake itu, setiap gigitan sangat ia nikmati,bahkan diakhir suapan nya tidak lupa fisya meninggalkan senyuman untuk menghargai betapa enaknya cake ini
__ADS_1
"Kamu sangat cantik bila tersenyum" puji jorgi melihat senyum manis fisya
"Ehem...fisya!" Jorgi meletakkan tangannya di atas tangan kiri fisya sembari mengenggam pelan
Kemudian menatap mata fisya sangat dalam hingga menemukan titik temu sebuah kenyamanan
"Fisya! Aku, jujur, aku, bener bener serius sama kamu!, aku bakal nunggu kamu sampai kapan pun! Aku mau hidup berdua sama kamu!, seakan aku gak peduli harus nunggu selama apa pun, harus sakit setiap kali dengar atau lihat kamu sama hans,aku gak peduli! Aku bakal lakuin apapun asalkan bisa sama kamu" ujar jorgi tulus
Benar benar menyimpan ke dalam hati fisya.
Fisya menjadi kaku
Bukan karna terharu dengan kata kata jorgi, tapi tak lain menyesali keberadaan dirinya,
Keberadaan yang selalu membuat fisya bimbang akan pilihan, entah ini tentang hans atau jorgi
Perlahan air mata fisya jatuh tampa ia sadari
Ia tidak tega melihat jorgi begitu berkorban demi dirinya, disisi lain fisya tidak bisa berbuat apa apa
"Fisya kamu kenapa?" Tanya jorgi menghelap air mata fisya dengan tangan kanan nya.
__ADS_1
Fisya menggeleng, kemudian tersenyum sayu melihat jorgi,meletakkan tangan jorgi di pipinya sembari mengenggam tangan itu
"Fisya minta maaf kak..."suara fisya benar benar berubah drastis menjadi loyo seiring jatuhnya air mata
"Fisya minta maaf!, udah bikin kak jorgi kayak gini!" Alis fisya ikut mengerut.
Jorgi berdiri dan menghampiri fisya yang duduk sembari menunduk.
Dengan tulus jorgi berlutut menghelap air mata fisya kemudian menyingkirkan setiap rambut yang menghalangi pandangannya
Lalu mencium kening fisya dengan sangat dalam dan tulus
"Ini bukan salah kamu!" Kata jorgi memeluk erat fisya, mengelus elus kepala fisya dan sesekali ia mencium kening wanita ini
"Apa pun itu! Kita akan jalani bersama sama! Kamu jangan nangis lagi ya!" Bujuk jorgi memprihatinkan
Fisya mengangguk dalam pelukan jorgi, menghelapkan air matanya di baju lelaki ini
Sangat romantis sampai ia lupa bahwa hans hanya memberikan waktu dua puluh menit untuk fisya berkeliling! Sudah dapat di bayangkan apa dampaknya bila fisya telat...
Bersambung-
__ADS_1