KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Pergi


__ADS_3

"Kenapa!?" Tanya hans bingung melihat wajah fisya yang terlihat cemas


"Apa kau takut aku akan bertindak macam macam dengan dirimu?" Hans mulai berjalan ke arah fisya,terus berjalan hingga fisya berdiri di samping kasur, sudah mustahil bagi fisya untuk menghindar, di tambah lagi hans kerap mendekat ke arah dirinya, membuat fisya terjatuh ke kasur


"Apa kau berpikiran seperti itu?" Tanya hans mendorong pundak fisya hingga ia benar benar tertidur di atas kasur


Jantung fisya kali ini benar benar berdetak dengan sangat dasyat, wajahnya memerah memandang hans yang mulai merangkak naik ke atas kasur


Apa dia akan melakukannya malam ini?


Mengingat kemarin dia selalu membiarkan aku lolos, tapi aku hanya bisa berdoa kepada semesta


Hans menumpukan tangannya kekasur tepat di samping kepala fisya sembari menatap wanita ini dalam dalam


"Aku yakin! Kau memikirkan hal ini tadi!" Kata hans membelai rambut fisya dengan sangat lembut


Nafas fisya menjadi susah untuk di atur dan sesekali pandangan matanya teralihkan ke tubuh sixpack milik hans, untungnya lelaki ini masih menggunakan celana hingga mengurangi kecemassan fisya akan kehilangan keperawanan, tapi bisa jadi hans melepas celana itu malam ini

__ADS_1


"Aku tidak akan melakukannya!" Kata hans mengaget kan fisya


Apa aku salah dengar!?


Tatapan kemustahilan fisya di sorot kan ke arah hans yang tersenyum licik menumpukan tubuhnya yang berjarak cukup dekat dengan tubuh fisya


"Aku tidak akan melakukan hal itu kepadamu! Dan kau!" Hans membelai wajah fisya yang sangat mulus dan halus itu dengan sangat perlahan


"Jaga keperawanan mu itu untukku!" Hans turun dari kasur dan membuka lemari memilih baju kaos


Perkataan hans membuat fisya benar benar malu, entah ini malu atau ragu namun yang pasti wajah dan telinga nya terasa sangat panas, benaknya kini kacau memikirkan apa yang dikatakan oleh hans


Mungkin dia lupa bahkan kontrak yang aku tanda tangani hanya berlaku selama tiga bulan!?


Benak fisya mulai menerka nerka bahwa hans sudah benar benar melupakan kontrak yang ia berikan ke pada fisya, atau hans memang serius dengan apa yang ia katakan barusan.


"Aku akan ke bar! Mungkin akan pulang malam" hans memakai baju kaos abu abunya.

__ADS_1


Tidak menghiraukan fisya dengan semua kerut wajah bingung yang tersamarkan


"Dan... satu kali!" Hans berhenti di depan pintu untuk menyampaikan hal yang mungkin sangat penting


"Kau jangan macam macam dengan diriku! Jika saja kau benari berselingkuh di belakangku! Maka, aku tidak akan sengan membunuh lelaki itu di depan mata mu!" Hans melanjutkan jalannya dan menutup pintu kamar.


Tidak! Tidak! Tidak!


Ini benar benar gawat


Fisya kembali mengingat masa lalu dimana hans menghancurkan hidup elena dalam sekejap dan jika fisya tidak menghentikannya waktu itu maka mungkin saja darah elena sudah berserakkan di apartemen lisa


Artinya lelaki ini tidak main main dengan apa yang dia ucapkan, fisya menarik rambutnya kebelakang dan mulai berpikir keras untuk mencari solusi dari hal ini, satu satu nya yang akan menyelamatkan jorgi adalah dengan cara memutuskan hubungan mereka


Tapi kenapa!? Kenapa aku harus memutuskan hubunganku dengan kak jorgi!?


Hanya tersisa satu minggu lagi masa kontrak ku dengan iblis ini! Jadi apa yang aku khawatirkan?...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2