
Fisya membuka pintu dapur terlihat banyak orang berpakaiyan putih tengah sibuk memasak
Bibi mun yang berdiri di depan kompor memperhatikan para chef itu memasak menyadari kedatangan fisya dan dengan segera menghampirinya
"Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya bibi mun tersenyum
"Eee...fisya mau tau! Fisya boleh masak gak?" Sesontak pertanyaan fisya membuat semua aktivitas didapur ini terhenti
"Fisya mohon" permohonan jtu dilengkapi oleh ayunan kedua tangannya
Gadis ini lucu sekali
"Tentu nona fisya! Anda bisa melakukan apa saja yang ingin ada lakukan di ruangan sempit ini" bibi mun mempersilahkan fisya untuk memasak
Ruangan kecil?
Ini ruangan yang cukup besar,bahkan lebih besar dari kamarku
Fisya masuk ke dalam dapur itu dan mulai memotong motong sayuran
masakkan yang ingin ia masak cukup sederhana dan memang tidak sebanding dengan masakan para chef di dapur ini
"Ada yang bisa saya bantu lagi nona fisya" lagi lagi bibi mun menghampiri dirinya
"Eh gak perlu,nanti fisya ngerepotin bibi masakkan fisya udah mau matang,tapi terimakasi untuk tawaran bibi"senyum ramah fisya
Sikapnya yang begitu ramah dan baik hati
Membuatku ingin selalu belajar banyak hal darinya
"Baiklah jika begitu nona fisya,sarapan akan disajikan sepuluh menit lagi" wanita tua itu meninggalkan fisya
Fisya terus memasak meracik bumbu dan rempah rempah yang dimasukkan ke dalam satu wadah dalam waktu yang cukup singkat masakkan fisya sudah siap, hanya tinggal diletakkan di atas piring
"Nona fisya! Saya akan mensajikan masakkan anda,sebaiknya anda menghampiri tuan hans yang sudah menunggu anda di meja makan" ucap wanita tua tersenyum lebar kearah fisya
__ADS_1
Fisya membalas senyumannya dan pergi meninggalkan dapur menuju meja makan
Didepan meja makan hans sudah menunggu fisya melipat kedua tangannya dengan semua hidangan diatas meja makan yang belum ia sentuh
"Duduk di sebelahku" perintah hans
"Iya..." fisya menarik kursi disamping hans dan duduk di sana
Apakah sekarang waktu yang tepat untuk meminta izin ke kampus?
"Tuan hans?..." panggil fisya
"Ada apa!" Dingin selalu jawaban hans
Sebaiknya nanti setelah selesai sarapan
Moodnya sedang tidak normal
"Gak jadi" ucap fisya menunduk
Makanan apa ini
Dimangkuk itu hanya ada kuah dengan beberapa potongan sayuran dan daging,beberapa menit hans memperhatikan masakkan itu dan membandingkannya dengan hidangan diatas meja makan
Hans mengambil sendok di sebelah mangkuk itu dan mencicipinya
Masakan apa ini?
Rasanya begitu enak dan semua bumbunya tercampur dengan rata menghasilkan aroma dan rasa yang lezat
Sesaat hans terdiam dan memandang fisya
"Kau yang memasak ini?" Tanya hans
Fisya menunduk takut akan masakkannya yang tidak memenuhi selera tuan hans yang tinggi,jika dilihat dengan masakkan para chef tampilannya saja sudah berbeda sangat jauh
__ADS_1
"Fisya minta maaf....jika tuan hans gak suka fisya bakal buang" sahut fisya menunduk
"Aku suka masakkanmu" ucap hans menikmati masakkan itu
"Apa!?" Fisya terkejut dan langsung memandang hans
"Kau harus lebih sering memasak untukku
Dan lain kali jangan kau masukkan daun selada ke dalam masakkan mu,aku tidak suka" hans mengelus kepala fisya dan mengacak acak rambutnya
Apa! Apakah masakkan ku selezat itu?
Jika memang benar begitu maka sukurlah
Mungkin ini saat yang tepat untuk meminta
Izin ke kampus
"Tuan hans" panggil fisya kembali
"Ada apa" selalu akan dingin jawaban hans
Fisya mengumpulkan semua keberanian dan pertimbangan akan permintaannya kepada hans
"Fisya boleh tau gak....eee..." sempat fisya berpikir dua kali
"Ada apa!" Hans meletakkan sendok di mangkuk yang telah kosong itu
"Fisya boleh ke kampus hari ini" fisya memejamkan mata berharap hans mengizinkannya
Apa dia tidak tau hari ini johan akan membagikan undangan pernikahannya dikampus
"Ya" ucap hans singkat
"Tapi....aku tidak ingin melihatmu sedih lagi" hans mengelus kepala fisya lagi....
__ADS_1
Bersambung-