
Dimana wanita itu
Hans sudah berkeliling rumah mencari letak keberadaan fisya yang belum ia lihat sejak tadi sore
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya andre menghampiri
"Dimana wanita bodoh itu!" Ujar hans kesal berjalan sembari menghentak hentakkan kaki
"Nona fisya sudah menunggu anda di meja makan tuan" andre membeberkan satu fakta
Sekarang aku ikut menjadi bodoh akibat wanita itu
Hans berjalan melewati andre menuju ke ruang makan
Dilihatnya memang wanita yang ia anggap bodoh itu tengah menunggu hans yang tak kunjung datang
"Dari mana saja kau" hans berjalan melewati kursi fisya dan duduk di sebelahnya
"Fisya dari tadi disini" ujar fisya bingung melihat tingkah laku hans
Barulah usai hans duduk para pelayan menyajikan makan malam
Kali ini hidangan yang mereka sajikan tidak ada campur tangan dari fisya
Dikarnakan mood nya yang mendadak turun drastis akibat perbuatan hans di kamar
"Mana masakkan mu?" Tanya hans
"Fisya gak masak" ujar fisya mengambilkan hans beberapa hidangan
__ADS_1
Dan meletakkannya di hadapan hans
"Aku tidak ingin makan jika tidak ada masakkan mu" kali ini tingkah hans bak nya anak kecil yang membuat kesal fisya
Bagus! Tidak perlu makan sampai kau mati kelaparan
Senyum licik fisya yang duduk di sebelah hans sembari memakan makanannya
"Apa kau tidak dengar" hans melotot melihat fisya yang sibuk senyum senyum sendiri tampa alasan
"Aku tidak ingin makan jika tidak ada masakkan mu" lagi lagi hans memperjelas keinginannya yang tidak di dengar kan oleh fisya
Fisya sibuk memakan makanan nya tampa memperdulikan hans yang sedang merengek di sebelahnya
Bahkan dibenak fisya ia tengah mendambakan makan dengan santainya tampa ada gangguan dari iblis ini
Hanya sendiri dengan iringan musik yang tenang
Membuat beberapa masakkan tertumpah di atas meja
Yang benar saja
"Tuan hans mau apa!? Mau fisya masakkin? Ini udah jam sembilan" fisya memandang hans dengan minik wajah tidak senang
Hans terdiam dan kembali memandang makanan nya jika dipikir pikir menunggu fisya memasak akan membutuhkan waktu yang cukup lama
Dan perutnya sudah kelaparan
"Suapi aku!" Perintah hans tidak jelas
__ADS_1
"APA!?" Fisya menyakinkan pendengarran nya bahwa ia tidak salah dengar
"Suapi aku atau aku tidak akan makan" hans melipat kedua tangannya
Makan tidak makan dirimu bukan urussan ku
Lagi lagi fisya mengacuhkan hans
Menganggap lelaki ini tidak ada di sebelahnya
Sampai lupa bahwa hans bisa saja murka dan berbuat apa pun yang ia mau terhadap fisya
"Suappi aku atau kau ku makan!" Kali ini perintah hans membuat bulu kuduk fisya berdiri
Dengan kesalnya fisya menusuk makanannya dengan kencang menggunakan garpu dan menyuapkannya ke mulut hans
Namun berbeda dengan fisya yang kesal
Hans malah senang melihat raut wajah wanita ini dan tingkah konyol nya saat hans membuatnya kesal dan marah
"Sudahlah! Aku bisa makan sendiri" hans mengambil alih makanannya
Apa? Apa ini mimpi
Fisya terus memandang hans seakan akan tidak percaya akan hari ini nampaknya hans tengah berbahagia hati hingga berkali kali membiarkan mangsa empuknya lolos
"Aku tidak ingin wanita kesayangan ku ini merasa sedih atau marah" ujar hans memakan makanannya
"Sepertinya wanita kesayangan ku ini tengah mengalami hari yang buruk" lagi lagi hans membuat pipi fisya memerah
__ADS_1
Apa? Apa yang dia maksud dengan wanita kesayangan?...
Bersambung-