
Setapak kaki kini terasa sangat berat bagi fisya
Dan sekarang kaki ini mulai melangkah untuk melewati pintu pembatas antara dunia luar dan dunia hans
Dilihat di sana hans sudah duduk dengan tengap serta mengerikan melihat ke arah fisya
Dan tepat di tempat duduk nya ada lisa dan aron yang masing masing memegang cangkir teh
"Aku pulang!" Ujar reza dengan jalan konyol nya
"Fisya! Dari mana saja kau? Apa kau baik baik saja?" Tanya lisa menghampiri insan yang sudah bergemetaran ini
Fisya mengangguk kaku
Dan terus di bimbing berjalan ke hadapan hans hingga kini ai sudah berdiri tepat didepan raja iblis ini menunggu untuk di marahi
"Pergilah mandi dan beristirahat lah!" Perintah hans benar benar di luar dugaan
Fisya tercengang mendengar kalimat yang baru saja keluar dari iblis ini
Sembari menatap hans dengan tatapan ketidak percayaannya
"Apa kau tidak dengar? Pergilah mandi dan beristirahat!" Hans memperjelas kalimat nya
Fisya mengangguk dan segerah pergi sebelum hans sadar sudah jam berapa ini
__ADS_1
"Apa kau baik baik saja hans?" Tanya aron melihat hans yang nampak sangat tenang saat wanita ini sudah kembali
Mengingat tadi ia sangat murka bahkan beberapa berang sudah berserakan akibat kemurkaan nya
"Tentu saja!" Kata hans santai
Sedangkan fisya sibuk menuruti kata kata hans
Saat hendak menyentuh pintu kamar ia kembali di ingatkan akan hubungannya dengan jorgi,
Bahkan benaknya sedang tertekan
Antara Sikap hans yang mulai berubah atau dirinya memang sudah terlanjur mencintai hans
Tapi ketika bersama jorgi ia sangat bahagia namun sebaliknya saat bersama hans entah ini tentang hati atau simpati dirinya terhadap iblis yang memang tidak pernah mendapatkan sedikit pun kasi sayang itu
Kini ia benar benar tertekan bahkan rasanya sangat ingin menangis mengeluarkan segala penyesalan yang tidak memiliki sebab akibat itu
Fisya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya sembari berpikir keras akan keputusan yang tengah menganjal hatinya ini
"Rasanya sekarang aku ingin mengakhiri hidup ku!" Kata fisya yang tidak tertuju kepada siapa pun
"Yah! Sudah sangat larut malam! Kita harus segara pulang" aron berdiri dan berpamitan dengan tuan rumah yang sangat ramah atau sebaliknya
"Baiklah jika begitu!" Reza ikut berdiri dan berjalan dahuluan dengan gaya konyol nya
__ADS_1
"Kau jangan terlalu kasar dengan fisya! Ingat dia masih tujuh belas tahun" lisa menepuk bahu hans dan ikut berjalan menyusul reza
Kini hans duduk sendiri di ruang tamu sembari memikirkan fisya
Apakah ia masih utuh atau sudah di rebut oleh orang lain,karna biasanya ia tidak pernah pulang selarut ini
Lalu memutuskan untuk memeriksa fisya sendiri
Ia berjalan menapakki satu persatu anak tangga menuju kamar nya
Melewati beberapa pintu yang berbaris di dinding dan sampai di satu pintu hitam yang warna dan ukurannya sedikit berbeda dengan pintu pintu lainnya
Itu tuan hans!
Fisya berdiri dan segera membuka lemari mengambil handuk
Dan berdiri menunggu hans masuk, entah kenapa ia berpikiran untuk menunggu iblis ini
Hans masuk tampa sepatah kata pun
Membuat fisya sadar akan apa yang ia lakukan sangat salah
Dan bagaimana jika hans tau soal jorgi
"Sudah dua kali ku katakan ke pada mu! Pergi Mandi atau aku sendiri yang akan memandikan mu...
__ADS_1
Bersambung-