
Aron diajak oleh reza berkeliling rumah yang begitu besar ini
Sesekali mereka berhenti untuk melihat aktivitas yang dilakukan oleh para pelayan di rumah ini
Mulai dari menata taman,membuat makan siang dan mengurus anjing besar yang nakal
Lalu dari jendela kamar hans terlihat fisya yang tengah menulis di sebuah buku
Duduk dengan anggun di depan jendela,wajahnya semakin indah saat ia menyingkirkan rambut dari pandangan
" siapa dia!?" Tanya aron melihat ke arah fisya
"Oh itu...nama fisya" singkat jawab reza yang duduk di pinggir air mancur
"Bukan namanya! Tapi siapa dia dirumah ini" susul aron ikut duduk di sebelah reza
"Dia adalah kekasih hans" reza memandang aron
Lalu terlihat fisya berdiri dan meninggalkan jendela itu membuat seribu pertanyaan timbul dikepala aron
"Bukankah semua wanita adalah kekasihnya!?" Tegas aron
"Tidak! Dia berbeda, aku tidak pernah melihat hans memperlakukan wanita seperti ini" reza membuang pandangan nya dan melihat ikan ikan kecil di genangan air mancur
"Apa bedanya!? Setauku hans lebih suka mengontak ganti kekasih" aron memancing reza untuk berbicara banyak tentang wanita polos itu
__ADS_1
"Apa kau buta!" Reza melotot ke arah aron
"Lihat dia! Wajahnya,tubuhnya bahkan rambut yang dia milikki itu sangat sempurna, tidak ada wanita yang sama seperti fisya di bumi ini" reza menunjuk nunjuk jendela yang telah kosong
"Bagaimana jika ada!?" Lagi lagi aron membuat reza kesal akan pertanyaannya
"Walau pun ada! Hans tidak akan meninggalkan fisya begitu saja, ada hal lain didalam dirinya yang belum kita lihat" reza berdiri dan meletakkan kedua tangannya di kepala
"Aku lapar! Ayo kita makan"jalan konyol reza mendahului
Mereka sudah berjalan cukup lama
Berkeliling entah kemana dengan reza yang meimpin perjalanan membuat perut aron semakin kelaparan
Dimana letak bibi mun?
Berlagak marah agar bisa menemukan bibi mun atau andre karna dari tadi ia belum melihat dua mahluk yang begitu setia kepada hans
"Reza kenapa!?" Fisya menghampiri dua lelaki yang tengah dilanda kelaparan
"Fisya! Bibi mun kemana!? Aku lapar" reza merengek bak anak kecil didepan fisya
"Oh bibi mun lagi belanja bulanan sama andre" fisya mengingat ngingat
"Aku bisa mati kelaparan" reza memeluk aron
__ADS_1
Meminta simpati dari wanita yang sangat pandai memasak ini agar membuatkkannya makanan
Aron berusaha melepaskan pelukkan reza karna berpotensi memalukan dirinya didepan fisya
Ditambah lagi tingkah konyol reza semakin menambah budaya memalukan bagi aron
"Tadi fisya bikinin sarapan buat tuan hans, mungkin masih ada sisanya atau fisya bikinin makanan dulu!?" Tawar fisya dengan senyum manisnya
Ketika tersenyum wanita ini sungguh mempesona
"Makanan sisa tidak masalah! Aku sudah hampir mati" reza berjalan seakan akan tak berdaya
Mengikuti fisya menuju ke ruang makan dan duduk menunggu makanan dihidangkan oleh nya
Perutnya sudah keroncongan terdengar jelas oleh aron yang duduk di sebelahnya
"Tadi fisya buat sup kemiri" fisya menghidangkan dua mangkuk sup
Aron melihat reza yang begitu serius menikmati sup itu tampak diwajahnya menunjukkan kenikmatan dan kepuassan akan sup yang dihidangkan oleh fisya
Sup ini!? Bahkan warnanya saja tampak sangat biasa
Aron mengambil sendok disebelah mangkuk supnya dan mencicipi makanan itu
Ternyata benar sup ini lebih nikmat dari apa pun ditambah lagi ia ditemani oleh fisya...
__ADS_1
Bersambung