KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Persiappan


__ADS_3

Fisya menangis cukup lama dan tertidur di pelukkan hangat hans


Apa! Tertidur? Cepat sekali


Yah wajar saja dia masih anak anak


Hans menggendong fisya ke sofa dan menidurkannya disana,dilihatnya wajah cantik yang lepas sedih itu kini menjadi tenang


terlihat lebih baik


"Gadis konyol" hans mencium kening fisya sembari memandnag wajahnya


Lalu dia teringat akan satu hal Diambilnya handphone di saku celana hitam itu dan menelpon seseorang


"Siapkan banyak baju untuk fisya" perintah hans yang diakhiri suara terputusnya telpon itu


"Yah aku banyak pekerjaan,jika saja aku ada waktu luang hari ini,mungkin kita sudah..." kalimat hans belum usai sembari mengelus kening fisya


Hans pergi meninggalkan fisya dan duduk di didepan komputer melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tak lama terdengar suara pintu lift terbuka

__ADS_1


"Aku membawa makan siang" ucap reza menunjukkan kantung pelastik ke arah hans,namun diliriknya di di kusi sofa fisya tertidur lemah,sempat ia berpikir sangat mudah bagi hans menyatap fisya yang tenagh tertidur pulas


"Sayang sekali fisya sudah tertidur,padahal aku membeli banyak makanan" reza berjalan meletakkan sekantung plastik itu di meja hans


"Tidak terlalu banyak,hanya satu plastik kecil" ucap hans melihat plastik di atas meja itu


dari lift yang berbeda keluarlah banyak karyawan yang membawa kantung plastik besar berisi makanan


Terhitung ada 6 karyawan yang masing masing membawa empat kantung plastik besar berisikan banyak makan yang berbeda beda jenisnya


"Lain kali jika ingin berbelanja pakailah sedikit otakmu!" Hans merapikan kertasdokumen di mejanya


"Apa kau benar benar seserius itu dengan wanita itu? Ayolah kau punya banyak wanita,kenapa? Apakah itu tidak cukup" tanya reza membuka bungkus kripik di tangannya


Hans memandang fisya dan memikirkan setiap kesengsaraan yang ia tanggung terasa sangat berat namun dia selalu tersenyum seakan akan tegar pada keadaannya


"Ya aku serius! Dia wanita yang sangat berbeda di mataku" ucap hans kembali merapikan dokumen dokumen itu


Wanita yang beruntung

__ADS_1


Reza membuka handphonenya dan membaca kabar berita terkini


"Apa kau sudah tau johan akan menggelar pesta pernikahannya tiga hari lagi,sepertinya kita akan diundang"reza menunjukkan layar handphone nya ke wajah hans


"Aku tau" singkat jawab hans


"Bagaimana dengan bukti perselingkuhannya apa kau sudah mendapatkan bukti?" Hans melirik sepele reza


"Sedang di proses,anggotaku sedang memeriksa rekamam cctvnya" reza kembali memainkan handphonenya


"Fisya masih kecil umurnya baru tujuh belas tahun dan kau jangan terlalu keras kepadanya dia mana mengerti ucapanmu" ucap reza memutar mutar kusinya


"Dan dua minggu lagi dia berulang tahun,sebaiknya kau menyiapakan ulang tahun yang ia inginkan,mungkin dia tidak pernah merayakan ulang tahunnya"saran reza berdiri dari kursinya dan berjalan meninggalkan hans


"Kau ingin kemana" tanya hans dingin seakan akan tidak peduli,tapi pertanyaan ini wajib ia luncurkan agar dia tau kemana reza akan pergi


"Aku akan pergi bersenang senang! Jangan lupa aku sudah memesan banyak wanita untuk malam ini,ditambah lagi kau mendapatkan hadia dari direktur kota A" reza menekan tombol lift dan perlahan pintu lift itu tertutup


Aku akan datang! Mengingat hadiah dari direktur kota A selalu memuaskan hasrat ku...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2