
"Siapa nama mu?" Tanya ibu hans meletakkan tangannya di paha fisya yang tengah duduk bedampingan
"Em...natasya fisya wilona, anda bisa memanggil saya fisya nyonya" ujar fisya berusaha memperbaiki cara berbicaranya di hadapan wanita berkelas ini
Jadi namanya fisya!?
Dia adalah alasan aku di sini
Hatinya begitu baik!
Mungkin setelah aku pulang gadis ini akan mendapatkan masalah dengan hans
Fisya mengambil coklat panas di nampan atas meja dan memberikannya kepada wanita tua ini
"Silahkan diminum, cuacanya sedikit dingin" bahasa fisya kian membaik
Ibu hans mengambil cangkir di tangan fisya dengan senyuman
Betapa ia bersyukur jika memiliki menantu seperti fisya, dibenak nya ia sudah menerka gadis ini adalah istri sah nya hans
"Kamu sangat baik nak!" Ibu hans mengelus pipi fisya sembari tersenyum
Dengan linangan air mata betapa ia tidak percaya dapat masuk ke dalam rumah ini
"Berapa umur mu?" Linangan air mata ibu hans kian memburuk sepertinya sepatah kalimat lagi maka air mata itu akan jatuh membasahi pipinya
"Umur fisya tujuh belas tahun" fisya tersenyum
Namun senyumannya membuat wanita di disamping duduk nya ini terkejut
__ADS_1
Dengan usia yang masih muda ia sudah bisa menahlukkan sikap hans
Entah itu menahlukkan atau membantah
"Masih muda sekali! Apa kamu masih sekolah!?" Tanya ibu hans sangat ingin tau kejelasan hidup menantu kesayangan nya ini
"Iya! Fisya masih sekolah di universitas A" fisya membenari posisi duduk nya
Sejenak semua terdiam saling memandang
Entah apa yang fisya pikirkan tapi sepertinya nyonya besar steven glen tengah berbahagia dapat di pertemukan dengan gadis sebaik fisya
"Rumah nyonya besar dimana?" tanya fisya membiasakan diri memanggil wanita tua ini dengan panggilan nyonya besar
"Jangan panggil saya nyonya besar nampak begitu asing, fisya bisa panggil saya ibu" betapa kalimat ini mengejutkan benak fisya
"Rumah ibu di kota sebelah, kapan kapan ibu ingin nak fisya berkunjung untuk melihat masa kanak kanaknya hans" wanita ini benar benar berharap lebih akan hubungan anaknya dengan fisya
Nak fisya!?
Apa dia pikir aku adalah menantunya?
Tidak! Tidak! Tidak!
Ini tidak benar
"Jadi bagaimana? Kapan nak fisya bisa memberikan ibu cucu? Berhubung hans adalah anak tunggal jadi ibu sangat mendambakan seorang cucu" ibu hans benar benar berharap terlalu jauh
Cucu!?
__ADS_1
Fisya terdiam kaku
Tak percaya dengan apa yang dia dengar
Ia berusaha mengumpulkan semua kebenaran untuk meluruskan kesalah pahaman ini
"Em...fisya...gak...eee...bukan begitu" kalimat fisya teracak acak membingungkan nyonya steven glen
"Fisya istri hans kan?" Tanya ibu fisya berusaha mengerti kelimat yang beru saja ia lontarkan
Fisya menggelengkan kepala sebari melambai lambaikan kedua tangan ke kiri dan ke kanan
Begitu seterusnya melambangkan bahwa ia dan hans belum menikah atau tidak akan pernah menikah
Namun sepertinya nyonya glen ini amat susah mengerti
" fisya....bukan!..
"Ya! Dia istri ku" ujar hans mendahului kalimat fisya sembari menuruni anak tangga
Fisya semakin dibingungkan dengan situasi seperti ini
Lalu ia melotot melihat ke arah hans yang berjalan menuruni tangga
"Tapi tuan hans!?" Fisya mengerutkan alisnya
"Ya! Kau adalah istri ku! Untuk sekarang dan seterus nya" senyum licik hans semakin membuat fisya dalam masalah
Apa lagi ia harus satu rumah dengan kelurga berkelas ini...
__ADS_1
Bersambung-