KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Nyonya besar


__ADS_3

"Siapa nama mu?" Tanya ibu hans meletakkan tangannya di paha fisya yang tengah duduk bedampingan


"Em...natasya fisya wilona, anda bisa memanggil saya fisya nyonya" ujar fisya berusaha memperbaiki cara berbicaranya di hadapan wanita berkelas ini


Jadi namanya fisya!?


Dia adalah alasan aku di sini


Hatinya begitu baik!


Mungkin setelah aku pulang gadis ini akan mendapatkan masalah dengan hans


Fisya mengambil coklat panas di nampan atas meja dan memberikannya kepada wanita tua ini


"Silahkan diminum, cuacanya sedikit dingin" bahasa fisya kian membaik


Ibu hans mengambil cangkir di tangan fisya dengan senyuman


Betapa ia bersyukur jika memiliki menantu seperti fisya, dibenak nya ia sudah menerka gadis ini adalah istri sah nya hans


"Kamu sangat baik nak!" Ibu hans mengelus pipi fisya sembari tersenyum


Dengan linangan air mata betapa ia tidak percaya dapat masuk ke dalam rumah ini


"Berapa umur mu?" Linangan air mata ibu hans kian memburuk sepertinya sepatah kalimat lagi maka air mata itu akan jatuh membasahi pipinya


"Umur fisya tujuh belas tahun" fisya tersenyum


Namun senyumannya membuat wanita di disamping duduk nya ini terkejut

__ADS_1


Dengan usia yang masih muda ia sudah bisa menahlukkan sikap hans


Entah itu menahlukkan atau membantah


"Masih muda sekali! Apa kamu masih sekolah!?" Tanya ibu hans sangat ingin tau kejelasan hidup menantu kesayangan nya ini


"Iya! Fisya masih sekolah di universitas A" fisya membenari posisi duduk nya


Sejenak semua terdiam saling memandang


Entah apa yang fisya pikirkan tapi sepertinya nyonya besar steven glen tengah berbahagia dapat di pertemukan dengan gadis sebaik fisya


"Rumah nyonya besar dimana?" tanya fisya membiasakan diri memanggil wanita tua ini dengan panggilan nyonya besar


"Jangan panggil saya nyonya besar nampak begitu asing, fisya bisa panggil saya ibu" betapa kalimat ini mengejutkan benak fisya


"Rumah ibu di kota sebelah, kapan kapan ibu ingin nak fisya berkunjung untuk melihat masa kanak kanaknya hans" wanita ini benar benar berharap lebih akan hubungan anaknya dengan fisya


Nak fisya!?


Apa dia pikir aku adalah menantunya?


Tidak! Tidak! Tidak!


Ini tidak benar


"Jadi bagaimana? Kapan nak fisya bisa memberikan ibu cucu? Berhubung hans adalah anak tunggal jadi ibu sangat mendambakan seorang cucu" ibu hans benar benar berharap terlalu jauh


Cucu!?

__ADS_1


Fisya terdiam kaku


Tak percaya dengan apa yang dia dengar


Ia berusaha mengumpulkan semua kebenaran untuk meluruskan kesalah pahaman ini


"Em...fisya...gak...eee...bukan begitu" kalimat fisya teracak acak membingungkan nyonya steven glen


"Fisya istri hans kan?" Tanya ibu fisya berusaha mengerti kelimat yang beru saja ia lontarkan


Fisya menggelengkan kepala sebari melambai lambaikan kedua tangan ke kiri dan ke kanan


Begitu seterusnya melambangkan bahwa ia dan hans belum menikah atau tidak akan pernah menikah


Namun sepertinya nyonya glen ini amat susah mengerti


" fisya....bukan!..


"Ya! Dia istri ku" ujar hans mendahului kalimat fisya sembari menuruni anak tangga


Fisya semakin dibingungkan dengan situasi seperti ini


Lalu ia melotot melihat ke arah hans yang berjalan menuruni tangga


"Tapi tuan hans!?" Fisya mengerutkan alisnya


"Ya! Kau adalah istri ku! Untuk sekarang dan seterus nya" senyum licik hans semakin membuat fisya dalam masalah


Apa lagi ia harus satu rumah dengan kelurga berkelas ini...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2