
"Fisya mau bilang apa?" Tanya jorgi mendengar kata kata fisya yang tak usai
"Soal pertanyaan kakak dua hari lalu" fisya menunduk menunggu reaksi dari jorgi
"Oh itu...tidak perlu dijawab...aku sangat bodoh menanyakan hal konyol semacam itu" jorgi menggaruk garuk kepalanya
"Em...gak fisya bakal jawab"namun wanita ini tetap pada pendiriannya
Lagi lagi ia terdiam sejenak memikirkan kata kata yang tidak menyinggung perasaan dan enak di dengar
"Sebenarnya fisya sama tuan hans itu...." fisya kembali mengumpulkan semua keberanian
"Ada hubungan kontrak" kata kata menundukkan kepala membuat jorgi semakin bingung
"Maksud fisya apa?" Jorgi menaikkan alis berusaha mencerna pekataan fisya
Namun jawab fisya hanya linangan air mata
Tak kuasa menceritakan yang sebenarnya
Namun ia harus
Fisya menelan ludahnya dan berusaha agar linangan air mata itu tidak jatuh membasahi pipi
"Fisya...sekarang pacar tuan hans" fisya tersenyum paksa
Sejenak jorgi terdiam memandang fisya yang menunduk kaku
Tak percaya dengan apa yang dikatakan fisya
Perasaannya sekarang baknya seperti piring kaca yang jatuh dari meja
__ADS_1
Hancur berkeping keping
"Kamu berbohong kan!?" Ujarnya memandang fisya yang menunduk
"Gak! Fisya serius! Fisya benar benar serius" fisya mengangkat kepalanya berusaha menegarkan diri
"Tapi kamu gak papa kan!? Kamu belum di apa apa in kan?" Jorgi mengoyang goyangkan pundak fisya menunggu akan kejelassan yang lebih rinci
Fisya menggeleng dengan kedua pundak yang dipegang erat oleh jorgi
Lalu seketika jorgi melepas genggamannya dan berpaling sembari mengusap wajah
Bingung ingin mengatakan dan berbuat apa sekarang
"Kenapa bisa?" Jorgi memandang fisya
terus menerus menggali penjelassan yang lebih rinci lagi
"Tapi! Cuma sampai tiga bulan" fisya berusaha tersenyum
Apa! Tersenyum?
Disituasi seperti ini kau masih bisa tersenyum?
"Berapa hutangmu! Biar aku yang membayarnya" lagi lagi jorgi mengenggam kedua pundak fisya
Fisya menggeleng terus menolak apapun yang ditawarkan oleh jorgi
Karna ia benar benar tidak ingin merepotkan jorgi sama sekali
"Fisya gak mau ngerepottin kak jorgi" senyum tipis fisya meyakinkan jorgi bahwa ia akan baik baik saja
__ADS_1
Lalu fisya melihat tepat di gerbang sekolah ada mobil hitam nan mewah salah satu mobil milik hans
Entah mobil itu sudah lama berada di sana dan menyaksikan setiap perbincangan ini
Atau mobil itu baru saja datang dan tidak tau apa apa
"Kak jorgi! Fisya permisi pulang" fisya menyingkirkan tangan jorgi dari pundaknya dan berjalan menuju mobil itu
Meninggalkan kenyataan yang begitu pahit bagi jorgi dan seribu pertanyaan dan aksi yang tidak pernah diterima oleh fisya
Fisya berjalan menuju mobil hitam itu
Membayangkan setiap pertanyaan yang akan dilontarkan oleh andre bila ia melihat perbincangan tadi atau malah sebaliknya
Andre tidak tau apa apa
Dibukanya pintu mobil itu dan langsung masuk,
Betapa terkejutnya fisya saat melihat hans yang duduk di sebelah kursinya tengah memandang jorgi yang berdiri kaku dari luar kaca mobil
"Jalan!" Perintah dingin hans yang tertuju kepada andre
Andre pun menurut mengikuti setiap perintah hans
Canggung menelan suasa di dalam mobil ini
Fisya yang duduk kaku ketakuttan
Sedangkan hans terus memandang luar kaca mobil tampa sepatah kata pun...
Bersambung-
__ADS_1