
Tak harus menunggu lama Elena masuk ke ruangan kerja Hans dengan membawa dua Kantung plastik yang berisi makanan
Jalannya terlihat Anggun dengan rambut yang diuraikan,Seakan akan ia tampak baik baik saja seperti tidak ada yang terjadi hari ini
Berbeda dengan Hans yang duduk di kursi belakang meja kerjanya tampak begitu menakutkan dengan mimik wajah marah
"Hans! Aku membawakanmu makan siang" elena meletakkan dua kantung plastik itu ke meja
Namun dingin tak ada sahut dari suara hans
Menimbulkan seribu pertanyaan dibenak elena
Bahkan disituasi seperti ini elena masih menyempatkan diri untuk menghidangkan beberapa makanan di meja hans
"Ayo hans dimakanan makanannya!" Elena memberikan semangkuk sup yang penampilannya jauh lebih baik dari pada sup buattan fisya
Hans berdiri tampak begitu menakutkan
Lalu tampa aba aba menyeret semua makanan itu hingga terjatuh ke lantai
Berserak dan berceceran makanan dilantai yang begitu bersih
"Ada apa dengan mu hans!?" Elena memandang cemas hans
"Ada apa dengan ku?" Senyum tipis hans
__ADS_1
"Yang seharusnya aku tanyakan adalah -ada apa dengan dirimu!-" hans melemparkan handphone ke hadappan elena yang memuat cuplikan video prilaku elena terhadap fisya
Kaku elena memandang video itu
Tak tau harus berbuat apa dan melontarkan alasan yang cocok untuk menyelamatkan diri
"Kau mempar wajahnya! Dan menyiram tubuh nya dengan kuah!" Dingin hans berjalan memutari meja menuju ke arah elena
"Ayolah hans! Dia hanya gadis kampung, ada banyak gadis seperti itu di kota ini" elena berusaha membela dirinya
Tak ada balasan dari hans
Seketika hans memutar kursi elena dan menginjakkan kaki di sela sela kursi itu
"Apa kau tau!?...Aku melarang keras siapa pun menyetuh dirinya!!" Murka hans baru saja di mulai
Sesak nafas melanda elena, begitu kencang tangan hans mengenggam leher nya
Bahkan untuk melontarkan satu kata pun sudah mustahil bagi elena
Berusaha memberontak menendang nendangkan kaki tak tentu arah tidak mengubah apa pun
"Lancang sekali dirimu!" Hans menghempaskan tubuh itu ke lantai dengan sekuat tenaga
Elena terjatuh keras kelantai dan memegang lehernya sembari terbatuk batuk lemah
__ADS_1
Melihat betapa menyeramkannya hans saat sudah marah
"Katakan kepadaku! Seberapa keras kau menampar wajah nya!" Lelaki yang tengah dilanda emosi itu duduk didepan elena yang tampak tak perdaya
"Apakah sekeras ini!" Hans menampar wajah elena dengan sekuat kuatnya
Hingga hidung elena mengeluarkan darah dan memar di wajahnya menandakan bahwa tamparan yang ia terima benar benar dasyat
"Atau lebih!" Kini hans berdiri dan berjalan menjauh sejenak
"Bahkan aku belum pernah menampar wajahnya dan ternyata kau telah mendahuluiku!"hans menghamburkan semua dokumen dan kertas diatas mejanya yang baru saja selesai dirapikan oleh OB
Berhamburan kertas melayang memenuhi ruangan ini dan beberapa dokumen terhempas keras kewajah elena
"Hans ak...ak..aku mohon! Maaf kan aku!" wanita ini mengemis memeluk kaki kanan hans
Namun prilaku hans selalu diluar dugaan ia malah menedang tubuh lemah elena hingga terpental menabrak kursi yang sempat ia duduki
"Aku tidak pernah menerima maaf!" Kini hans
Benar benar diselubungi oleh kemurkaan
Terlalu sadis untuk di ceritakan apa saja yang hans lakukan kepada wanita itu
Yang tersamarkan hanyalah teriakkan permintaan maaf dan suara hempassan barang ...
__ADS_1
Bersambung-