KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Murka hans


__ADS_3

Tak harus menunggu lama Elena masuk ke ruangan kerja Hans dengan membawa dua Kantung plastik yang berisi makanan


Jalannya terlihat Anggun dengan rambut yang diuraikan,Seakan akan ia tampak baik baik saja seperti tidak ada yang terjadi hari ini


Berbeda dengan Hans yang duduk di kursi belakang meja kerjanya tampak begitu menakutkan dengan mimik wajah marah


"Hans! Aku membawakanmu makan siang" elena meletakkan dua kantung plastik itu ke meja


Namun dingin tak ada sahut dari suara hans


Menimbulkan seribu pertanyaan dibenak elena


Bahkan disituasi seperti ini elena masih menyempatkan diri untuk menghidangkan beberapa makanan di meja hans


"Ayo hans dimakanan makanannya!" Elena memberikan semangkuk sup yang penampilannya jauh lebih baik dari pada sup buattan fisya


Hans berdiri tampak begitu menakutkan


Lalu tampa aba aba menyeret semua makanan itu hingga terjatuh ke lantai


Berserak dan berceceran makanan dilantai yang begitu bersih


"Ada apa dengan mu hans!?" Elena memandang cemas hans


"Ada apa dengan ku?" Senyum tipis hans

__ADS_1


"Yang seharusnya aku tanyakan adalah -ada apa dengan dirimu!-" hans melemparkan handphone ke hadappan elena yang memuat cuplikan video prilaku elena terhadap fisya


Kaku elena memandang video itu


Tak tau harus berbuat apa dan melontarkan alasan yang cocok untuk menyelamatkan diri


"Kau mempar wajahnya! Dan menyiram tubuh nya dengan kuah!" Dingin hans berjalan memutari meja menuju ke arah elena


"Ayolah hans! Dia hanya gadis kampung, ada banyak gadis seperti itu di kota ini" elena berusaha membela dirinya


Tak ada balasan dari hans


Seketika hans memutar kursi elena dan menginjakkan kaki di sela sela kursi itu


"Apa kau tau!?...Aku melarang keras siapa pun menyetuh dirinya!!" Murka hans baru saja di mulai


Sesak nafas melanda elena, begitu kencang tangan hans mengenggam leher nya


Bahkan untuk melontarkan satu kata pun sudah mustahil bagi elena


Berusaha memberontak menendang nendangkan kaki tak tentu arah tidak mengubah apa pun


"Lancang sekali dirimu!" Hans menghempaskan tubuh itu ke lantai dengan sekuat tenaga


Elena terjatuh keras kelantai dan memegang lehernya sembari terbatuk batuk lemah

__ADS_1


Melihat betapa menyeramkannya hans saat sudah marah


"Katakan kepadaku! Seberapa keras kau menampar wajah nya!" Lelaki yang tengah dilanda emosi itu duduk didepan elena yang tampak tak perdaya


"Apakah sekeras ini!" Hans menampar wajah elena dengan sekuat kuatnya


Hingga hidung elena mengeluarkan darah dan memar di wajahnya menandakan bahwa tamparan yang ia terima benar benar dasyat


"Atau lebih!" Kini hans berdiri dan berjalan menjauh sejenak


"Bahkan aku belum pernah menampar wajahnya dan ternyata kau telah mendahuluiku!"hans menghamburkan semua dokumen dan kertas diatas mejanya yang baru saja selesai dirapikan oleh OB


Berhamburan kertas melayang memenuhi ruangan ini dan beberapa dokumen terhempas keras kewajah elena


"Hans ak...ak..aku mohon! Maaf kan aku!" wanita ini mengemis memeluk kaki kanan hans


Namun prilaku hans selalu diluar dugaan ia malah menedang tubuh lemah elena hingga terpental menabrak kursi yang sempat ia duduki


"Aku tidak pernah menerima maaf!" Kini hans


Benar benar diselubungi oleh kemurkaan


Terlalu sadis untuk di ceritakan apa saja yang hans lakukan kepada wanita itu


Yang tersamarkan hanyalah teriakkan permintaan maaf dan suara hempassan barang ...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2