KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Meluruskan


__ADS_3

Setelah ketiga mahluk aneh itu pergi barulah fisya mempersiapkan diri untuk mengatakan yang sejujurkan akan hubungan hans dan dirinya


Namun saat di lihat lihat ibu hans sudah menjatuhkan beberapa tetes air mata sembari menunduk


"Eee...nyonya? Apa anda baik baik saja" tanya fisya takut ibu hans kenapa kenapa


"Tidak! Saya baik baik saja, hanya saja saya sedang menyesali masa lalu!?" Ibu hans menghelap air matanya dan tersenyum memandang fisya


Baiklah fisya! Tanyakan ada apa ini


Apa yang sebenarnya terjadi!


Fisya mengumpulkan semua keberanian sembari mengerutkan alis memandang wanita yang tengah bersedih ini


"Sebenarnya apa yang terjadi!?" Tanya fisya leluasa karna pertanyaan yang sudah cukup lama ia pendam akhirnya dapat ia sampaikan


Nyonya glen kembali menangis!


Tidak tau apalah arti dari air mata itu


Tapi yang pasti ibu hans sangat menyesalli apa yang telah terjadi


"Dulu! Saat hans berusia lima belas tahun! Aku dan ayah nya bercerai!" Ibu hans kembali menghelap air matanya


"Lalu aku memutuskan untuk menikah lagi dan saat ayah nya tau aku sudah memiliki suami


Ayah hans sepertinya tidak menerima itu,

__ADS_1


Jadi ia memutuskan untuk mabuk dan bunuh diri" raut wajah wanita ini semakin menyedihkan


"Jika saja waktu itu aku tau bahwa ini akan terjadi aku tidak akan pernah...." tangisnya semakin tersedu sedu


Bagaimana tidak setelah mantan suaminya meninggal


Kini anak satu satunya juga menjauh


Menyalahkan dirinya atas semua kejadian yang menimpa ayah hans


Dan sejak itu lah emosi hans sangat susah untuk di kendalikan


"Fisya minta maaf nyonya!" Fisya mengelus pundak wanita ini guna menenangkannya


Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk membahas hubungan ku dengan hans!


Nyonya glen nampak begitu sedih


Dengan pandangan turut bersedih


Dan sekarang fisya merasa cukup bersalah sudah menanyakan hal yang sepantasnya tidak ia tanyakan


"Tapi sekarang! Aku bertemu dengan dirimu" nyonya glen mengenggam erat kedua pundak fisya


"Aku yakin kau akan mengubah semua nya!


Aku sudah sangat merindukan cinta dari anak ku" wanita ini memeluk fisya dengan begitu erat

__ADS_1


Sedangkan fisya terdiam kaku di dalam pelukannya


Seakan akan bingung dengan apa yang dapat ia lakukan untuk wanita ini


Di sisi lain fisya teringat bahwa masa waktu kontrak ini hanya selama tiga bulan


Dan fisya sudah berada di rumah ini selama dua minggu


"Fisya minta maaf!...tapi fisya sama tuan hans itu..." fisya menelan ludahnya dan memandang penuh rasa kasihan dengan nyonya glen


"Fisya sama tuan hans itu belum menikah!" Fisya menunduk


Belum menikah?


" tapi ibu berharap kau akan menikah dengan hans!" Nyonya glen kembali mengelus pipi fisya dengan tangan kanan nya sembari tersenyum


Fisya terdiam kaku


Mendengar pernyataan dari nyonya glen


Bahkan ia tidak pernah berpikir ingin menikah dengan hans


" jika suatu saat hans melamar mu! Ibu ingin kau mempertimbang kannya dan datang lah ke rumah ibu" nyonya glen berdiri dan mengambil tas hitamnya


"Ibu akan pulang, nak fisya jangan lupa untuk mengunjungi ibu" wanita ini memeluk fisya dan berjalan ke arah pintu keluar


Apa dia benar benar berharap aku akan menikahi anak nya?

__ADS_1


Jika bukan karna terpaksa aku tidak akan tinggal di rumah ini!...


Bersambung-


__ADS_2