KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Siapa!?


__ADS_3

Fisya melirik senis nayla sembari tersenyum kaku seakan akan memperingati nayla untuk menutup mulutnya atau segera pergi dari sini sebelum ia kembali mengacau


"Tatap aku saat aku berbicara kepadamu!" Kata hans dibelakang fisya membuat bulu khuduk wanita ini berdiri


Gemetar fisya berbalik arah, berusaha keras memikirkan jalan keluar dari masalah yang di timbulkan nayla untuk dirinya kemudian yang paling tidak terbayangkan adalah tidak ada keberuntungan untuk fisya hari ini.


"Eee...iya?" Kata fisya melihat wajah hans dengan tatapan memelas nya seakan akan ingin hans membebaskan fisya untuk hari ini


Namun nampaknya hans tetap pada pendirian,


Bahkan mimik wajah hans tidak berubah saat ditatap oleh fisya, sungguh membuat situasi menjadi canggung dan terasa aneh, hingga ia lupa apa tujuan mereka menjemput fisya di kampus ini


"Ka-ta-KAN!" Bentak hans sedikit tegas


Sial! Hari ini benar benar hari terburuk ku!!!!


Fisya menunduk memejamkan matanya sekuat tenaga kemudian mengenggam harapan penuh untuk keajaiban semesta.


"Itu...kak diandra!" Kata nya menyebutkan nama orang yang memang tidak ada hubungannya dengan masalah ini, tapi bagaimana lagi hanya diandra yang tersirat di benaknya

__ADS_1


"Diandra!? Wanita yang tidak tau caranya menyetir itu!" Reza mengingat pernah bertemu bahkan berdebat dengan sosok diandra itu


Fisya mengangguk dengan senyuman


Merasa lega dan puas atas keputusannya,hingga fisya lupa bahwa di belakang tubuh kecil nya ada sosok nayla yang seakan akan tau segalanya


"Ada apa dengan diandra?" Hans kembali ke topik


"Kak diandra bunga kampus! Dia baru pulang dari luar negri dan kak diandra sepupu fisya!" Kata fisya menunduk


"Yah sudahi saja masalah ini! Aku sudah lapar!" Reza menyelah kemudian dengan gaya jalan konyolnya reza masuk ke dalam mobil meninggalkan hans dan yang lainnya


"Masuklah ke mobil!" Perintah hans


Dengan sesegara mungkin fisya berjalan masuk ke dalam mobil duduk di kursi paling dengan di sebelah pengemudi yang sangat menyeramkan dan juga menjengkelkan yaitu hans!


Hans masuk ke dalam mobil dan menjalankannya menuju ke sebuah restoran yang sudah di pesan sebelum jam makan siang, entah apa yang akan mereka bahas tapi ini sangat tidak biasa karna hans tidak begitu menyukai makan bersama apa lagi bersama reza yang kerap membuat hans kesal


"Bagaimana dengan harimu!" Kata hans melirik fisya yang duduk anggun di sampingnya sembari mengenggam buku dan sekotak coklat

__ADS_1


"Eee...hari ini sama seperti biasanya!" Fisya tersenyum lugu


Fisya begitu menarik perhatian saat ia tersenyum,bahkan di tingkah hans yang kerap kali membuat jantungnya lepas! Tapi sepertinya fisya tidak pernah keberatan dengan hal itu!


Aron melihat senyum manis fisya dari pantulan bayangan kaca mobil, membuat lelaki ini ikut tersenyum


"Kenapa kau tersenyum!" Ujar reza yang dari tadi memperhatikan aron yang tersenyum senyum sendiri


Lelaki ini selalu saja!


💢


"Aku baik baik saja! Kenapa!? Apa kau tidak ingin melihat ku tersenyum?" Aron kembali mengotak atik reza yang berwajah datar


"Tidak...heran saja kau tersenyum tersipu sipu seperti itu..." reza kembali membuat suasana hati aron panas bahkan rasanya ingin merobek wajah tidak bersalah reza dan membuangnya jauh ke dalam lautan


"SIAPA yang tersipu sipu!"💢


Kesal aron menjadi jadi...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2