
Fisya melihat jam di handphone tertunjuk sudah pukul 12:30 sudah waktunya makan siang dan fisya masih berada di kantin
Aku akan mendapatkan masalah
Fisya berlari menjatuhkan es krimnya menuju lift pribadi di kantor besar ini lari itu sangat kencang hingga menbuatnya susah bernafas untungnya saat jam makan siang kantor ini sepi memudah kan fisya berlari menuju lift
"Cepat! Cepat! Cepat" ucap fisya menekan tombol di lift berkali kali
Akhirnya dengan bersusah payah fisya sampai di ruangan yang besar itu, didalam ruangan ini hans sedang duduk di kursi kerjanya
"Kau terlambat" ucap hans tampa melihat fisya
Apa yang harus aku katakan,aku terlalu takut untuk berbohong
"Kenapa kau masih disana? Cepat kemari" perintah hans menutup laptop di depannya
Fisya berjalan menuju hans dengan penuh rasa takut dan gugup,takut karena berpikir bahwa hans akan menghukum dirinya akibat terlambat
"Duduklah" ucap hans
Lagi lagi wanita ini menuruti semua yang diperintahkan oleh lelaki dingin itu,fisya duduk di kursi tepat di hadapan hans.hanya ada meja sebagai pembatas antara mereka berdua
"Kenapa kau terlambat" tanya hans meletakkan tangan di dagunya sembari memperhatikan fisya
__ADS_1
"Fisya..." jawab fisya memalingkan pandangan mencari alasan
Apa yang harus ku katakan
Sorot mata hans yang menakutkan sedang memandang fisya membuat nya tidak bisa berpikir dengan tenang
"Fisya...tadi...." alasan itu seakan akan tidak pernah muncul di pikiran fisya
Wanita ini yang benar saja
" yah baiklah jika kau tidak ingin mengatakan alasan kau terlambat" hans mengambil handphonenya
Syukurlah! Setidaknya aku bisa menenangkan pikiranku sejenak
Tidak lama hadphone fisya berdering pertanda ada sebuah pesan yang masuk, fisya mengambil handphone itu dan membuka pesan di grup kampus,ternyata ada yang mengirimkan sebuah video
"Tuan johan dan nona mika akan segera menghelar pernikahan hangatnya di kediaman tuan johan" ucap pembawa acara salah satu televisi kota ini
Terdengarlah oleh hans sebuah berita yang sedang di bicarakan media masa sekarang
Hati fisya terasa sangat sakit perasaan yang ia pupuk bersama johan hancur berkeping keping dan pikirannya kembali mengingatkan akan moment moment indah-nya bersama johan
Wah kalian akan menikah! Aku sangat bahagia
__ADS_1
Fisya mematikan handphone-nya diikuti oleh teresan air mata yang jatuh ke layar handphone itu
Ada apa dengan wanita ini? Kenapa tiba tiba dia menangis
"Ada apa" tanya hans meletakkan handphone-nya
Di atas meja
Dengan cepat fisya menghelap air matanya mengangkat tundukkan kepala itu dan tersenyum, seakan akan dengan senyumnya itu bisa memperbaikki segalanya
Apa! Tadi dia meneteskan air mata dan sekarang dia tersenyum ke padaku
"Fisya gak papa" fisya tersenyum kepada hans
"Berikan handphone mu" hans menjulur kan tangannya
Fisya mengenggam handphone itu tak ingin memberikannya kepada lelaki dihapannya ini
"Fisya..." lagi lagi benak fisya mencari alasan untuk menyelamatkan dirinya
"Berikan handphone itu!" kali ini nada bicara hans menjadi menakutkan
Fisya memberikan handphone itu ke tangan hans dan menunduk dengan air mata yang berlinang, hans menarik hadphone itu dan menghidupkannya, terlihat di layar hadphone itu ada sebuah kiriman video ....
__ADS_1
Bersambung-