
Bel istirahat berbunyi
Seperti layak nya seorang kekasih jorgi menunggu fisya di pintu keluar kelas nya untuk pergi makan siang bersama, ia sudah membayang kan setiap hal romantis yang akan mereka lakukan hanya berdua
"Maaf! Fisya telat, tadi fisya nungguin kak diandra" ujar fisya tersenyum lebar melihat jorgi yang nampak terkejut
Diandra ikut!?
Habis sudah harapan bermesraan bersama fisya
"Kak jorgi gak papa?" Fisya memiringkan pandangannya untuk melihat wajah jorgi
"Eh! Engak...hehehe gak papa kok, dimana diandra nya?" Lelaki ini mulai menenangkan dirinya
"Kak diandra lagi bicara sama dosen " fisya mengenggam erat buku buku di tangannya
Canggung sejenak
Fisya yang menunduk entah harus berbicara apa
Sedangkan jorgi berusaha keras untuk mencari topik pembicaraan bersama kekasihnya ini
"Baiklah! Ayo kita berangkat!!" Diandra merangkul pundak fisya dan jorgi baknya seorang anak tomboy yang super hits
Mereka berjalan di samping lapangan kampus
Terlihat dari ke jauhan banyak mahasiswa yang berkumpul entah sedang memperebutkan apa
"Ada apa?" Tanya jorgi terheran heran melihat sekolompok mahasiswa itu
__ADS_1
"Nampaknya ada sesuatu yang menarik" diandra menghela nafas dan kembali merangkulkan tangannya di pundak fisya
"Kenapa tidak ada yang memberi tahu anggota BEM?" Kata jorgi menghentikan jalannya
Mereka berhenti sejenak melihat gerombolan itu parahnya lagi mereka bersorak entah sedang menyebut nama siapa.
Fisya memperhatikan betul siapa dalang dari hal ini
Dan terlihat sosok yang tidak familiar di sana
Apa! Reza!
Bukan hanya reza tapi aron dan lisa ikut berjalan melewati gerombolan itu dengan beberapa bodyguard yang menyela para mahasiswa
Wajah fisya pucat, benak nya hanya memikirkan besok ia akan menjadi bahan gosip jika para orang terpandang itu menghampiri dirinya
"Kak jorgi fisya mau ke toilet sebentar!" Belum mendapatkan izin ataupun mendengar sepatah kata dari jorgi fisya sudah berlari kencang meninggalkan lapangan kampus
Habis lah aku hari ini!
Apa yang meraka lakukan di kampus ini!?
Jika ada lisa,aron dan reza pasti ada...
Matanya tersorot kaku tersandar lemah di balik pintu toilet, memikirkan apa yang akan para iblis itu lakukan hari ini di kampus nya
Kring...
Suara handphone fisya memecah keheningan toilet
__ADS_1
Ia melihat di layar handphone itu terdapat nama hans yang sedang menghubungi dirinya.
Tubuh fisya bergemetaran memandang layar ini
Jika aku tolak panggilan ini, maka aku akan kendapatkan masalah, tapi jika aku terima apakah aku akan terbebas dari masalah?
Dengan ragu ragu fisya mengangkat telpon itu dan meletakkan handphone nya di telinga sembari menunggu kalimat itu keluar
"Kau dimana!?, aku sudah berada di kampus mu!" Kata hans yang terdengar bergemuru tercampur aduk dengan sorakkan orang orang di sekeliling nya
"Kau dimana!" Bentak sedikit berbeda, karna cukup lama ia menunggu fisya menjawab
"Fis...e..em fisya di toilet!" Ungkap nya jujur
"Bagus! Aku akan menunggu mu di lapangan!" Kata hans hendak memutus telpon nya
"Eh! Tunggu!" Nada berbicara fisya sedikit berbeda dari biasanya
"Fisya deket sama perkiran jadi,bisa gak tuan hans nunggu fisya di mobil?" Tanya fisya sembari bergemertarran
Tidak biasanya fisya membantah perintah hans
Dan ia tidak pernah meminta hans untuk menunggu dirinya, tapi kali ini ia berbeda sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan dirinya akan fisya...
Bersambung-
Author sengaja up lebih awal dari janji yang kemarin😅
Author bakal memaksimalkan waktu untuk mengerjakan novel ini😇
__ADS_1
Jangan lupa vote author ya🥰