
Saat fisya membuka matanya ternyata dihadappannya hanya ada bos yang sedang duduk dengan wajah dinginnya
kebingungan fisya menoleh kiri dan kanan memastikan wanita yang tadi bercinta dengan hans bukan hayalannya
" kemari dan lihatkan kepadaku sketsamu" ucap hans membuka kertas sketsa diatas meja
Anak ini lugu sekali
Hans memperhatikan setiap ditail sketsa itu,begitu rapi dan bersih di setiap sudut bangunan yang fisya sketsa itu terlihat sangat jelas
Fisya berdiri di depan meja hans dengan memegang kedua tangannya berharap bos dinginnya ini menyukai apa yang dikerjakan oleh fisya
"Duduk lah" perintah hans
Seolah oleh seekor anjing kecil fisya menuruti semua perintah hans dan menyimak apa yang ia katakan
"Aku suka dengan apa yang kamu kerjakan" hans menutup kertas itu.
Akhirnya hatiku bisa lebih tenang setelah mendengar kata itu
Fisya menunduk amat takut dan segan menatap mata bosnya itu wajah tampan dan sikap dinginnya membuat fisya semakin sungkan mengangkat kepalanya
Jika dilihat lebih dekat anak ini benar benar cantik dan tanpa makeup! sangat natural
"Berapa hari kau mengerjakan proyek sebagus ini" tanya hans menatap fisya
"Fisya ngerjainnya...maaf! maksudnya saya mengerjakannya dalam waktu dua jam" fisya tetap menunduk
Ternyata dia belum pandai berbahasa intelektual yah terlihat tidak mungkin dengan IQ besar yang ia milikki
__ADS_1
"Aku akan mengambil sketsa ini dan mengerjakan proyeknya di kota A" ucap hans
Fisya hanya menunduk dan mengangguk membuat hans kesal
"Tatap mataku saat aku berbicara" nada berbicara hans mulai berubah
Ditegakkannya lah kepala dan pandangan nya untuk melihat sosok lelaki di depannya,sesaat fisya terpukau oleh apa yang dilihatnya
Dia tampan sekali
"Apa kau mengenal atau mengingat diriku" tanya hans memancing fisya akan adegan di bar
"Maaf tapi fisya...maksudnya maaf ini pertama kalinya saya bertemu dengan anda tuan" jawab fisya
Apa dia tidak mengingatku
"Ekhem! aku ingin berbicara bedua saja dengan fisya! Bisakah kalian berdua keluar dari ruanganku" perintah hans tegas melihat reza dan elena
Apa dia mengusirku karena wanita ini! Awas saja kau
Elena berdiri dengan cepat dan meninggalkan ruangan hans dengan wajah kesal
"Yah sebaiknya aku menyusul" susul reza di belakang elena
Hanya ada hans dan fisya di ruangan yang amat besar ini.jantung fisya berdebar dengan kencang seakan akan takut pada apa yang akan terjadi selanjutnya
"Fisya" hans berdiri dan berjalan ke sudut kantor
Tuhan apa pun yang ingin kau lakukan padaku hari ini tapi jangan libatkan aku dengan lelaki ini
__ADS_1
Fisya ketakuttan, gemetar adalah kata yang cocok untuk menyamarkan tubuh fisya sekarang
"Aku tau apapun yang ada di dunia ini,aku bahkan tau tentang masalah yang sedang kau hadapi sekarang" hans mengambil sebuah buku dari raknya
Terkujut fisya mendengar ucapan hans, tangannya bergemetaran dan jantungnya seakan akan ingin pecah
Bagaimana dia bisa mengetahui nya
"Yah... untuk masalahmu saat ini memang sangat besar dan rumit" hans membalik halaman di buku itu
"Tapi apa kau percaya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya" dengan keras hans menutup buku itu
Apa! Apa yang sedang ia katakan kepadaku? Aku benar benar tidak memahaminya
"Karna itulah aku ada di sini" ucap hans berjalan ke arah fisya
"Aku bisa membantumu dengan segala masalahmu bahkan aku bisa menyelamatkan hidupmu selamanya" duduklah lelaki tampan berjaz hitam itu di meja
Mengambil sebuah amplop besar yang berisikan sebuah kertas
"Habiskan sisa hari ini untuk berfikir! Temui aku pukul tujuh malam ini" hans memberikan amplop itu kepada fisya
Lugunya lagi fisya mengambil amplop dari tangan hans dan memandanginya
Apakah aku bisa percaya kepada lelaki ini
Fisya menunduk memperhatikan amplop coklat di tangannya sembari berpikir
Bersambung-
__ADS_1