
Diperjalanan pulang hans berkali kali menelpon fisya yang tak kunjung mengangkat telponnya,membuat hans semakin khawatir dan marah
"Gadis bodoh ini kemana" hans menginjak gas mobil hingga melaju dengan kecepatan tinggi
Terlihat dari dalam kaca mobil rumah besar yang diselubungi oleh pagar yang tinggi sudah mulai redup akan cahaya
Hans berhenti di depan gerbang rumahnya dan membuka kaca mobil hendak ingin berbicara dengan penjaga malam yang membuka pintu gerbang untuk hans
"Apa ada yang keluar dari rumah ini?" Tanya hans melihat penjaga yang bersih keras bersikap sopan
"Maaf kan saya tuan hans! Tapi sejauh ini tidak ada yang keluar melewati gerbang" penjaga itu menjawab dengan nada rendah dan tersenyum ramah
Kemana saja gadis bodoh itu
Hans menutup kaca mobinya dan menginjak gas mobil hingga mobil itu melaju meninggalkan penjaga yang tersenyum sendirian
Berhenti didepan halaman rumah yang luas dan selalu berpikir negatif akan fisya yang tidak mengangkat telponnya
Dengan penuh pengeluappan emosi hans keluar dari mobil hitam mewah itu dan membanting pintunya,berjalan dengan cepat melewati pintu masuk
Tidak ada satupun orang di ruangan besar itu,sudah pukul 2:30 malam para pelayan sudah pergi tidur
Hans melewati anak tangga dan berjalan menuju ke kamarnya saat hendak mendekati pintu kamar terdengar suara televisi masih menyala
__ADS_1
Jadi dia masih terbangun tapi tidak mengangkat telponku? Beraninya!
"Aku pulang!" Ucap hans memasukki kamar itu
Hening tak ada saut suara yang menjawab,hans mendekati televisi yang masih menyala itu dan melihat fisya yang tertidur pulas dengan posisi yang tak tentu arah
"Hai bagun!" Hans menjentik kepala fisya menggunakan jarinya
Nyenyak sekali dia tertidur di sofa,tampa menutup pintu dan mematikan televisi
Hans menggendong fisya dari sofa dan menidurkannya di kasur,dilihatnya tubuh fisya yang terlihat sexy dengan hoodie yang ia kenalan,mengingatkan hans akan malam pertama itu
"Fisya bagun" ucap hans lembut sembari memberbaringkan badan di sebelah fisya yang tertidur pulas
"Hei bagun!" Hans mencubit hidung fisya hingga membuatnya tidak bisa benafas
Gelisah dan sesak nafas membuat fisya terbangun dan melihat hans yang tengah memperhatikan dirinya
"Fisya bangun!" Ucap fisya duduk dengan cepat
"Kau ini kenapa?" Tanya hans melihat wajah terkejut fisya
"Fisya gak ketiduran...fisya nunggu tuan hans, beneran" cerocos fisya menunduk tak berani menatap hans
__ADS_1
Gadis konyol
Hans membangkitkan badan duduk di belakang fisya melingkarkan kedua tangannya di perut fisya dan memeluknya dengan erat
Lelaki ini kenapa
Agresif tubuh fisya saat disentuh oleh hans,jantungnya berdebar dengan sangat cepat dan wajahnya menjadi memerah,tubuh fisya gelisah seakan akan ingin melepaskan diri dari pelukkan itu
"Diamlah sejenak!" Ucap hans meletakkan dagunya di pundak fisya
Nafas yang terasa menghembus di leher fisya dan kepala hans yang menempel di telinganya membuat semakin cemas dan takut
"Apa kau tidak merindukanku?" Tanya hans menutup matanya menikmati aroma harum dari tubuh fisya
"Fisya...."gemetarran tubuh fisya setiap kali hans mendekatkan tubuhnya
Anak ini lucu sekali
"Aku suka aroma tubuhmu! Sangat harum dan membuatku tidak ingin melepaskan pelukkan ini" ucap hans memiringkan kepalanya di pundak fisya dan memandang leher mulus wanita dipelukkannya ini
Fisya terdiam kaku,badannya gemetar dan perasaannya menjadi tidak nyaman mengingat lelaki yang tengah memeluknya ini bisa saja melakukan apapun padanya
Bersambung-
__ADS_1