
Fisya keluar dari dapur membawa nampan yang diatasnya berisikan teko teh dan beberapa cangkir kosong
Berjalan menghampiri ketiga tamu tersebut
Saat hendak ingin menyajikan teh itu fisya dihampiri oleh reza
"Fisya bibi mun kemana? Aku sangat lapar" reza bertingkah bak anak kecil
"Fisya gak tau! Tapi didapur ada makanan reza ambil aja sendiri" fisya berdiri dihadapan reza
Reza mengangguk dan berjalan menuju dapur disaat bersamaan pula hans menuruni tangga berjalan menuju aula tamu
Dilihatnya oleh hans fisya yang tengah menumpu kan lututnya dilantai dan menyajikan teh kepada para tamu baknya seorang pelayan
"Apa yang kau lakukan!?" Tanya hans memenuhi ruangan
Dengan cepat ia berjalan menuruni tangga dan mengangkat tubuh fisya yang berlutut di lantai
"Apa yang tuan hans lakukan?" Ucap fisya kebingungan saat hans mengangkat tubuhnya
"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu! Apa yang kau lakukan?" Hans melihat tubuh fisya dari atas sampai bawah memastikan tubuh itu baik baik saja
"Fisya cuma buat minuman untuk tamu" para tamu itu pun berdiri memberikan salam ke pada hans yang sama sekali tak acuh
__ADS_1
"Kenapa? Apa dirumah ini kita kekurangan pelayan? Siapa yang menyuruh mu!?" Teriak hans menghentikan langkah reza dan membawa suasana tegang di ruang ini
Bahkan andre dan bibi mun menghampiri perdebatan itu memastikan apa yang sedang terjadi
"Fisya disuruh....sama...mereka!" Ucap fisya lugu melihat ketiga tamu dengan wajah cemasnya
"Beraninya kalian menyuruh fisya! Bahkan menyentuhnya saja tidak boleh apa lagi menyuruhnya!" ucap hans mengerikan melihat ketiga lelaki itu
"Bersyukurlah karna dia baik baik saja jika terjadi apa pun padanya hari ini maka nyawa kalian adalah gantinya" hans tampak begitu murka
Lelaki ini yang benar saja
"Tuan hans! Fisya gak papa" ucap fisya meminta hans mendengarkan
"Tuan hans!" Kali ini nada bicara fisya berubah
"Ini cuma teh! Fisya gak papa, fisya udah biasa buat teh! tuan hans gak perlu seperti itu" fisya memandang hans
Sudah berani membantah diriku ku ha?
"Masuk kekamar!" Perintah hans yang terdengar sangat mengerikan
"Tapi kenapa?" Fisya mengerutkan alisnya
__ADS_1
"Fisya baik baik aja" fisya menunjukkan lengan nya kepada hans guna menyakinkan hans bahwa ia baik baik saja
"MASUK KE KAMAR!" Perintah hans kali ini benar benar tidak bisa di bantah oleh fisya, fisya memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan kekacauwan di ruang tamu
"Direktur hans! Saya benar benar minta maaf, saya tidak tau bahwa dia adalah...." salah satu lelaki itu tampak sedang merendahkan harga dirinya di hadappan hans
"Andre pecat ketiga lelaki ini"perintah hans dingin meninggalkan ruangan
"Tapi tuan anda sudah memecat empat karyawan hari ini, saya tengah menghubungi sekertaris anda" andre berjalan di belakang hans meminta agar hans mempertimbangkan semua pekerjaan yang sudah ia berikan
"Kalau begitu suruh reza memecat mereka" perintah hans tidak menghentikan langkahnya
Reza menepuk keningnya dan berjalan dengan menghentam hentamkan kaki ke arah ketiga lelaki yang tengah ketakuttan itu
"Direktur reza! Tolong bantu kami, apa yang harus kami lakukan sekarang?"lelaki itu memohon kepada reza
"Ini semua salah kalian! Karna kalian aku harus menunda makan siang ku, bahkan aku tidak sempat sarappan hari ini" reza menunjuk nunjuk ketiga karyawan itu
"Apa kalian tidak tau? Aku sudah lembur semalaman! Dan sekarang aku harus memecat kalian? Apakah kalian tidak kasihan kepadaku!?" Reza membentangkan kedua tangannya meminta ketiga tamu itu melihat dirinya
"Pecat saja diri kalian sendiri! Aku sibuk!" reza meninggalkan tanggung jawab nya dan berjalan ke dapur...
Berasambung-
__ADS_1