
"Astaga! Aku lupa membeli bahan makanan, yah kita bisa makan di luar saja! Dan aku langsung akan mengantar mu pulang setalah mengisi perut mu!" Jorgi yang sibuk mengacak acak barang barang didalam kulkas
" fisya gak terlalu lapar kak, fisya juga gak mau ngerepotin kak jorgi!" Sahut fisya membuat jorgi berhenti mengacak acak kulkas dan dengan segera menutup kulkas itu
"Yang benar saja! Apa kau masih menganggap aku ini orang lain? Aku tidak pernah merasa terbebani jika bersama mu" jorgi mengambil kunci mobil yang tergelatak di atas meja makan
Lalu ia menarik tangan fisya hingga membuat wanita ini meninggalkan buku yang ia bawa di atas sofa ruang tamu
Jorgi membuka kan pintu mobil untuk fisya dan mempersilahkan wanita ini masuk ke dalamnya
Dan mereka berangkat menuju restoran terdekat
Disisi lain andre tengah mengeluarkan keringat dingin karna fisya tak kunjung pulang
Ketakutannya semakin di menjadi jadi setelah melihat raut wajah hans
"Sudah pukul tujuh malam! Dan dia masih belum pulang?" Ujar hans berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan kedepan jendela kaca besar di samping perapian
Bukankah anda sendiri yang tidak memperbolehkan saya menjemputnya!
__ADS_1
Dan sekarang anda malah memarahi saya atas ketidak pulangan nona?
"Tapi tuan...anda bilang....
"Aku tidak ingin tau kau harus membawanya pulang sebelum pukul delapan malam!" Perintah hans sembari meletakkan tangan di kaca jernih itu lalu melirik tajam andre
"Saya akan memerintahkan beberapa orang untuk mencarinya tuan!" Sahut andre meninggalkan hans yang lagi lagi tengah dilanda emosi
Mobil jorgi berhenti di sebuah restoran yang cukup berkelas
Mereka masuk ke dalam restoran itu dan memesan beberapa makanan untuk di makan
Apa yang jorgi katakan membuat fisya jatuh dalam keindahan langit malam
Ia bahkan tidak berhenti memperhatikan setiap kedipan bintang di atas sana
Mungkin inilah waktu nya!
"Fisya!" Jorgi mengenggam kedua tangan fisya dan memandang mata wanita ini dalam dalam
__ADS_1
"Aku tidak tau ini waktu yang tepat atau tidak! Tapi bagiku saat bersama mu setiap saat bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan ini!" Kata kata jorgi membuat fisya berhenti menatap langit dan terfokus pada wajah tampan nya
"Aku tidak peduli apa status mu sekarang dan aku tidak pernah peduli soal hubungan mu dengan hans! Tapi kali ini aku ingin mengatakan yang sejujurnya" jorgi semakin membuat detak jantung fisya meningkat hingga tidak dapat di atur
"Aku mencintai mu! Sangat mencintai mu bahkan aku rela melakukan apapun agar bisa berada di samping mu! Yah mungkin ini terdengar gila karna status mu sekarang, tapi aku benar benar memohon ke pada mu untuk menerima cinta ku!" Jorgi menaruh harapan penuh kepada wanita ini
Apa!? Apa kak jorgi baru saja menyatakan perasaannya ke padaku?
Aku sangat ingin menerimanya,
tapi tuan hans...
"Bagaimana?" Tanya jorgi menaikkan alis nya dengan detak jantung yang cukup kencang.
Namun balas raut wajah fisya nampaknya sedang kebingungan, entah ini kebingungan atau sedih tapi bahkan ia hanya menunduk enggan melihat harappan di wajah jorgi
"Tapi jika kau tidak mau atau ingin menjawabnya lain kali aku juga tidak apa" jorgi tersenyum leluasa...
Bersambung-
__ADS_1