KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Kantor


__ADS_3

Hans mengemudikan mobilnya mengarahkan mobil ini ke kota pusat, sedangkan fisya hanya terpaku pada hal yang ia lewatti lewat kaca mobil


Sembari bertupang dagu memperhatikan satu persatu perumahan atau tokoh yang mereka lewati, dan seketika ia melewati rumah lama fisya


Rumah dimana fisya di besarkan, tempat orang orang bertingkah seenaknya kepada fisya


"Kenapa? Apa kau rindu dengan kedua orang tua mu!?" Tanya hans memperhatikan mimik wajah fisya yang berubah drastis seketika melewati kediaman lama nya


"Kenapa tiba tiba bertanya seperti itu?" Ketus fisya melirik hans


"Tidak ada!" Singkat jawab hans


Hening kembali menemani suasana di dalam mobil, hans yang sibuk memikirkan urusan kantornya sedangkan fisya kembali memperhatikan jalanan


"Kling!"


Suara email masuk dari handphone fisya


Dengan sigap wanita ini membuka email itu dan lagi lagi dari kekasih nya yaitu jorgi


Jorgi : bisa kah kita bertemu di jam makan siang?


Fisya :...


Jorgi :hanya sebentar saja

__ADS_1


Hans melirik ke arah fisya, tidak biasanya ia memperdulikan handphone,tapi kali ini berbeda hans terus memperhatikan fisya mulai dari telpon tadi pagi tingkahnya sudah mulai berbeda


"Dari siapa?" Tanya hans ketus


Pasti dari kak diandra!


Terka hans sedikit demi sedikit mulai mengetahui kebohongan fisya


"Dari kak diandra!" Kata fisya tersenyum


Sesontak saja hans mecengkram stir mobil dengan kuat tetapi tetap memasang air wajah yang dingin seakan akan tidak peduli.


Ck! Kita lihat sejauh apa kau bisa berbohong


Senyum licik hans tampa aba aba membingungkan fisya, tebak fisya lelaki ini hanya sedang mengalami hari yang baik hingga ia tidak terlalu menghiraukannya


Menyeramkan! Apa yang harus aku jawab


"Hehehe...itu...e,mungkin suasana,hati,nya sedang membaik" senyum lugu fisya sembari mengaruk pipinya


"Baguslah! Aku suka bila ada yang berbaik hati kepada mu!" Ujar hans memarkirkan mobil nya di depan kantor


Dilihat di depan pintu kantor sudah ada reza dan lisa yang tengah memperdebatkan sesuatu


Mereka terlihat cukup berselisih untuk beberapa hal, lisa yang memegang beberapa dokumen dengan sekertaris yang berdiri di belakang nampak tidak mau kalah dengan reza yang berdiri loyo di depan

__ADS_1


"Dimana kau meninggalkannya!?" Tanya sekaligus bentak lisa terpokus ke arah reza


"Aku tidak tau! Mungkin karna terlalu banyak minum semalam" reza seakan akan tidak memiliki niat untuk membela diri


Nampanya yang paling ambil pusing adalah lisa


Dengan cepat hans dan fisya mengahmpiri dua insan yang tengah dilanda kebingungan itu


"Ada apa?" Tanya hans


"Reza meninggalkan dokumen baru kota B entah di mana!" Cerocos lisa melihat hans


"Bukan aku yang meninggalkannya" reza membala dirinya sembari mengaruk kepala


"Lalu siapa!" Nampaknya perdebattan ini tidak akan ada akhirnya


"Aku tidak tau! Semalam aku minum cukup banyak jadi...aku sedikit melupakan sesuatu" heran reza menatap lisa yang mulai terlihat panik


"Kau selalu saja begitu! Bisakah kau belajar bertanggung jawab? Sekali saja!" Lisa mendorongkan dokumen yang ia bawa ke dada sekertaris nya, berlagak menyerahkan dokumen itu untuk lebih leluasa memarahi reza


"Aku sudah minta maaf" reza menunduk namun serasa tidak bersalah


Sedangkan hans dan fisya hanya diam memperhatikan, fisya yang bingung mereka tengah memperdebatkan apa sedangkan hans hanya sibuk menyimak


"Lalu bagaimana sekarang?"tanya lisa memijat keningnya

__ADS_1


"Dokumen kota B ada di mobilku!" Kata hans...


Bersambung-


__ADS_2