KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Tentu saja!


__ADS_3

"Wah! Apakah anda calon istri direktur hans?" Tanya listy tersenyum


Pipi fisya menjadi merah, jantung nya berdetak kencang sampai sampai terasa panas saat listy menanyakan hal itu, fisya hanya terdiam memandang sekitar, benak fisya bingung ingin menjawab apa.


"Bukan-


"Tentu saja!" Ucap semua orang yang mendengarnya, bahkan hans ikut menyaut serentak seperti sudah latihan berbulan bulan untuk mengatakan hal itu.


Sepertinya mereka cukup sehati dalam hal pernikahan antar hans dan fisya,


Mendengar jawaban mereka yang serentak dan bertepatan itu membuat fisya menjadi semakin malu, rasanya ingin mengubur muka sedalam dalam nya


"Nampaknya memang anda orang nya" listy duduk di sebelah fisya


Fisya hanya menunduk malu, entah ini malu atau bahagia


"Tentu saja dia adalah calon istri ku! Bahkan sebelum dia lahir aku sudah tau bahwa fisya akan menjadi ibu dari anak anak lucu ku di masa depan"sombong hans melipat ke dua tangannya, hingga dia lupa bahwa salah satu lengan nya belum sembuh


"Bahkan sebelum aku mengenal fisya, aku sudah tau bahwa suatu hari nanti aku akan menjadi paman dari anak hans dan fisya" sambung reza ikut melipat tangannya

__ADS_1


Wow! Wow! Wow! Apa yang terjadi di sini!?, tolong hentikan jika tidak wajah ku akan semakin terasa panas dan jantung ku akan meledak!


"Anda adalah wanita yang sangat beruntung, dibarisan banyak wanita direktur hans memilih anda, tentu saja, anda cantik, manis, dan sangat sederhana" listy memandang fisya


"Anda terlalu berlebihan!" Ucap fisya masih kaku


"Tentu saja! Sepupu ku adalah orang yang sangat cantik dan seberuntung itu" diandra mulai ikut ikuttan


Fisya melirik diandra yang tersenyum manis tidak bersalah, sedangkan hans dengan wajah sombong nya, disituasi yang menebarkan rasa senang dan malu ini, sulit rasanya bagi fisya untuk menyesuaikan diri.


"Siapa yang memenangkan kontes tadi?" Tanya reza melahap roti isi telur Di tangannya


Diandra berdiri di tengah tengah ruangan, dan berlagak anggun seakan akan ingin mereka menebak siapa yang memenangkan kontes itu


"Benar-


"Kak diandra cukup licik" fisya tersenyum manis, menggagal kan aksi diandra yang sangat fantastik itu dengan kata kata yang sedikit menusuk ke hati


"Tentu saja, dia menggunakan fisya sebagai induk pemilihan, karna penggemar fisya cukup banyak kan?" Sela lisa sangat tau tentang hal ini

__ADS_1


"Ka..kalian tau?" Tanya diandra lesu


"Yah, panitia nya adalah teman ku, jadi aku cukup tau" lisa berlagak sombong


Fisya tergiurkan oleh pembicaraan yang tiada ujung nya ini, hingga dia lupa alasan kenapa fisya menolak makan malam bersama diandra, dengan cepat fisya melirik kotak kapsul di atas meja, baik tempat dan posisi nya tidak berubah


"Apakah tuan hans sudah minum vitamin?" Tanya fisya heran


"Benar juga ya? Hari ini hans tidak meminum apa apa" aron mamandang hans


"Hans tidak mengatakan apa apa soal vitamin" lisa ikut merasa bersalah, karna seharusnya dia menjaga hans di sela sela kepergian fisya bersama diandra


"Aku tidak suka vitamin itu! Rasanya sedikit pahit di tenggorokkan" hans memalingkan pandangan dan melihat ke luar jendela


Fisya menghela nafas nya dan berdiri, berjalan ke arah meja makan untuk mengambil kotak kapsul dan mengisi cangkir kosong dengan air putih hingga penuh, kemudian fisya berjalan dan berdiri di samping kasur hans


"Kalo tuan hans gak minum vitamin, tuan hans gak bakal sembuh" fisya memberikan gelas itu kepada hans dan menuangkan beberapa kapsul ke tangannya


"Apa kau akan marah jika aku tidak meminum nya?" Tanya hans memandang serius telapak tangan fisya yang menjulurkan beberapa kapsul

__ADS_1


"Sangat....


Bersambung-


__ADS_2