
"Hans! Sudah lama sekali ibu tidak melihat mu" ujar nyonya glen berdiri menyambut kedatangan anak kesayangannya ini
Namun jawab hans hanya terdiam
Berdiri di sela sela anak tangga tampa meneruskan jalannya
Hans terlalu benci dan dendam akan perbautan ibu nya di masa lalu
Tapi apa pun yang dilakukan ibu hans kepada hans di masalalu cukup berbekas di hatinya hingga ia sudah melupakan wanita yang membesarkannya ini
"Ekhm..." batuk fisya mengetahui bahwa situasi ini sangat canggung
"Nyonya glen! Silahkan duduk,fisya udah minta bibi mun untuk mengambil kue di dapur" ujar fisya memegang lengan ibu hans
Oke!oke!
Tenang fisya! Tenang
Setelah iblis itu pergi maka kau akan menjelaskan siapa dirimu di rumah ini
Fisya menatap hans yang berdiri di tangga
Dengan tatapan ketidak senangannya
Entah hans tengah menguji dirinya atau hans ingin ia terjerumus ke masalah baru
"Hans!" Suara reza memantul di ruangan ini
__ADS_1
Terlihat reza dengan jalan konyolnya masuk ke dalam aula tamu seperti biasa tangannya selalu berada di atas kepala
Berbeda dengan aron yang berada di belakang reza nampak begitu sopan sembari menutup pintu
"Hans! Kau bilang kita akan ke bar malam ini" reza langsung berhenti dan terdiam kaku
Melihat wanita yang paling hans benci dalam hidupnya tengah duduk di sebelah fisya
"Kenapa kau berenti!" Ujar aron memandang hans dari belakang reza yang belum sama sekali menyadari kehadiran ibu hans
Lalu reza mencubit lengan aron dengan sangat kuat sembari tersenyum kaku melihat ibu hans
"Awh...ada apa dengan......mu" setelah melihat ibu hans yang tengah duduk di sebelah fisya aron ikut menjadi kaku
Ada apa?
Apa mereka adalah musuh!?
semakin penasaran dengan hubungan ibu dan anak yang kurang akrab ini
"Ekhm...hm...hai...eee...tante! Selamat sore" basa basi reza sangat ingin bertanya kenapa wanita ini bisa masuk dan bisa duduk di sebelah fisya
"Aron! Reza! Sudah lama sekali aku tidak melihat kalian" nyonya glen tersenyum
Semakin membingungkan fisya
Di benaknya ada banyak pertanyaan
__ADS_1
Sebenarnya ada apa dengan keluarga ini
"Eee...reza! Tuan aron...em lisa gak ikut" fisya berusaha membuka topik pembicaraan agar tidak terasa canggung
Aron menyubit reza guna menyadarkan reza akan keterfokusannya melihat ibu hans yang nampak biasa biasa saja
"Oh iya!...dia akan datang malam ini untuk menemanimu atau kau yang menemaninya di apartement" kalimat reza hampir saja kacau
Hans masih terdiam melihat aksi reza dan aron yang cukup mengelitik perutnya
Begitu lucu nya wajah aron dan reza saat tengah kebingungan
Entah ini kebingungan atau terkejut namun kedua mahluk ini tidak bergerak dari tadi
"Em...hans" reza mengatahkan bola matanya ke arah nyonya glen dan sesekali ke arah hans sembari mengerutkan alis
"Kau...sudah? Yah kau tau" reza memainkan jemari nya memutar mutar jari telunjut sangat sesuai dengan putaran matanya
"Ekhm...kau tau!...berbaikan!?" Akhirnya reza menyelesaikan kalimatnya
Sembari tersenyum malu melihat ibu hans
Tidak enak akan pertanyaannya kepada hans
"Siapa yang mengatakan itu!? Sudah lah ayo masuk,aku sudah muak di sini" hans berputar arah berjalan menuju ke salah satu ruangan
Mungkin itu ruang pribadi atau tempat berkumpul
__ADS_1
Karna fisya belum melihat semua ruangan di balik banyak nya pintu di rumah ini...
Bersambung-