
Mobil berhenti di depan rumah besar, sekilas rumah itu terlihat seperti gudang, fisya benar benar tidak mengerti kenapa lisa membawa dirinya ke mari, tapi yang pasti ada tiga mobil yang terparkir di depan bagunan itu.
"Ayo turun!" Dengan sigap lisa membuka kan pintu untuk fisya dan menyeret fisya berlari masuk ke dalam bagunan itu.
Pergelangan tangan fisya terasa sakit karna lisa menariknya sedikit berlebihan, sedangkan diandra ikut berlari namun ia tidak tau pasti kenapa ia harus ikut berlari.
Saat tiba di dalam bagunan itu, lisa melepaskan tangan fisya, sesontak mereka tersorot pada hans dan jorgi yang tengah saling mengacungkan pistol, hans yang mengarahkan pistolnya tepat ke kepala jorgi sedangkan jorgi membidik arah jantung hans.
Fisya terdiam, jantung nya berdetak sangat cepat rasanya sampai ingin menangis melihat masalah mereka sudah samapi sejauh ini, mata fisya sedikit berkaca kaca begitu pula dengan diandra dan lisa
Di belakang hans ada reza dan aron yang ikut panik, akhirnya mereka terdiam kaku mengambil ancang ancang bila diantara jorgi dan hans menembakkan pistol nya.
a..apa yang terjadi!
Tubuh fisya bergemetaran, memaksa kan diri untuk mendekat, nafasnya sudah sulit diatur dan pincang kaki nya sedikit terhambat akibat panik, fisya mencengkram baju yang melapisi dadanya, prihal dada fisya terasa sangat sesak.
"Awasi mereka! Aku akan menelpon polisi!" Lisa beramanat kepada diandra yang tidak tau harus berkata apa apa.
__ADS_1
Jika dilihat jarak hans dan jorgi hanya sekitar satu meter saja, dan bila mereka membidik lalu menembakkan pistol itu, maka peluru nya tidak akan meleset sedikit pun.
Ingin main main dengan ku ha?
Hans memandang jorgi yang sedikit panik, dapat dilihat dari caranya memegang pistol yang bergemetaran.namun berbeda dengan jorgi, hans malah lebih tenang dan menganggap situasi ini biasa biasa saja.
" ayolah! Jangan bersikap bodoh!" Ucap hans sedikit tersenyum
"DIAM!" Teriak jorgi mengema di dalam gudang barang ini
"Aku hanya butuh satu tembakkan untuk membunuh mu!" Hans terlihat tenang
" dan aku akan melepas jantung mu " jorgi tidak mau ketinggalan.
Jorgi melangkah maju namun tidak membuat hans ciut untuk mundur! Hans tetap pada posisinya dengan ekspresi wajah yang sama
INI SEMUA SALAH KU!
__ADS_1
Fisya berjalan beberapa langkah lagi untuk mendekati hans dan jorgi, namun saat fisya hendak melangkah! Pistol jorgi sudah menempel di dada hans
"CUKUP!!..." teriak fisya, mengambil semua perhatian di ruangan ini.
"Fisya!" Ujar hans dan jorgi serentak
Mereka tidak menyadari bahwa fisya ada di sini, bagitu pula dengan aron dan reza, karna mereka terlalu panik hingga tidak sempat memperhatikan sekitar.
"Fisya! Kenapa kau disini!?" Heran reza menatap fisya yang bergemetaran dengan alis dan ekspresi wajah kecewa bahkan mata fisya sudah berlinangan air mata.
Namun hal itu tidak membuat hans ataupun jorgi menurunkan senjata mereka, malahan kedatangan fisya semakin membuat kobaran emosi mereka membara.
"Tunggulah fisya! Ini tidak akan lama, setelah itu kita akan hidup bahagia bersama sama selama nya tampa ada yang menghalangi!" Ucap jorgi terfokus melihat hans
Didalam mimpimu!....
Bersambung-
__ADS_1