
Fisya terbangun pada pukul 5:13 pagi, dilihatnya hans tengah tidur di belakang tubuhnya sembari memeluk fisya, tangan hans masuk ke dalam baju fisya, menyentuh langsung perut wanita ini
Lelaki memang selalu seperti itu!
Fisya menyingkirkan tangan hans dan turun dari kasur, mencuci muka dan berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan, hari ini hans akan kembali bekerja seperti biasanya, dan untuk mengawali hari fisya ingin hans mendapatkan asupan makanan yang cukup dan seimbang
"Pagi bi!" Sapa fisya melihat bibi mun tengah mengawasi para pelayan di dapur
"Pagi nona fisya, ada apa?" Tanya bibi mun mengingat ini baru pukul 5 dan fisya sudah turun ke dapur
"Gak papa bi, fisya mau buat sarapan buat hans" fisya mulai mengambil panci dan juga beberapa sayuran di kulkas
Dapur ini sangat ramai seperti pasar namun meskipun begitu para koki dan juga pelayan di sini sangat tertip, mungkin karna ada bibi mun sebagai ketua pelayan sedang mengawasi, atau memang mereka sudah terlatih untuk bekerja di rumah ini
"Nona fisya, mohon hati hati, saya tidak ingin anda terluka, jika diperkenankan biarkan saya memilih beberapa pelayan untuk membantu anda"bibi mun khawatir saat melihat fisya memotong motong sayuran
"Tidak perlu bi, fisya udah biasa" fisya tersenyum dan meneruskan masak nya
Sudah cukup lama fisya memasak ada beberapa hidangan yang sudah ia buat, dilihat di jam dinding sudah pukul 6:45 artinya sebentar lagi hans akan turun untuk sarapan
__ADS_1
"nanti ini di masukkan ke dalam
Mangkuk itu ya" pesan fisya kepada pelayan yang tengah mencuci piring di samping nya
Pelayan itu tersenyum dan mengangguk, setelah mencuci kedua tangan fisya berjalan menuju ke meja makan, dilihat para pelayan sudah menyajikan hidangan di meja itu, nampaknya hans sudah datang.
Fisya yang baru saja datang sangat bertolak belakang dengan para pelayan yang sudah berjalan masuk ke dapur.
Fisya berjalan mendekat dan melihat hans sudah duduk di kursi dengan pakaian kantor yang rapi
"Selamat pagi!" Ucap fisya melintassi kursi hans
"Apa yang kau lakukan!?" Tanya fisya berdiri dan duduk di kursi sebelah hans
Namun hans hanya tersenyum manis memandang fisya yang pagi pagi sekali sudah di buat kesal oleh nya
"Pagi pagi memang sangat menyenangkan memakan mu!" Hans menunjukkan garpunya ke arah fisya
Fisya masih merengut dan mengambilkan hans beberapa masakkan nya, menuangkan air ke gelas untuk hans
__ADS_1
"Ada apa dengan wajah mu?" Tanya hans melihat fisya
Fisya hanya diam dan memakan sarapannya masih menunjukkan wajah tidak senang kepada hans
"Tersenyumlah!" Ucap hans mulai risih dengan ekspresi wajah fisya
"Gak bisa! Fisya lagi makan" ketusnya
"Apa kau kesal karena aku mencium mu!?" Tanya hans menghentikan sarapannya dan memandang fisya serius
"Mungkin!"
"Yah baiklah! Aku akan mencium mu setiap saat" hans tersenyum melihat fisya yang terkejut
Setiap saat! Aku pikir dia akan mengatakan tidak akan menciumku tapi ternyata malah sebaliknya
"Aku akan kekantor, mungkin pulang sedikit larut, dan saat aku pulang aku ingin kau menyingkirkan ekspresi wajah mu itu!" Hans mengelus kepala fisya dan mencium kening nya....
Bersambung-
__ADS_1