
Semua terdiam
Salung berpandangan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dosen ini
Seakan akan semuanya benar ditambah lagi ia adalah dosen senior yang dikagumi dosen dosen lainnya jadi mana mungkin bisa membantah dirinya
"Mohon maaf pak!" Jorgi berdiri membuat seisi kelas terkejut bahkan fisya ikut merasa gugup akan tindakkan jorgi
"Maaf jika saya begitu lancang!" Ujar nya melihat dosen yang kembali mengenakan kaca matanya dan menatap jorgi dengan mimik yang cukup menyeramkan
"Apa yang kau lakukan! Cepat duduk, sebelum kau mendapatkan masalah!" Bisik diandra merapatkan gigi dan menarik lengan baju jorgi yang berdiri di sampinnya
"Tidak! Ini salah!!" Jorgi kembali mengengerkan isi kelas dengan ungkapannya
" maaf pak! Tapi jika dari semua yang mengerjakan tugas bapak hanya satu yang mendapat nilai rata rata itu artinya bapak gagal dalam mendidik mereka!" Percaya diri jorgi seakan akan membeberkan sebuah fakta.
Yang baru disadari oleh mahasiswa yang belajar dengan dosen senior ini
"Tapi jika dari semua yang mengumpulkan tugas hanya satu yang tidak tuntas maka dia yang gagal mengikuti pelajaran bapak" lalu tiba tiba seorang lelaki yang duduk tepat di belakang jorgi ikut berdiri
"Dan juga! Dari awal pertemuan hingga saat ini kami kurang mengerti dengan cara anda bengajar! Saya bahkan tidak tau anda mengunakan metode apa !?" Lelaki berkaca mata ini juga ikut ambil tanggap
Pak dosen hanya terdiam! Memandang secarik kertas di atas meja nya
Sembari berpikir
__ADS_1
Sudah bertahun tahun aku mengajar di kampus ini dan baru hari ini ada yang berani mengkritik ku!!
Lalu mulailah kegaduhan di kelas
Suara bisik kian membesar membuat ruang sunyi ini menjadi sangat ramai.
Bukan hanya sebagian orang yang berbicara menuntut keadilan! Tapi semua orang
"Apa yang terjadi!" Tanya diandra menatap fisya
"Fisya gak ngerti! Fisya juga gak tau harus bagaimana" fisya melihat wajah sedih pak dosen yang mulai mengerutkan alis,nampaknya ia mulai menyadari kesalahan atau sebaliknya
Dan saat dosen tua ini berdiri membuat semua mejadi kembali sunyi seperti sedia kalah
Lalu ia berjalan tidak terlalu jauh kemuadia ia kembali lagi ke posisi semula dan berjalan lagi
"Dan saya akan menilai ulang makalah kalian! Selamat siang" dia membereskan serakan buku di atas meja dan berjalan ke luar ruangan
Apa! Apa yang terjadi?
Apa ada pertimbangan nilai!?
Setau ku tidak ada kata pengulangan penilainyan dalam pemelajaran dirinya
Sekejap sorak bahagia terdengar dari kelas lain
__ADS_1
Ada yang berdiri lalu meleparkan buku ke atas dan ada yang melemparkan beberapa tas
Bersorak seakan akan ada pesta di dalam kelas ini
"Kau lihat! Aku melakukannya karna dirimu" jorgi kembali berkedip melihat fisya
"Yah! Sungguh calon suami idaman!" Sahut diandra yang mengingatkan jorgi akan perkataannya di telpon dengan dirinya
Ia mengatakan kepada diandra bahwa dia dan fisya sudah berpacaran meski belum resmi
Namun cepat atau lambat mereka akan tetap
Menjalin hubungan
"Dimana janji mu!?" Kata diandra menagih perkataan jorgi saat di telpon
"Janji apa!?" Tanya fisya melihat diandra lalu memusatkan pandangan ke arah jorgi yang pura pura tidak mendengar kan
"Kak jorgi ada janji apa?" Ucap fisya membuat jorgi tidak bisa mengelak lagi
Ia menggosok rambutnya dan melihat sekeliling guna mencari alasan yang cocok
Namun alasan apa pun itu tidak akan berguna jika diandra ada di sebelah fisya
"Aku! Harus ke ruang piala untuk melihat data pemain basket!...
__ADS_1
Bersambung-