KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Pertimbangan


__ADS_3

Semua terdiam


Salung berpandangan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dosen ini


Seakan akan semuanya benar ditambah lagi ia adalah dosen senior yang dikagumi dosen dosen lainnya jadi mana mungkin bisa membantah dirinya


"Mohon maaf pak!" Jorgi berdiri membuat seisi kelas terkejut bahkan fisya ikut merasa gugup akan tindakkan jorgi


"Maaf jika saya begitu lancang!" Ujar nya melihat dosen yang kembali mengenakan kaca matanya dan menatap jorgi dengan mimik yang cukup menyeramkan


"Apa yang kau lakukan! Cepat duduk, sebelum kau mendapatkan masalah!" Bisik diandra merapatkan gigi dan menarik lengan baju jorgi yang berdiri di sampinnya


"Tidak! Ini salah!!" Jorgi kembali mengengerkan isi kelas dengan ungkapannya


" maaf pak! Tapi jika dari semua yang mengerjakan tugas bapak hanya satu yang mendapat nilai rata rata itu artinya bapak gagal dalam mendidik mereka!" Percaya diri jorgi seakan akan membeberkan sebuah fakta.


Yang baru disadari oleh mahasiswa yang belajar dengan dosen senior ini


"Tapi jika dari semua yang mengumpulkan tugas hanya satu yang tidak tuntas maka dia yang gagal mengikuti pelajaran bapak" lalu tiba tiba seorang lelaki yang duduk tepat di belakang jorgi ikut berdiri


"Dan juga! Dari awal pertemuan hingga saat ini kami kurang mengerti dengan cara anda bengajar! Saya bahkan tidak tau anda mengunakan metode apa !?" Lelaki berkaca mata ini juga ikut ambil tanggap


Pak dosen hanya terdiam! Memandang secarik kertas di atas meja nya


Sembari berpikir

__ADS_1


Sudah bertahun tahun aku mengajar di kampus ini dan baru hari ini ada yang berani mengkritik ku!!


Lalu mulailah kegaduhan di kelas


Suara bisik kian membesar membuat ruang sunyi ini menjadi sangat ramai.


Bukan hanya sebagian orang yang berbicara menuntut keadilan! Tapi semua orang


"Apa yang terjadi!" Tanya diandra menatap fisya


"Fisya gak ngerti! Fisya juga gak tau harus bagaimana" fisya melihat wajah sedih pak dosen yang mulai mengerutkan alis,nampaknya ia mulai menyadari kesalahan atau sebaliknya


Dan saat dosen tua ini berdiri membuat semua mejadi kembali sunyi seperti sedia kalah


Lalu ia berjalan tidak terlalu jauh kemuadia ia kembali lagi ke posisi semula dan berjalan lagi


"Dan saya akan menilai ulang makalah kalian! Selamat siang" dia membereskan serakan buku di atas meja dan berjalan ke luar ruangan


Apa! Apa yang terjadi?


Apa ada pertimbangan nilai!?


Setau ku tidak ada kata pengulangan penilainyan dalam pemelajaran dirinya


Sekejap sorak bahagia terdengar dari kelas lain

__ADS_1


Ada yang berdiri lalu meleparkan buku ke atas dan ada yang melemparkan beberapa tas


Bersorak seakan akan ada pesta di dalam kelas ini


"Kau lihat! Aku melakukannya karna dirimu" jorgi kembali berkedip melihat fisya


"Yah! Sungguh calon suami idaman!" Sahut diandra yang mengingatkan jorgi akan perkataannya di telpon dengan dirinya


Ia mengatakan kepada diandra bahwa dia dan fisya sudah berpacaran meski belum resmi


Namun cepat atau lambat mereka akan tetap


Menjalin hubungan


"Dimana janji mu!?" Kata diandra menagih perkataan jorgi saat di telpon


"Janji apa!?" Tanya fisya melihat diandra lalu memusatkan pandangan ke arah jorgi yang pura pura tidak mendengar kan


"Kak jorgi ada janji apa?" Ucap fisya membuat jorgi tidak bisa mengelak lagi


Ia menggosok rambutnya dan melihat sekeliling guna mencari alasan yang cocok


Namun alasan apa pun itu tidak akan berguna jika diandra ada di sebelah fisya


"Aku! Harus ke ruang piala untuk melihat data pemain basket!...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2