KAU Adalah MILIKKU

KAU Adalah MILIKKU
Diandra


__ADS_3

"Cupu! Sedang apa kau disini" tanya diandra menghentikan jalannya dan melihat fisya yang nampak sangat panik


Tampa aba aba reza juga menghentikan aksi dan emosinya lalu memandang fisya


"Apa kau kenal wanita gila ini fisya?" Reza meihat tajam fisya


Jantung fisya sedikit bisa di kendalikan dan rasa panik nya sudah mulai hilang


"Ya! Kak diandra sepupu fisya" fisya mengangguk histeris


"Apa kau kenal lelaki tidak tau malu ini fisya?" Tanya diandra melotot tajam ke arah fisya


Fisya mengangguk dengan perasaan yang mulai reda akan kepanikkan,dan seketika diandra dan reza saling pandang memandang


Entah ini pandangan kebencian atau sebaliknya tapi ini mulai terasa sangat canggung


"Kau! Jika kau bukan sepupu fisya! Sudah ku letakkan kau di penjara mafia!" Ujar reza menunjuk diandra dan langsung berbalik arah untuk masuk ke dalam mobil


Lelaki gila!


"Kak diadra gak papa?" Tanya fisya menghampiri diandra


Ia menggeleng dan melihat fisya keheranan


Bagaimana tidak di jam selarut ini fisya malah berkeliaran dengan lelaki yang diandra anggap gila itu

__ADS_1


"Kemana saja kau? Malam malam begini dengan lelaki gila itu!?" Diandra seakan akan berlagak marah


Baru saja fisya ingin membuka mulutnya untuk menjelaskan apa yang terjadi


Ternyata reza sudah membunyikan klakson mobil sangat kencang dan lama


"Fisya! Cepat masuk aku tidak ingin mendapatkan masalah lagi!" Ujar reza dengan wajah marah nya


"Kak diandra fisya minta maaf tapi fisya harus pulang besok fisya jelassin ke kakak" fisya pergi meninggalkan diandra masuk ke dalam


Mobil dengan reza yang nampak begitu kesal


Reza menginjak gaz mobilnya dan melintaskan mobil ini tepat di samping diandra sembari melirik tajam


"Wanita gila!" Kata reza yang hampir tidak terdengar oleh fisya


Hening terasa di mobil


Setelah kejadian bersama diandra reza memilih diam dengan wajah jemberutnya dan terfokus ke jalanan.


Sedangkan fisya sibuk memikirkan apakah benar hans sudah menantikan dirinya


Tapi biasanya hans selalu menelpon untuk keberadaan fisya namun kali ini entah apa mau lelaki itu


Deringan handphone memecahkan suasana Hening ini

__ADS_1


"Ya!" Jawab reza pada sosok yang menelpon dirinya


" apa dia bersama mu?" Suara lelaki di telpon terdengar sangat menyeramkan


"Ya! Kami akan segera sampai ke sana, kau bisa perintahkan mereka berhenti mencari fisya sekarang!" Reza mulai merasa bangga terhadap diri sendiri karna bisa membawa pujaan hati hans ini pulang dengan selamat


Tutt...


Tampa sahut suara lagi hans mematikan panggilannya


Meninggalkan seribu kebingungan di benak reza


Bukan kah seharusnya dia senang fisya sudah pulang?


"Hans terkadang memang menakutkan dan sedikit.... tidak tepatnya lebih banyak keras kepala, tapi percayalah dia lelaki yang baik!" Reza berusaha menenangkan fisya yang nampak begitu tegang.


Apa baik!?


Bagaimana jika aku pulang nanti dia malah memarahiku atau lebih tepatnya memukul diriku ha?


Benak fisya mulai menerka nerka apa yang akan terjadi pada dirinya malam ini,


Ditambah lagi mobil ini sudah terparkir di halaman luas rumah hans, mulai saat ini setiap detiknya terasa menakutkan


"Santai saja! Didalam ada lisa dan aron bahkan ada aku untuk menemanimu!" Kata reza membuka kan pintu mobil dan meminta fisya untuk segera keluar...

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2