
"Lisa kesini sama siapa?" Tanya fisya duduk di sebelah lisa
"Reza" ucapnya lonyo meletakkan garpu diatas meja
"Kok bisa? Lisa kenal reza?" fisya melotot seolah olah sangat ingin tau tentang hubungan mereka
Pertanyaan fisya hampir membuat lisa terganggu dengan wajah datarnya lisa melihat fisya
"Ceritanya panjang" ucap lisa
Fisya mengetahui keadaan itu hingga ia memilih diam dan memperhatikan sekitar
Wah! Sangat mewah semua warna dan dekorasi ini telah lama fisya rancang bersama johan dipenghujung sore
Diiringi dengan ucapan janji manis johan hingga membuat fisya berharap sampai saat ini
Bodoh sekali aku!
Fisya tersenyum licik
Menertawakan kebodohan dirinya sendiri di masa lalu
Lalu tiba tiba semua tamu didalam ruangan ini berdiri dan bertepuk tangan
"Ayo berdiri!" Ajak lisa menarik lengan fisya
Fisya turut berdiri namun ia bingung kenapa mereka harus berdiri
__ADS_1
Dilihatnya sekitar bola matanya melihat kiri dan kanan memastikan suatu kejadian didalam ruangan ini
Dilihatnya mika yang mengandeng johan begitu serasi dengan gaun oengantin dan jaz hitam milik johan
Seketika mika melirik kearah fisya dan tersenyum melambaikan tangan
Kendalikan dirimu fisya!
Dengan keberaniannya fisya membalas senyuman itu dan berusaha bersikap biasa biasa saja walau tengah dilanda dengan puluhan rasa kecewa
Johan dan mika terus berjalan melalui karpet merah yang membawa mereka menuju ke sebuah kursi panjang nan mewah
Tampak begitu bahagia johan dan mika
mereka sangat pandai dalam memutar balikkan fakta dan menyembunyikan kebenaran
"Ya! Fisya gak papa"senyum fisya yang menyakinkan semua orang bahwa dirinya tengah berbahagia
Tak lama mika dan johan berhenti berjalan berputar arah melihat ke semua tamu dan melambaikan tangan,entah apa artinya itu tapi itu cukup berbekas dihati fisya
"Apa kau tau! Menurutku mereka cukup serasi"terdengar suara hans di telinga fisya
Sejenak fisya terkejut
Memandang hans yang sangat tampan disampingnya
Bahkan untuk sesaat fisya jatuh dalam ketampanan itu dan tiada henti memandang hans
__ADS_1
"Kenapa!? Apa aku tampan?" Tanya hans seperti membaca pikiran fisya
"Eggak! Fisya gak liat tuan hans,fisya lagi liat dinding" ceroboh fisya dalam berbicara membuat reza yang duduk satu meja dengan mereka tertawa
Hans dan reza sedang berbicara tentang sesuatu yang tidak fisya tau apa artinya
Berbeda dengan lisa yang menyimak dengan titik fokus yang tajam
Loyo terlihat fisya melemaskan badan dan meletakkan wajahnya dimeja sembari memutar mutar sendok garpu didepannya
"Terimakasi kepada para tamu telah menyempatkan diri hadir ke acara pernikahan saya"suara johan terdengar jelas keseluruh ruangan
Fisya menegakkan badannya dan melihat betapa tampannya johan yang tengah digandengan oleh mika
Seakan akan semua baik baik saja dengan gembira mereka mengangkat segelas anggur dan bersulang bersama sama
"Kenapa!?" Hans mendekatkan kepalanya ke wajah fisya
"Gak! Gak papa" fisya melirik johan dan mika
Hans terus memandang wajah fisya yang begitu cantik tengah serius memperhatikan kebahagiaan antara johan dan mika dengan mimik wajah yang sedikit datar fisya terus melirik kearah johan tampa menghiraukan hans,reza dan lisa
"Kau lihat apa!?" Hans memutar kepala fisya dengan tangan besarnya menghadapkan wajah bingung itu kehadapan reza dan lisa
"Iklaskan saja!" Ucap reza tampa ada angin dan hujan
"Gak! Fisya gak papa" cemberut fisya tak mengubah sedikitpun dari kecantikkannya...
__ADS_1
Bersambung-