
Hari ini nenek hans mengajak fisya entah ke mana mana, mulai dari mendatangi mall terkenal di kota hingga makan kue di pinggir jalan, jujur fisya sedikit lelah, ia bahkan bingung menagapa wanita tua itu masih sanggup berkeliling kota di teriknya mata hari, akibat nego menego yang tinggi akhirnya di pukul 15:12 mereka memutuskan untuk beristirahat di kantor hans.
Fisya berjalan memasuki kantor dengan nenek di samping nya, namun di tengah jalan wanita tua itu malah ingin melihat kantin di kantor ini, sehingga ia meninggalkan fisya berjalan sendiri, untung saja andre ikut untuk memastikan nenek tidak tersesat.
Fisya berjalan menuju ke depan lift membawa beberapa kue untuk hans sebagai permintaan maaf untuk sikap nya pagi ini, fisya bahkan tidak tau kenapa dia tidak dapat menahan emosi minggu minggu ini,
Sudah cukup lama fisya menunggu di depan lift namun tak kunjung turun, akhirnya fisya memutuskan untuk menggunakan tangga darurat di samping lift.
Tangga nya memang cukup panjang namun fisya sudah terbiasa berjalan jauh, apalagi di kampusnya ia sering naik turun tangga.
sudah sekitar beberapa anak tangga lagi untuk menuju ke ruangan hans, hendak fisya mengetuk pintu terdengar suara reza yang tengah berbicara
"Dimana kakek?" Tanya reza
"Dia ke kantin untuk bertemu dengan nenek" suara wanita tak lain adalah lisa turut menjawab
__ADS_1
Fisya mengenggam pegangan pintu dan hendak mendorong masuk, hingga aksinya terhenti ketika reza berkata
"Hans! Apakah kau mau ikut ke bar malam ini? Aku dan aron akan ke sana"
" tidak tidak, hans tidak akan ikut bersama kalian ke tempat kotor seperti itu, ingat dia sudah punya fisya" jawab lisa sepontan
Kemudian hening, fisya semakin penasaran dengan jawaban hans
"Aku akan ikut!" Ucap hans ketus
"Kenapa? Bukan kah kau mencintai fisya?" Tanya lisa dengan nada sedikit lantang mewakili perasaan fisya
"Kau tau! Aku sudah lelah! Seakan akan selalu aku yang meminta perhatian dari dirinya, aku juga ingin dia memperlakukan ku sama seperti aku memperlakukannya" ucap hans
"Terkadang aku berpikir mungkin diantara kami hanya aku yang mencintai nya, bahkan aku tidak tau perasaannya kepadaku seperti apa? Untuk sekarang aku masih ragu akan keberadaan ku di dalam Hati nya, mungkin dia masih mencintai jorgi atau ada lelaki lain di dalam hatinya" sambung hans mengejutkan fisya
__ADS_1
Ingin rasanya fisya menangis mendengar hal itu, fisya berjalan mundur dua langkah dan menutup mulutnya seakan akan tidak percaya dengan apa yang dia dengar, air mata fisya berlinang
"Itu tidak mungkin!" Ucap lisa
"Sudahlah lisa! Terkadang direktur besar seperti hans pun juga berhak bersenang senang, aku dan aron akan menjemputmu pukul 11 malam" reza merangkul pundak hans begitu pula dengan aron yang setuju dengan apa yang dikatakan reza
Fisya duduk tersandar di dinding, dengan air mata yang berjatuhan, ternyata ia bersikap salah dengan hans, seharusnya fisya menyatakan cinta nya atau lebih
Tidak! Tidak! Tidak!
Aku menyukaimu! Aku sangat mencintai mu, dihatiku hanya ada dirimu, kau salah hans, aku hanya ingin bahagia bersama mu sekarang, tolong jangan katakan itu lagi!.
Fisya meninggalkan plastik kue nya dan berjalan menuruni anak tangga sembari menghapus setiap derai air mata nya...
Bersambung-
__ADS_1