
Tepat saat elena berjalan ke luar menerobos pintu
Ia bertemu dengan reza dan aron yang hendak melihat pekerjaan hans
"Dia kenapa!?" Tanya aron yang melihat elena berjalan dengan wajah cemberut nya
"Dia bodoh!" Jawab reza meneruskan jalan nya
Saat hendak melewati pintu masuk aron dan reza melihat fisya yang keluar sembari menangis dari pintu itu bajunya basah di kepalanya ada sayurran dan parahnya lagi ada bekas tamparan di wajahnya
"Fisya kau kenapa!?" Aron dan reza menghampiri fisya dengan cepat
"Fisya...tadi..." fisya menunduk enggan menceritakan
"Nanti saja kita bahas itu! Ayo ke apartement lisa dan mengganti bajumu" reza mengeluarkan kunci mobil dari sakunya
Mereka mesuk kedalam mobil dan menuju apartement lisa yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor hans
Disisi lain hans dilanda kemurkaan karna belum melihat fisya sampai detik ini
Perutnya sudah keroncongan dan wajahnya berubah menjadi sangat menyeramkan
Berkali kali handphone nya berbunyi menandakan ada pesan
Pesan hari ini yang diterima oleh hans lebih banyak dari pada biasanya
__ADS_1
Ada masalah apa!
Hans mengambil handpone nya dan melihat setiap anggota grup kantor membagikan video yang sama,sekilas video itu menunjukkan elena tengah berbicara dengan seseorang yang tak jelas karna ditutupi oleh tubuh nya sendiri
Hans memutar video itu
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat perlakuan elena ke pada fisya
Terlihat sangat ditail kejadian nya
Bahkan tamparan dan tumpahan makanan yang di lakukan elena kepada fisya membuat berita itu top trending nomor satu di grup
Kau cari mati ha!?
Hans berdiri dan menelpon elena
"Ya hans!?" Suara nya masih seperti biasa
"Ke ruangan ku sekarang!" Perintah hans dingin dan langsung mematikan telpon itu
Mungkin karna hans lapar jadi dia meminta ku untuk kembali
Elena membeli beberapa makanan untuk hans bahkan sempat merapikan makeup nya agar terlihat cantik saat bertemu dengan hans
""Astaga! Fisya kenapa!?" Tanya lisa saat melihat tubuh fisya yang dilumuri oleh saus dan kuah
__ADS_1
"Aku juga tidak tau! Berikan fisya baju dan tunjukkan kamar mandi mu" ujar reza yang duduk santai di sofa
"Ayo fisya ke kamar ku!" Lisa mengajak fisya kemarnya
Apartement lisa terlihat begitu besar dan mewah wajar saja apartement ini termasuk ke daftar VIP teratas
Bahkan untuk menginap semalam disini diperlukan uang 50 juta dollar permalam
"Mandi saja disana, dan pilih baju sesuka mu aku akan membuatkan coklat panas untuk menenangkan dirimu" lisa memberikan handuk kepada fisya
Fisya mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi
Sedangkan lisa berjalan keluar dari kamarnya menuju keruang tamu untuk meminta kejelassan akan hal ini
"Apa yang terjadi" lisa menghampiri aron dan reza
"Kami tidak tau! Kami menemukan fisya didepan kantor hans" reza memakan cemilan diatas meja lisa dengan santainya
"Apa pun itu pasti ada hubungannya dengan wanita yang kita temui saat ingin ke kantor hans" aron menerka nerka
"Maksudmu elena!?" Reza menukar toples camilannya
"Elena!? Elena tidak mungkin melakukan itu kepada fisya aku sering bertemu dengannya dan dia cukup ramah" lisa berjalan ke dapur untuk membuatkan fisya coklat panas
"Dan juga dia adalah senior sexs pribadi hans" kalimat itu membuat aron dan lisa terkejut...
__ADS_1
Bersambung-