
Di aula tamu fisya melihat ada reza dan lisa yang tengah menata meja dengan beberapa botol anggur
"Ayo jalan! Atau kau kugendong!" Ucap hans di belakang fisya
Fisya terkejut dan langsung memutar tubuhnya
Saat tubuhnya sudah menghadap ke arah hans ternyata posisi berdiri hans sangat dekat dengan dirinya
"Kenapa!?" Tanya hans melihat wajah cemas fisya
"Gak...fisya gak papa" ucap fisya melambai lambaikan tangan
Tak perduli hans berjalan melewati fisya tampa ada sepatah kata pun
Terkadang fisya bingung sikap hans yang kian berubah membuat dirinya sulit untuk menyesuaikan diri
"Lebih baik kau ikut aku! Atau kau ku makan" ancam hans berhenti di tengah tengah anak tangga
Tampa basa basi fisya langsung berlari dan berhenti dibelakang hans
Terlalu takut untuk membuat hans marah karna setiap kali lelaki itu marah maka akan menyisakan seribu ketakuttan dalam hidupmu
"Tuan hans!...tuan aron sudah sampai" andre menghampiri fisya dan hans
Hans berjalan melewati aula tamu dengan fisya di belakang nya bak anak itik yang tengah mengikuti induk nya, fisya mengikuti bahkan menyesuaikan tapak kakinya dengan tapak kaki hans
"Apa kabar hans" ucap lelaki itu tengah memeluk hans
__ADS_1
"Aku baik! Bagai mana dengan dirimu!?" Tanya hans mempererat pelukkan itu
Fisya kesusahan melihat sosok yang tengah berpelukkan dengan hans
Diakibatkan tubuh hans yang besar menghalangi pandangannya
"Aku baik! Sudah lama sekali aku ingin bertemu dengan dirimu" senyum aron
Lalu reza dan lisa datang menghampiri berpeluk sapa dengan sosok lelaki yang tidak bisa fisya lihat,semakin membuat insan ini penasarran
"Reza! Lisa!! Aku sangat merindukkan kalian" ujarnya memeluk kedua sahabat konyol itu
Keadaan sekarang sungguh menyenangkan bagi hans dan teman seperjuangannya
Namun berbeda dengan fisya yang seperti tidak dianggap karna tubuh kecilnya terhalangi oleh tubuh besar hans
"Ayo masuk!" Hans merangkulkan tangan ke pundak aron
Kulit putih,rambut indah,hidung mancung dan banyak hal lain yang membuat wanita ini begitu istimewa
saat wanita itu tersenyum rasanya dunia besar ini bisa ia kuasai dalam sekejap
"Oh ya aku lupa! Ini fisya" hans memperkenalkan namun tampak seperti tidak peduli
"Nama yang cantik! Sesuai dengan wajahnya" aron membungkuk memberikan segala kehormatan pada wanita yang memang sepantasnya dihormati karna kecantikkan yang ia milikki
"Sudah lah! Ayo masuk,reza dan lisa sudah menata ruang tamu" tarik hans mengajak aron masuk
__ADS_1
Siapa lelaki itu!?
Fisya berdiri sendiri di depan pintu dengan setibu pertanyaan yang tak sampat ia lontarkan.
Ditambah hembussan angin malam yang begitu sejuk menusuk masuk kedalam kulit nya.
Aku harus masuk! Disini terlalu dingin
Tapi jika aku masuk,aku tidak akan memiliki teman berbicara! Ditambah lagi sikap hans yang terlalu membingungkan
Dilihatnya setiap detail taman didepan rumah hans tampak bagitu indah dengan berbagai lampu yang menghiasinya
Namun disisi lain tubuhnya kedinginan angin malam hari ini terasa sangat menusuk kekulit
Lalu tiba tiba kain yang menghangatkan tengah menyelimuti tubuhnya
Memberikan seribu kehangattan
Begitu nyaman hingga tak ingin fisya lepas
"Apa yang kau pikirkan!?" Suara hans menggema di telinga fisya
"Kau bisa sakit!" Lelaki itu berdiri di sebelah nya
"Fisya minta maaf tuan hans" fisya menunduk dihadappan hans
Gadis ini yang benar saja ia selalu meminta maaf tapi juga selalu membuat kesalahan
__ADS_1
"Tidurlah duluan! Aku akan menyusul disini terlalu dingin...
Bersambung