
Kini fisya dalam perjalanan pulang, diantar oleh diandra langsung karna andre sudah menjemputnya dua kali siang dan sore tadi, namun ternyata fisya harus pulang sedikit terlambat.tak banyak yang mereka bicarakan di dalam mobil, diandra hanya membahas tentang lelaki yang dekat dengan dirinya saja dan begitulah seterusnya
"Terimakasih kak, mau mampir dulu?" Tanya fisya mengingat ini masih pukul 9 malam
"Gak lah, mau pulang, dah cupu" diandra menjalan kan mobilnya setelah fisya turun.
Beberapa menit ketika mobil itu sudah melewati gerbang rumah hans, fisya masuk ke dalam rumah. Dilihatnya ada satu mobil pribadi hans yang terparkir di sembarang tempat, benak fisya hans pasti ada di dalam rumah.
Ia berjalan melewati aula tamu, entah kenapa saat ia masuk, bibi mun dan andra menghampiri dirinya dengan sesegera mungkin
"Nona apakah anda ingin makan malam terlebih dahulu?" Tawar bibi mun dengan ekspresi yang sedikit aneh
"Oh enggak bi, fisya langsung ke kamar aja" ucap fisya berdiri diantara bibi dan andre
Fisya tersenyum kemudian melangkah maju, tiba tiba andre menghalangi berdiri di depan nya
"Eee nona" ucap andre menghentikan fisya
__ADS_1
"Saya yakin sebaiknya anda makan malam terlebih dahulu, mengingat anda pulang cukup malam, jadi saya yakin anda belum makan malam kan?" Ucap andre gugup
Lagi lagi fisya tersenyum, pikirnya andre dan bibi mun terlalu mengkhawatirkan dirinya, meski fisya tidak keberattan akan hal itu, tapi hari ini fisya sangat lelah dan ingin langsung berbaring di kasur
"Tidak perlu andre, fisya masih kenyang, yaudah fisya naik ya" ucap fisya menapakki anak tangga pertama
Andre dan bibi mun saling memandang satu sama lain, terlihat mereka sedikit cemas entah itu karna fisya belum makan malam atau ada hal lain
"Nona" panggil bibi mun menghentikan langkah fisya
"Ya?" Tanya fisya melihat bibi mun yang mulai mengejarnya
Ada apa dengan mereka malam ini?
"Nanti aja ya bi, fisya mau mandi sama ganti baju, nanti fisya turun buat makan pie bibi ya" ucap fisya lagi lagi harus menghindar dan tersenyum.
Fisya berjalan, meninggalkan bibi mun dan andre yang nampaknya sedang menyembunyikan sesuatu dari fisya, sepertinya mereka menghalangi fisya untuk ke kamar.
__ADS_1
Apa ini hari ulang tahun ku?
Benak fisya berhenti dan mengambil handphone dari tas nya, kemudian memperhatikan bulan dan tanggal, fisya mengerut ulang tahunnya dua bulan lagi, lantas apa yang mereka sembunyikan dari fisya.
Ia kembali meneruskan jalannya melewati barisan pintu di dinding menuju pintu hitam dengan les silver di ujung, hanya tinggal beberapa langkah lagi untuk sampai ke muka pintu itu, handphone fisya bergetar
Ada seseorang yang menelponnya
"Ya, selamat malam" sapa fisya setelah mengetahui itu adalah dosen nya
"Malam, natasya! Maaf menelpon malam malam begini, hanya saja saya ingin kamu mempertimbangkan untuk menggantikan saya, hanya satu minggu saja" jawab nya
"Tapi pak saya-
"Minggu depan anak saya akan berulang tahun yang ke tujuh tahun, dan saya tidak pernah hadir di ulang tahun nya, jadi saya mohon ya"
"Baiklah pak, akan saya pertimbangkan" ucap fisya menutup sambungan telpon itu...
__ADS_1
Bersambung-0