
Dari tadi hans terus memandang wajah fisya yang cemberut wajah kesalnya yang membuat situasi di dalam mobil terasa aneh bagi andre
"Ada apa dengan wajah mu!" Tanya hans melipat kedua tangannya
Anda sangat menyebalkan
Fisya memaksakan dirinya untuk tersenyum walau terlihat aneh namun tetap ia lakukan
"Kejedot pintu!" Cetus jawab fisya membuat andre tertawa
"Jangan katakan kau kesal karna aku tidak memberikan izin kepadamu!"hans mengelus kepala fisya dan mengacak ngacak rambutnya
"Tidak taun hans! Keputusan anda sangat tepat dan sangat berguna bagi saya dan masa depan dunia" fisya mengambil tangan hans yang besar dari kepalanya
Seketika saat fisya ingin melepaskan tangan itu dari gengaman nya hans langsung meliriknya dengan sorot mata yang berapi api
"Lepaskan saja jika kau ingin mati direndam air panas!" Ancam hans
Agh! Lelaki ini benar benar ingin membunuhku
Dengan sedikit memberontak fisya mengengam tangan hans dan meletakkannya diatas pangkuan
Pertengkaran kecil ini membuat andre yang tengah menyetir tersipu malu dan sesekali bahak tawanya keluar tampa sengaja
Ditengah tengah perjalanan yang terasa menyebalkan tergenang air mata fisya mengingat johan dan mika
Dua orang yang amat dia sayangi dan malam ini akan segera melangsungkan upacara pernikahan
__ADS_1
"Tuan hans kita sudah sampai!" Andre menghentikan mobil tepat didepan karpet merah yang terbentang langsung mengarahkan mereka masuk kedalam rumah megah dengan puluhan wartawan dipinggirnya
Pintu mobil itu dibuka oleh bodyguard
Seketika lampu kamera menyorot mata mereka
Teriakkan para wartawan akan nama hans membuat situasi semakin ramai
"Ayo keluar!" Hans meninggalkan fisya dan berdiri tepat didepan kerpet merah
Menunggunya keluar
"Nona fisya! Sebaiknya anda keluar" lirik andre meliha fisya dengan aliran air mata di pipinya
Fisya mengangguk dan keluar dari mobil berdiri tepat disamping hans
Tegaknya yang lugu membingungkan wartawan.
Gadis bodoh!
"Pegang tanganku! Dan helap air mata mu" hans memiringkan badan memperingati fisya
Fisya memandang lengan hans yang diselimuti oleh jaz hitam seketika sorot mata hans membuat fisya sadar
dengan segera merangkul tangan hans dan menghelap air matanya
Hans membimbing fisya berjalan melewati karpet merah itu dengan perlahan
__ADS_1
Sesekali fisya melirik hans yang berada disebelahnya begitu tampan dan terlihat kekar dengan wajah dingin
"Tersenyum!" Lagi lagi hans memperingati fisya akan aturannya
Manurut fisya tersenyum dengan kerutan alis diwajahnya
Meski hatinya bersedih dan terluka namun wajahnya selalu tampak baik baik saja
"Tuan hans! Mari saya antar anda kedalam" sosok bodyguard dengan tubuh besar nan kekar menghampiri mereka
Didalam ruangan mewah itu tidak terlalu banyak tamu hanya orang orang penting saja
Tepatnya orang orang yang berkuasa
"Kau ikuti saja bodyguard ini aku akan berkumpul dengan mereka sejenak" hans melepaskan tangan fisya dari lengan nya
"Mari nona saya antar anda" bodyguard itu membawa fisya kesebuah meja yang diduduki oleh satu wanita cantik dengan gaun berwarna merah
Fisya terus memperhatikan wanita yang sepertinya pernah bertemu dengan dirinya
Dan saat begitu dekat dengan wanita cantik itu tiba tiba ia menolehkan kepala kearah fisya
Tak pernah terduga oleh fisya
Inilah sosok wanita yang sangat ingin ia temui
"Lisa!" Kaget fisya menutup mulutnya
__ADS_1
"Akhirnya kau datang juga!" Ucap lisa menyambut fisya dengan senyuman dan membiarkannya duduk dikursi
Bersambung-