
"Ayo pergi!" Ujar hans meletakkan handphone nya di saku cepana sembari memandang ketiga teman nya
Seketika aron dan lisa saling berpandangan
Melihat semangat hans yang mulai luntur, dugaan mereka ia memang sudah tidak memperdulikan fisya lagi
"Ada apa?, bukannya kau sendiri yang ingin menjemput fisya untuk makan siang bersama?" Kata lisa memandang hans dengan pandangan yang biasa
Hans menghela nafas dan melihat ketiga temannya ini
Berbeda dengan aron dan lisa yang nampak begitu kecewa dengan ungkapan hans reza sibuk berfoto dengan para penggembarnya sembari memberikan tanda tangan
"Dia sudah menunggu di parkiran!" Kata hans kembali meneruskan jalannya
"Yah baiklah! Memang akan terasa lebih muda jika fisya yang menunggu kita! Mengingat kampus ini sangat besar" kata aron menaikkan pundaknya dan menyeret reza berjalan di belakang nya
"Dah...semuanya!" Kata reza sembari mengedipkan mata kanannya.
Mereka berjalan berbaris seakan akan tengah mengikuti hans yang berjalan di depan
Bahkan para bodyguard juga berjalan mengawal empat mahluk penting bagi negara ini.
"Kau ini bodoh sekali!" Kata aron memukul kepala reza sembari mengeluarkan mimik wajah tidak senang
__ADS_1
"Aduh!" Reza mengelus kepalanya dam melihat aron yang berjalan di samping
"Apa salah ku!?" Tanya reza menyedihkan
"Kau berfoto dengan semua orang! Bagaimana jika mereka memasukkan foto mu ke sosial media?, bisa saja mereka mengaku sebagai pacar mu atau lebih parahnya lagi..." kata aron yang langsung di tangkap maksud nya oleh reza
"Dimana dia?" Tanya lisa melihat hans
Mereka bediri kaku menghadap ke barisan mobil
Dilihat dari sudut ke sudut tidak ada tanda tanda keberadaan fisya, bahkan sempat terlintas di pikiran lisa bahwa orang yang sedang mereka tunggu sudah melarikan diri atau sebagainya.
Terdengar langkah kaki yang begitu cepat
"Maaf fisya terlambat!" Kata fisya yang langsung menumpukan kedua tangan ke lutut sembari berusaha keras mengatur nafas
"Kau ini kenapa?, apa ada yang menganggu mu?" Tanya reza yang mewaliki pertanyaan semua orang
Namun nampaknya fisya belum siap untuk berbicara, nafasnya masih terlihat sangat singkat, nampaknya wanita ini benar benar kelelahan.
"Ayo kita berangkat!" Kata hans seakan akan tidak memperdulikan kondisi fisya
Para bodyguard itu membuka kan pintu mobil itu dan saat hendak menaiki mobil terdengar lagi suara langkah kaki yang begitu cepat, seketika semua aktifitas terhenti mengamati siapa dan dimana langkah kaki itu berasal
__ADS_1
Tak perlu menunggu lama dari barisan mobil keluarlah wanita kecil nan polos tengah memegang buku berjalan ke arah mobil hans,
"Siapa dia?"tanya aron mencurigakan
Lisa menggeleng melambangkan ketidak tahuan begitu pula dengan fisya yang menatap fokus wanita tersebut
Sepertinya aku pernah bertemu dengan gadis ini!
Tapi di mana...
"Kak fisya!" Kata gadis kecil ini berdiri di hadapan fisya yang terlihat kebingungan.
Lalu tiba tiba ia menjulurkan beberapa buku ke hadapan fisya
"Tadi kak fisya jatuhin ini!" Ujar nya tersenyum ria
Sesontak saja fisya menyadari bahwa buku yang ia bawa tidak ada di kedua tangannya
"Ah...terimakasi, maaf sudah merepotkan" kata fisya sopan mengambil buku itu dari tangan gadis ini,
"Tadi aku lihat kak fisya lagi lari dari toilet belakang! Jarak toilet ke parkiran sangat jauh,kayaknya kak fisya lagi buru buru....
Bersambung-
__ADS_1