
"Kak jorgi! Fisya harus kekantor sekarang! Fisya gak mau tuan hans marah " ujar fisya merapikan dirinya
"Aku akan mengantar mu! " pinta jorgi
"Gak perlu! Fisya gak mau...
Belum usai fisya melanjutkan kalimatnya jorgi sudah memotong duluan
"Aku antar sampai depan kantor aja, gak papa kan? Hans gak bakal tau" jorgi kembali meyakinkan
Fisya mengangguk histeris, tidak bisa berkutik lagi apalagi sampai menolak tawaran jorgi, itu hanya akan membuat lelaki ini semakin merasakan sakit.
Mereka berjalan berdua, menyelusuri setiap tapak kaki menuju kantor hans, dari dekat mau pun jauh kantor hans tetap terlihat sangat besar dan tinggi, bahkan karyawan di sana tidak pernah mengkritik fasilitas kantor yang seba ada ini, bekerja di perusahaan GLEN adalah cita cita yang cukup besar dan membanggakan.
"Fisya kemana? Kita sudah menunggu cukup lama! Aku benar benar sudah sangat lapar!" Keluh kesah reza menatap hans yang berdiri membelakangi mereka
"Sebentar lagi dia akan pulang!" Lisa menutup laptopnya dan memfokuskan pandangan ke arah reza yang perutnya sudah keroncongan
__ADS_1
Disisi lain hans hanya diam, melihat ke luar jendela kaca.
Wajah hans nampak sangat dingin tampa ekspresi apapun, terlihat datar seakan akan tidak memperdulikan hal hal di sekitarnya, ia hanya memandang langit cerah tampa awan hari ini
"Aku sudah sangat sangat,sangat,saaaaangaaaaat LAPAR!" Reza mengetuk ngetuk meja kerja hans sembari bersikap loyo bak nya seorang yang belum makan berhari hari
Merasa jenkel dan kesal akan suasana hatinya hans berputar arah Dan menatap reza
"Aku akan mencarinya!" Ujar hans berjalan mengambil kunci mobil dan masuk ke dalam lift
Entah ini tentang fisya yang tak kunjung datang atau tentang reza yang sibuk merengek hingga membuat hans tidak nyaman!, tapi yang pasti itu cukup menganggu
Jika bukan karna gaji yang cukup memadai saya tidak akan mengejar direktur ini hanya untuk sebuah persetujuan tanda tangan!
"Kita mendapatkan beberapa arsip dari beberapa kota! Saya ingin meminta persetujuan anda untuk perluasan saham!" Wanita ini menjulurkan pena dan selembar kertas dari belakang hans.
Namun hans hanya diam, bersikap seakan akan tidak ada siapapun atau sesuatu yang tengah berada di sisi nya
__ADS_1
"Eee...direktur?" Wanita ini memastikan hans mendengarkan
"Direk!...."mendadak hans berhenti di depan mobilnya dan berbalik arah memandang sinis wanita yang tidak berdosa ini
"Aku sibuk! Lain kali! Jangan telat!!" Ucap hans cukup membingungkan
Lain kali? Kapan? Tanggal? Bulan? Atau hari apa? Dan parahnya lagi anda meminta saya untuk tidak telat! AGH!....
Hans melajukan mobilnya dari parkiran
Dan sesontak saja! Saat keluar dari parkiran menuju jalan lintas ia sudah dapat melihat fisya tengah berjalan sembari tertawa tawa kecil dengan lelaki yang ia kenal.
Yap DIREKTUR JORGI
Suasana hati hans semakin memanas
Meski jalan mereka sedikit berjarak namun nampaknya hans tidak menerima pengecualian dalam hal kesetiaan, dilihat lihat mereka berjalan menuju kantor, tapi masih akan memakan waktu yang cukup lama agar mereka sampai karna langkah kaki yang cukup terbatas dan setiap senda gurau yang mereka lakukan.
__ADS_1
Fisya terlihat sangat bahagia berjalan anggun di samping direktur jorgi, dapat dilihat dari senyuman dan tawanya! Namun....
Bersambung-